Senin, 08 Juni 2015

Me Being A Stranger

Jadi gini. Sejak saya kecil, somehow, saya selalu ngerasa, saya ‘beda’ dari orang lain di sekitar saya. Saya lebih suka membaca. Tenggelam dalam buku-buku saya daripada maen di luar seperti temen-temen saya yang lain. Memilih jurusan kuliah pun, dulu banyak yang menyayangkan keputusan saya untuk memilih MIPA Kimia. Banyak yang bilang bahwa seharusnya saya masuk Kedokteran (Oh plis, tolong ya, saya dan Biologi gak pernah akur). Atau masuk Teknik Sipil aja, seperti ayah saya. Saya masuk UGM pun, beberapa orang masih ada aja yang berkomentar soal ngapain sih saya mesti jauh-jauh kuliah ke kota yang sama sekali asing bagi saya.
And somehow, itu terus berlanjut. Saya sekolah lagi. Selesai sekolah, balik ke kampus tempat saya ngajar. Bosen ditumpukin kerjaan birokratif, saya ngajuin aplikasi beasiswa. And here I am now, sekolah lagi.

The thing is, not so many people from my high school do the same thing as I am doing now. Most of them are living the ‘normal’ life. Lulus SMA – kuliah – lulus- kerja – kawin – having kids – posting picture of their kids in Facebook.
And so on.
Well, I’m happy for them. They seem to be happy with their life.

The thing is, they start questioning my life.
Kok belum kawin?
Kok sekolah lagi?
Jauh amat sekolahnya?
All those social pressure. Pffttt…

Some of the questions and comments even come to the point of making me uncomfortable.
Kok ke Amerika? Susah lho disana. Cewek ngapain sih sekolah tinggi-tinggi? Kan sama aja sekolah disini sama di luar negeri.
Lately I don’t even bother to answer those kind of questions. But at least I still manage to make myself smile as the only answer I care to give them.
Trus, ceritanya temen-temen SMA seangkatan saya bikin grup WA. Which is actually nice. It’s always nice to hear things from some old friends that you haven’t met for a while. Apalagi saya semenjak kuliah, jaraaaangggg banget ketemu temen-temen SMA.

Tapi entahlah. Reading their chats, their jokes… I just feel… Different. Like a square peg in a round hole.
I don’t find their jokes to be funny. I can’t relate to their conversations. I find some of their so-called idealism is the opposite of mine.
And somehow I feel like I am an outsider. Watching them go on with their lives from a window.
I don’t feel like I belong there anymore. And I don’t even know whether I want to be one of them.

But I guess, that is just another thing about this life that I need to find out. To find a place where I belong.

I'M BACK!!!

HELLOOOO PEOPLE!

OMG blog gueeeee…. Baiklah, saya khilaf. Khilaf yang keterlaluan dalam hal mengisi blog. Terakhir kali ngisi blog adalah… bulan Juni…2014
ASTAGA YA UDAH SETAHUN.
Saya kemana aja setahun iniii?
Sad to say, masih stuck aja di West Lafayette sini. Masih di tengah ladang jagung. Masih di midwest yang labilitas (is that even a word???) soal cuacanya saingan sama anak ABG di sinetron Indonesia.
Terus kenapa saya menghilang selama satu tahun?
Hmmm… pertanyaan menarik.
Jadi bagaimana postingan kali ini diisi dengan alasan-alasan saya kenapa saya jadi mengabaikan  dan menelantarkan blog saya ini.

1. Kuliah
Eh, biar gini-gini, saya masih kuliah lhooo… Nyahahahaha… Luckily, ini tahun terakhir saya taking classes. Dan karena saya bisa transfer sebagian credits alias SKS saya dari degree sebelumnya, satu tahun ini saya cuma ngambil satu mata kuliah di tiap semester. Fall 2014, saya ngambil CE550. Dan setiap orang yang tau saya ngambil itu langsung yang, “Really? Man, that one is a hard one.”. Kekna memang udah jadi konvensi se Civil Engineering (CE) Dept. bahwa untuk EEE Division, CE550 is the hardest class.
Sebenernya saya suka sih mata kuliah ini. But basically, ini kelas untuk Teknik Lingkungan, dan saya gak punya basic teknik sama sekali. Dan saya pun jadi langganan office hour-nya Prof. Blatchley yang ngajar matkul ini. Mhuahahahaha… Kalau Spring 2015, saya ngambil Bioremediation and Biodegradation. Which is, unexpectedly, a fun class. Jadi gini, saya dari dulu nyerah sama yang namanya biologi. Jadi saya gak punya ekspektasi apa-apa soal kelas ini. Trus di awal kuliah, mahasiswanya ada 10 orang. Tapi begitu dosennya ngomong kalo sepanjang semester bakal ada 6 essay dan 1 tugas proposal plus 1 presentasi, besoknya 6 orang langsung ngedrop kelas ini. Saya pasrah. Tapi ternyata, dosennya asik banget. Like, he’s hilarious. Ini kekna pertama kali seumur-umur saya berminta dengan mata kuliah yang berkaitan dengan mikroba dan semacamnya. Oh, trus saya di Spring 2015 juga ngambil kelas Global Development Project. Di kelas GDP ini kita ngerjain project gitu, untuk GDP saya, kami merancang Slow Sand Filter as a water treatment unit untuk didistribusikan ke Kenya dan Tanzania. And this class was, super fun :D. Mahasiswanya ada 6, termasuk saya, dan kebetulan salah satu dari dua instructornya adalah research advisor saya.

One of the task in GDP Class: ngangkat pasir!

2. Friends!
Tahun pertama di Purdue, orang Indo yang saya kenal dikiiit :(  Dan Fall 2014, semua pun berubah saudara-saudaraaaa… JENG JEEEENGGG…
Sebenernya sih, di Purdue banyak mahasiswa dari Indo, tapi sebagin besar anak undergrad. Yang saya gak kenal. Mungkin karena saya emang gak gaul dan tampang saya menjrus ke arah galak kali yaaa… Mhuhahahahaha…
Anyway, di Fall 2014, Purdue ketambahan Patrice, Wawan, Ghazi, Taufik, dan Afi. Ada Ana jugaaa… tapi Ana ini visiting scholar, jadi dia cuma setahun disini :( . Trus di Spring 2015, datanglah Nandi dan Nabila (iyaaaa…mereka ini newly wed. Acieeee… ;p). Nevertheless, ada mereka ini jadi seru abis, apalagi karena saya bisa curhat pake bahasa Indonesia. Yeay! Hahahaha…
Indonesian families in Purdue :)
Kita suka hang out bareng, either di Dehart (rumah kontrakannya Wawan-Ghazi-Taufik), atau dimana gitu. Selasa Kamis, biasanya kita suka makan siang bareng di PMU.

Kalo lagi insap suka belajar bareng di Hicks. Salah satu kegiatan favorit: main Werewolf. Yang mana permainan ini sampai diklaim sebagai permainan yang merusak kepercayaan dan persahabatan.
one of Werewolf session in Dehart
Prestasi terakhir kita, maraton nonton film horor dalam rangka nonton Insidious 3. NYAHAHAHAHA…
Nah, kita sampe punya grup WhatsApp, yang nama grupnya… Geng Motor.
…
Well, setelah dipikir-pikir kembali, betapa nama ini ketinggalan beberapa dekade ya…
Anyway, ntar kalo sempet, kapan-kapan saya cerita lagi soal Geng Motor ini.

3. Road Trip
Tahun ini dua kali road trip. Sekali waktu Fall Break, ke Ohio, dan yang satu lagi pas Winter Break, kita sampe ke Colorado. Yang waktu ke Ohio nih yang drama banget, secara saya pake acara masuk Emergency Room segala di Cleveland. Sumpah itu drama abis XD. But it was really fun :). Yang road trip ke Ohio, itu saya bareng Ana, Wawan, Ghazi, Mas Hery dan Bang Ronal.
Foto keluarga di National Underground Railroad Freedom Center, Cincinnati.
Atas: Wawan - Mas Hery - Ghazi
Bawah: saya - Bang Ronal - Ana

Yang ke Colorado, saya bareng selain sama Mas Hery dan Bang Ronal, juga sama Ifa yang dulu bareng-bareng pas Winter Trip kemareeennn.

Aih, senengnyaaa… Akhirnya Ifa kesampean ke Purdue, dan saya kesampean ke Kansas State Uni.


4. Back on Tumblr
Pas Spring Break tahun lalu, saya iseng nyoba buka Tumblr saya yang lama. DAN GAK BISA AJA DONG. Astaga sumpah bete abis. Reset password aja gak bisa -_-. Akhirnya saya mutusin bikin Tumblr baru. Tentu saja, salah satu fungsi utama Tumblr saya adalah to rant about my addiction to football. Dimana lagi saya bisa menemukan temen-temen sesama pendukung City? Iya. Kita memang dikit. Dibanding fans Chelsea, Arsenal dan Liverpool misalnya, kita kalah dari segi jumlah. Then again, it makes us like a small family who support each other through the season :”). And of course, as usual, typical City bikin kita sepanjang season mengalami a roller coaster of emotion. Oh, trus saya juga dengan isengnya nulis fanfic bola lagi. Taking requests. Not just one-shots, saya juga nulis drabbles. And sometimes I do some OTP thing for fun. Gegara nulis fanfic ini juga akhirnya saya bikin akun di AO3.

Oh well, jadi akhirnya, sambil nulis ini tetiba saya jadi sadar banyak banget sebenernya yang pengen saya tulis disini, sekedar untuk curhat. Cieee… XD. Well, I guess that’s just me being me. I have always been more comfortable expressing my feelings by writing it.
So, hopefully, niat mulia saya untuk mulai nulis-nulis lagi disini bisa terjaga sampai ujung waktu.

Till then, Ami, over and out!

Senin, 08 Juni 2015

Me Being A Stranger

Jadi gini. Sejak saya kecil, somehow, saya selalu ngerasa, saya ‘beda’ dari orang lain di sekitar saya. Saya lebih suka membaca. Tenggelam dalam buku-buku saya daripada maen di luar seperti temen-temen saya yang lain. Memilih jurusan kuliah pun, dulu banyak yang menyayangkan keputusan saya untuk memilih MIPA Kimia. Banyak yang bilang bahwa seharusnya saya masuk Kedokteran (Oh plis, tolong ya, saya dan Biologi gak pernah akur). Atau masuk Teknik Sipil aja, seperti ayah saya. Saya masuk UGM pun, beberapa orang masih ada aja yang berkomentar soal ngapain sih saya mesti jauh-jauh kuliah ke kota yang sama sekali asing bagi saya.
And somehow, itu terus berlanjut. Saya sekolah lagi. Selesai sekolah, balik ke kampus tempat saya ngajar. Bosen ditumpukin kerjaan birokratif, saya ngajuin aplikasi beasiswa. And here I am now, sekolah lagi.

The thing is, not so many people from my high school do the same thing as I am doing now. Most of them are living the ‘normal’ life. Lulus SMA – kuliah – lulus- kerja – kawin – having kids – posting picture of their kids in Facebook.
And so on.
Well, I’m happy for them. They seem to be happy with their life.

The thing is, they start questioning my life.
Kok belum kawin?
Kok sekolah lagi?
Jauh amat sekolahnya?
All those social pressure. Pffttt…

Some of the questions and comments even come to the point of making me uncomfortable.
Kok ke Amerika? Susah lho disana. Cewek ngapain sih sekolah tinggi-tinggi? Kan sama aja sekolah disini sama di luar negeri.
Lately I don’t even bother to answer those kind of questions. But at least I still manage to make myself smile as the only answer I care to give them.
Trus, ceritanya temen-temen SMA seangkatan saya bikin grup WA. Which is actually nice. It’s always nice to hear things from some old friends that you haven’t met for a while. Apalagi saya semenjak kuliah, jaraaaangggg banget ketemu temen-temen SMA.

Tapi entahlah. Reading their chats, their jokes… I just feel… Different. Like a square peg in a round hole.
I don’t find their jokes to be funny. I can’t relate to their conversations. I find some of their so-called idealism is the opposite of mine.
And somehow I feel like I am an outsider. Watching them go on with their lives from a window.
I don’t feel like I belong there anymore. And I don’t even know whether I want to be one of them.

But I guess, that is just another thing about this life that I need to find out. To find a place where I belong.

I'M BACK!!!

HELLOOOO PEOPLE!

OMG blog gueeeee…. Baiklah, saya khilaf. Khilaf yang keterlaluan dalam hal mengisi blog. Terakhir kali ngisi blog adalah… bulan Juni…2014
ASTAGA YA UDAH SETAHUN.
Saya kemana aja setahun iniii?
Sad to say, masih stuck aja di West Lafayette sini. Masih di tengah ladang jagung. Masih di midwest yang labilitas (is that even a word???) soal cuacanya saingan sama anak ABG di sinetron Indonesia.
Terus kenapa saya menghilang selama satu tahun?
Hmmm… pertanyaan menarik.
Jadi bagaimana postingan kali ini diisi dengan alasan-alasan saya kenapa saya jadi mengabaikan  dan menelantarkan blog saya ini.

1. Kuliah
Eh, biar gini-gini, saya masih kuliah lhooo… Nyahahahaha… Luckily, ini tahun terakhir saya taking classes. Dan karena saya bisa transfer sebagian credits alias SKS saya dari degree sebelumnya, satu tahun ini saya cuma ngambil satu mata kuliah di tiap semester. Fall 2014, saya ngambil CE550. Dan setiap orang yang tau saya ngambil itu langsung yang, “Really? Man, that one is a hard one.”. Kekna memang udah jadi konvensi se Civil Engineering (CE) Dept. bahwa untuk EEE Division, CE550 is the hardest class.
Sebenernya saya suka sih mata kuliah ini. But basically, ini kelas untuk Teknik Lingkungan, dan saya gak punya basic teknik sama sekali. Dan saya pun jadi langganan office hour-nya Prof. Blatchley yang ngajar matkul ini. Mhuahahahaha… Kalau Spring 2015, saya ngambil Bioremediation and Biodegradation. Which is, unexpectedly, a fun class. Jadi gini, saya dari dulu nyerah sama yang namanya biologi. Jadi saya gak punya ekspektasi apa-apa soal kelas ini. Trus di awal kuliah, mahasiswanya ada 10 orang. Tapi begitu dosennya ngomong kalo sepanjang semester bakal ada 6 essay dan 1 tugas proposal plus 1 presentasi, besoknya 6 orang langsung ngedrop kelas ini. Saya pasrah. Tapi ternyata, dosennya asik banget. Like, he’s hilarious. Ini kekna pertama kali seumur-umur saya berminta dengan mata kuliah yang berkaitan dengan mikroba dan semacamnya. Oh, trus saya di Spring 2015 juga ngambil kelas Global Development Project. Di kelas GDP ini kita ngerjain project gitu, untuk GDP saya, kami merancang Slow Sand Filter as a water treatment unit untuk didistribusikan ke Kenya dan Tanzania. And this class was, super fun :D. Mahasiswanya ada 6, termasuk saya, dan kebetulan salah satu dari dua instructornya adalah research advisor saya.

One of the task in GDP Class: ngangkat pasir!

2. Friends!
Tahun pertama di Purdue, orang Indo yang saya kenal dikiiit :(  Dan Fall 2014, semua pun berubah saudara-saudaraaaa… JENG JEEEENGGG…
Sebenernya sih, di Purdue banyak mahasiswa dari Indo, tapi sebagin besar anak undergrad. Yang saya gak kenal. Mungkin karena saya emang gak gaul dan tampang saya menjrus ke arah galak kali yaaa… Mhuhahahahaha…
Anyway, di Fall 2014, Purdue ketambahan Patrice, Wawan, Ghazi, Taufik, dan Afi. Ada Ana jugaaa… tapi Ana ini visiting scholar, jadi dia cuma setahun disini :( . Trus di Spring 2015, datanglah Nandi dan Nabila (iyaaaa…mereka ini newly wed. Acieeee… ;p). Nevertheless, ada mereka ini jadi seru abis, apalagi karena saya bisa curhat pake bahasa Indonesia. Yeay! Hahahaha…
Indonesian families in Purdue :)
Kita suka hang out bareng, either di Dehart (rumah kontrakannya Wawan-Ghazi-Taufik), atau dimana gitu. Selasa Kamis, biasanya kita suka makan siang bareng di PMU.

Kalo lagi insap suka belajar bareng di Hicks. Salah satu kegiatan favorit: main Werewolf. Yang mana permainan ini sampai diklaim sebagai permainan yang merusak kepercayaan dan persahabatan.
one of Werewolf session in Dehart
Prestasi terakhir kita, maraton nonton film horor dalam rangka nonton Insidious 3. NYAHAHAHAHA…
Nah, kita sampe punya grup WhatsApp, yang nama grupnya… Geng Motor.
…
Well, setelah dipikir-pikir kembali, betapa nama ini ketinggalan beberapa dekade ya…
Anyway, ntar kalo sempet, kapan-kapan saya cerita lagi soal Geng Motor ini.

3. Road Trip
Tahun ini dua kali road trip. Sekali waktu Fall Break, ke Ohio, dan yang satu lagi pas Winter Break, kita sampe ke Colorado. Yang waktu ke Ohio nih yang drama banget, secara saya pake acara masuk Emergency Room segala di Cleveland. Sumpah itu drama abis XD. But it was really fun :). Yang road trip ke Ohio, itu saya bareng Ana, Wawan, Ghazi, Mas Hery dan Bang Ronal.
Foto keluarga di National Underground Railroad Freedom Center, Cincinnati.
Atas: Wawan - Mas Hery - Ghazi
Bawah: saya - Bang Ronal - Ana

Yang ke Colorado, saya bareng selain sama Mas Hery dan Bang Ronal, juga sama Ifa yang dulu bareng-bareng pas Winter Trip kemareeennn.

Aih, senengnyaaa… Akhirnya Ifa kesampean ke Purdue, dan saya kesampean ke Kansas State Uni.


4. Back on Tumblr
Pas Spring Break tahun lalu, saya iseng nyoba buka Tumblr saya yang lama. DAN GAK BISA AJA DONG. Astaga sumpah bete abis. Reset password aja gak bisa -_-. Akhirnya saya mutusin bikin Tumblr baru. Tentu saja, salah satu fungsi utama Tumblr saya adalah to rant about my addiction to football. Dimana lagi saya bisa menemukan temen-temen sesama pendukung City? Iya. Kita memang dikit. Dibanding fans Chelsea, Arsenal dan Liverpool misalnya, kita kalah dari segi jumlah. Then again, it makes us like a small family who support each other through the season :”). And of course, as usual, typical City bikin kita sepanjang season mengalami a roller coaster of emotion. Oh, trus saya juga dengan isengnya nulis fanfic bola lagi. Taking requests. Not just one-shots, saya juga nulis drabbles. And sometimes I do some OTP thing for fun. Gegara nulis fanfic ini juga akhirnya saya bikin akun di AO3.

Oh well, jadi akhirnya, sambil nulis ini tetiba saya jadi sadar banyak banget sebenernya yang pengen saya tulis disini, sekedar untuk curhat. Cieee… XD. Well, I guess that’s just me being me. I have always been more comfortable expressing my feelings by writing it.
So, hopefully, niat mulia saya untuk mulai nulis-nulis lagi disini bisa terjaga sampai ujung waktu.

Till then, Ami, over and out!