Sabtu, 09 Januari 2010

Dari Sidang ke Sidang…

Enggak. Saya tidak sedang menghadapi tuntutan pencemaran nama baik seperti Luna Maya ataupun perbuatan tidak menyenangkan *entah kenapa, artis Andi Soraya yang muncul di benak saya kalo soal perbuatan tidak menyenangkan ini*. Ini menyangkut soal lulus tidaknya mahasiswa, alias sidang skripsi. Waktu jaman saya masih berstatus mahasiswa dulu sih, ngetopnya dengan judul sidang pendadaran. Waktu sekolah kemaren, *FORTUNATELY* di kampus saya ga ada tuh yang namanya oral defence. Terus, apakah saya sekarang mesti menghadapi sidang skripsi? Enggak. Saya MENGURUSI sidang.

Begitu saya mulai nongol ria di kantor setelah menunaikan tugas belajar *yang lebih banyak diisi dengan main dan jalan-jalan sih, sebenernya*, salah satu tugas yang dialihkan ke saya adalah jadi panitia Tugas Akhir. Kalo di PS Kimia Unlam sini mah namanya PK I dan PK II, PK itu singkatan dari Penelitian Kimia. Nah, ada 3 sidang yang mengiringi kewajiban mahasiswa dalam menunaikan tugasnya di PK I dan II ini. Mulai dari Sidang Proposal, Seminar Tugas Akhir, dan “gong”nya tentu saja, Sidang Skripsi. Tugas saya selaku panitia TA ini mulai dari mengurus pendaftaran mahasiswa yang mau maju sidang, mencarikan penguji, mengkonfimasikan tanggal kepada penguji, menyediakan berkas lembar penilaian sidang, sampai menghitung nilai sidang yang diperoleh mahasiswa.

Sebenernya sih panitia TA ini ada 2 orang, saya sama Dahlena. Tapi karena Dahlena kemaren lagi cuti hamil, saya yang wanita tangguh inipun jadi single fighter buat ngurusin sidang. Salah satu perbedaan kunci antara saya dan Dahlena adalah: tingkat ketegaan yang berbeda secara menyolok. Dahlena biasanya bisa luluh kalo liat mahasiswa yang pasang aksi sedikit mengenaskan. Makanya, kadang-kadang ada aja mahasiswa yang bisa daftar untuk maju sidang rada molor. Kalo saya? Hohohoho…, saya akan melipat kedua tangan di dada, mengangkat alis dan berkata dengan nada beberapa oktaf lebih tinggi daripa Whitney Houston: “Enggak. Kalau kamu memang mau maju sidang tanggal segitu, mestinya kamu daftar ke saya SEPULUH hari sebelumnya, dan sudah masukin naskah kamu 7 hari sebelum tanggal itu. Sekarang liat kalender deh, sorry to say, kamu udah telat. BANGET.”. Dan mungkin karena reputasi saya sebagai dosen yang tidak mudah terbujuk rayuan, mahasiswa tiba-tiba jadi lebih tertib buat daftar TA. Selain itu, saya juga punya suatu senjata andalan untuk “memotivasi” mahasiswa biar daftar sidangnya ga molor. Saya tinggal mengancam mereka: “Kalo daftarnya telat, terpaksa saya yang jadi dosen penguji kamu.”. Biasanya, mereka dengan penuh kesadaran langsung mengumpulkan berkas pendaftaran yang diperlukan. Kenapa ini bisa jadi senjata andalan? Karena saya juga punya reputasi sebagai dosen “berbisa” kalo lagi jadi penguji… Akahahahahahaha… In other words, saya dikenal sebagai dosen dengan senyum dan pertanyaan yang sungguh intimidatif bagi mahasiswa yang disidang. Padahal perasaan saya nanyanya gitu-gitu aja kooook :D.

Anyway, jadi inget. Ada satu naskah yang harus say abaca untuk diujikan hari Selasa nanti.
I’m outta here for now!

Jumat, 01 Januari 2010

Another (New) Year *and other unrelated things*

So. It’s 2010 now. Beuh, udah tahun baru lagi. Udah mesti ganti kalender lagi. Oh iya, sampai lupa… Selamat Tahun Baru semuanyaaaaa!!! Halah. Mestinya itu mah kalimat pembuka ya? Well, to tell you the truth, for the last 3-4 years, I seem to lose the interest to New Year’s Eve. Ga tau kenapa, perasaan mah lempeng aja kalo Tahun Baru. It’s just another year that pass by, followed with another year. That’s it. Bukannya saya ga optimis, bukan berarti ga berharap akan tahun yang lebih baik. Tapi kenapa mesti nunggu pas Tahun Baru doang sih? Akhahakahahaha… Now it sounds that I am as sceptic as I can be. To be fair, semua orang perlu momentum. Bagi banyak orang, mungkin momentum buat memulai harapan baru *or to use the popular term: to have a resolution* adalah ya pas Tahun Baru ini. Saya? Kalo inget. Akahahahaha… Sering kok ingetnyaaa…. Ngelakuinnya doang yang patut dipertanyain nih.

Well, enough with NYE, resolution and things. Paling enggak, pas Tahun Baru, film di TV jadi bagus-bagus. Dan syukurlah, RCTI tidak memutar Ada Apa dengan Cinta atau 30 Hari Mencari Cinta untuk yang ke seratus tiga puluh empat kalinya… :D. Tapi kok ya Baby’s Day Out itu diputar lagi yaaaaaa???
Tahun lalu mah saya inget, di RCTI yang diputar Harry Potter and the Goblet of Fire. Tahun ini film tahun barunya lumayan.. Tadi saya habis nonton King. Dan, ada HARYANTO ARBI!!! Histeria jayalah saya… Sumpah, jadi bener-bener kangen jaman Indonesia masih jagoannya bulutangkis dunia. Zaman-zama Pandawa Lima: Joko Supriyanto – Hariyanto Arbi – Alan Budikusuma – Ardy B. Wiranata plus satu orang lagi yang sedang saya inget-inget namanya… Masih ada Ricky-Rexy, Finrasih-Lili Tampi. Beuh, pokoknya mah, jama itu, nonton badminton itu adalah hal paling seru dan menegangkan sejagad raya.

Selain nonton film di TV, seminggu terakhir di 2009 saya gunakan untuk marathon ngabisin DVD “America’s Next Top Model”. Saya kemaren beli 3 season, season 7, 10 dan 13. Adanya kemaren cuma itu sih. Tyra Banks itu memang keren ya. A real supermodel. Ga jauh beda lah ama saya kalo saya terjerembab ke dunia modeling.




Setelah saya baca lagi, kok isi postingan ini rada ga nyambung dengan tema Tahun Baru ya? Malah ngomongin tontonan dan TV. Ya udahlah, sekalian aja. Mari membahas salah satu tontonan TV sejuta umat: Infotainment! Beberapa tahun yang lalu kan pernah tuh infotainment mau dikategorikan “haram”. Denger-denger sekarang klaim itu didengungkan kembali ya? Oh puhliiiizzzz….!!! Mending fatwa haram rokok tuh yang diurusin! Pengen ketawa saya denger bahwa infotainment itu mau dicap haram. Let’s make it fair deh… Beberapa infotainment memang isi beritanya cenderung memojokkan seleb dan udah rada beraura kasih, eh, aura fitnah gitu. Nah, kalo itu, bolehlah dilarang. Cara pemberitaan dan narasi yang lebay tralala emang suka bikin kesel. Yang dengernya aja berasa mau nimpuk yang bikin berita. Apa lagi yang diberitakan ya? Tapi apakah setiap episode infotainment isinya gitu? Enggak kan? Enggak kan? Saya bukannya ngebelain infotainment. Tapi saya berbicara sebagai orang yang kerjaannya kalo sore ngopi-ngopi sambil nonton Cek dan Ricek, atau sarapan pagi hari sambil nonton Insert. Kadang-kadang malah kalo lagi ga ada skandal yang bisa diekspos, isi infotainment suka tipe berita yang membuat saya mengangkat alis sambil ngomong “Yeah, rite. Like I want to know.”. Misalnya, apa saja isi tas seleb yang lagi break syuting. Penting ya? And what do you expect? Nemuin ular albino dalam tas tangan mereka?
Atau ngikutin seleb yang lagi manicure-pedicure plus creambath di salon. Euh, apa serunya ngeliatin artis ABG duduk di bawah alat salon itu sambil baca majalah? Oh,well, anyway… Biarkanlah kasusnya bergulir terooosss…

Okay, enough mumbling for today, which is the first day in 2010.

Hello 2010!

Sabtu, 09 Januari 2010

Dari Sidang ke Sidang…

Enggak. Saya tidak sedang menghadapi tuntutan pencemaran nama baik seperti Luna Maya ataupun perbuatan tidak menyenangkan *entah kenapa, artis Andi Soraya yang muncul di benak saya kalo soal perbuatan tidak menyenangkan ini*. Ini menyangkut soal lulus tidaknya mahasiswa, alias sidang skripsi. Waktu jaman saya masih berstatus mahasiswa dulu sih, ngetopnya dengan judul sidang pendadaran. Waktu sekolah kemaren, *FORTUNATELY* di kampus saya ga ada tuh yang namanya oral defence. Terus, apakah saya sekarang mesti menghadapi sidang skripsi? Enggak. Saya MENGURUSI sidang.

Begitu saya mulai nongol ria di kantor setelah menunaikan tugas belajar *yang lebih banyak diisi dengan main dan jalan-jalan sih, sebenernya*, salah satu tugas yang dialihkan ke saya adalah jadi panitia Tugas Akhir. Kalo di PS Kimia Unlam sini mah namanya PK I dan PK II, PK itu singkatan dari Penelitian Kimia. Nah, ada 3 sidang yang mengiringi kewajiban mahasiswa dalam menunaikan tugasnya di PK I dan II ini. Mulai dari Sidang Proposal, Seminar Tugas Akhir, dan “gong”nya tentu saja, Sidang Skripsi. Tugas saya selaku panitia TA ini mulai dari mengurus pendaftaran mahasiswa yang mau maju sidang, mencarikan penguji, mengkonfimasikan tanggal kepada penguji, menyediakan berkas lembar penilaian sidang, sampai menghitung nilai sidang yang diperoleh mahasiswa.

Sebenernya sih panitia TA ini ada 2 orang, saya sama Dahlena. Tapi karena Dahlena kemaren lagi cuti hamil, saya yang wanita tangguh inipun jadi single fighter buat ngurusin sidang. Salah satu perbedaan kunci antara saya dan Dahlena adalah: tingkat ketegaan yang berbeda secara menyolok. Dahlena biasanya bisa luluh kalo liat mahasiswa yang pasang aksi sedikit mengenaskan. Makanya, kadang-kadang ada aja mahasiswa yang bisa daftar untuk maju sidang rada molor. Kalo saya? Hohohoho…, saya akan melipat kedua tangan di dada, mengangkat alis dan berkata dengan nada beberapa oktaf lebih tinggi daripa Whitney Houston: “Enggak. Kalau kamu memang mau maju sidang tanggal segitu, mestinya kamu daftar ke saya SEPULUH hari sebelumnya, dan sudah masukin naskah kamu 7 hari sebelum tanggal itu. Sekarang liat kalender deh, sorry to say, kamu udah telat. BANGET.”. Dan mungkin karena reputasi saya sebagai dosen yang tidak mudah terbujuk rayuan, mahasiswa tiba-tiba jadi lebih tertib buat daftar TA. Selain itu, saya juga punya suatu senjata andalan untuk “memotivasi” mahasiswa biar daftar sidangnya ga molor. Saya tinggal mengancam mereka: “Kalo daftarnya telat, terpaksa saya yang jadi dosen penguji kamu.”. Biasanya, mereka dengan penuh kesadaran langsung mengumpulkan berkas pendaftaran yang diperlukan. Kenapa ini bisa jadi senjata andalan? Karena saya juga punya reputasi sebagai dosen “berbisa” kalo lagi jadi penguji… Akahahahahahaha… In other words, saya dikenal sebagai dosen dengan senyum dan pertanyaan yang sungguh intimidatif bagi mahasiswa yang disidang. Padahal perasaan saya nanyanya gitu-gitu aja kooook :D.

Anyway, jadi inget. Ada satu naskah yang harus say abaca untuk diujikan hari Selasa nanti.
I’m outta here for now!

Jumat, 01 Januari 2010

Another (New) Year *and other unrelated things*

So. It’s 2010 now. Beuh, udah tahun baru lagi. Udah mesti ganti kalender lagi. Oh iya, sampai lupa… Selamat Tahun Baru semuanyaaaaa!!! Halah. Mestinya itu mah kalimat pembuka ya? Well, to tell you the truth, for the last 3-4 years, I seem to lose the interest to New Year’s Eve. Ga tau kenapa, perasaan mah lempeng aja kalo Tahun Baru. It’s just another year that pass by, followed with another year. That’s it. Bukannya saya ga optimis, bukan berarti ga berharap akan tahun yang lebih baik. Tapi kenapa mesti nunggu pas Tahun Baru doang sih? Akhahakahahaha… Now it sounds that I am as sceptic as I can be. To be fair, semua orang perlu momentum. Bagi banyak orang, mungkin momentum buat memulai harapan baru *or to use the popular term: to have a resolution* adalah ya pas Tahun Baru ini. Saya? Kalo inget. Akahahahaha… Sering kok ingetnyaaa…. Ngelakuinnya doang yang patut dipertanyain nih.

Well, enough with NYE, resolution and things. Paling enggak, pas Tahun Baru, film di TV jadi bagus-bagus. Dan syukurlah, RCTI tidak memutar Ada Apa dengan Cinta atau 30 Hari Mencari Cinta untuk yang ke seratus tiga puluh empat kalinya… :D. Tapi kok ya Baby’s Day Out itu diputar lagi yaaaaaa???
Tahun lalu mah saya inget, di RCTI yang diputar Harry Potter and the Goblet of Fire. Tahun ini film tahun barunya lumayan.. Tadi saya habis nonton King. Dan, ada HARYANTO ARBI!!! Histeria jayalah saya… Sumpah, jadi bener-bener kangen jaman Indonesia masih jagoannya bulutangkis dunia. Zaman-zama Pandawa Lima: Joko Supriyanto – Hariyanto Arbi – Alan Budikusuma – Ardy B. Wiranata plus satu orang lagi yang sedang saya inget-inget namanya… Masih ada Ricky-Rexy, Finrasih-Lili Tampi. Beuh, pokoknya mah, jama itu, nonton badminton itu adalah hal paling seru dan menegangkan sejagad raya.

Selain nonton film di TV, seminggu terakhir di 2009 saya gunakan untuk marathon ngabisin DVD “America’s Next Top Model”. Saya kemaren beli 3 season, season 7, 10 dan 13. Adanya kemaren cuma itu sih. Tyra Banks itu memang keren ya. A real supermodel. Ga jauh beda lah ama saya kalo saya terjerembab ke dunia modeling.




Setelah saya baca lagi, kok isi postingan ini rada ga nyambung dengan tema Tahun Baru ya? Malah ngomongin tontonan dan TV. Ya udahlah, sekalian aja. Mari membahas salah satu tontonan TV sejuta umat: Infotainment! Beberapa tahun yang lalu kan pernah tuh infotainment mau dikategorikan “haram”. Denger-denger sekarang klaim itu didengungkan kembali ya? Oh puhliiiizzzz….!!! Mending fatwa haram rokok tuh yang diurusin! Pengen ketawa saya denger bahwa infotainment itu mau dicap haram. Let’s make it fair deh… Beberapa infotainment memang isi beritanya cenderung memojokkan seleb dan udah rada beraura kasih, eh, aura fitnah gitu. Nah, kalo itu, bolehlah dilarang. Cara pemberitaan dan narasi yang lebay tralala emang suka bikin kesel. Yang dengernya aja berasa mau nimpuk yang bikin berita. Apa lagi yang diberitakan ya? Tapi apakah setiap episode infotainment isinya gitu? Enggak kan? Enggak kan? Saya bukannya ngebelain infotainment. Tapi saya berbicara sebagai orang yang kerjaannya kalo sore ngopi-ngopi sambil nonton Cek dan Ricek, atau sarapan pagi hari sambil nonton Insert. Kadang-kadang malah kalo lagi ga ada skandal yang bisa diekspos, isi infotainment suka tipe berita yang membuat saya mengangkat alis sambil ngomong “Yeah, rite. Like I want to know.”. Misalnya, apa saja isi tas seleb yang lagi break syuting. Penting ya? And what do you expect? Nemuin ular albino dalam tas tangan mereka?
Atau ngikutin seleb yang lagi manicure-pedicure plus creambath di salon. Euh, apa serunya ngeliatin artis ABG duduk di bawah alat salon itu sambil baca majalah? Oh,well, anyway… Biarkanlah kasusnya bergulir terooosss…

Okay, enough mumbling for today, which is the first day in 2010.

Hello 2010!