(Originally written : 27 Juni 2007)
Kemarin, everything looked like pieces of puzzles that doesn’t fit each other. Tapi toh, like every other day, I finally get through it. Dan sepanjang perjalanan Banjarbaru-Banjarmasin yang penuh guncangan (entah udah berapa kali kepalaku kebentur dinding bus), gerimis perlahan. I didn’t care. I just look at the sky, just wishing that those raindrops falling from the sky will just wash and bring away my miseries…
Tapi malamnya, langit cerah dan cantik nian. Terang tersaput sedikit awan, dan ada bulan disana, ditemani gemintang. Indah. Membuatku tersebyum kembali, for I realize, that no matter how hard the rain was, the star will always be there, smiling back at me…
Ya! Itulah diriku dan sedikit romantisme yang ada padaku ini…. I don’t know what on my mind was, that I send him a message. I felt like I just want to share to someone. And he was the first one who crossed my mind at that time (Oke deh, gua ngaku… lots of times). Jadilah (dengan noraknya) aku menulis begini :
“Walaupun sore tdi hujan sepanjang bjbru-bjm,tp trnyata langit malam ini tuh baguuus banget. Ada bulan dn banyak bintang.Aq yg hri ni lg rada bad mood,berasa semangat lagi dh..Hopefully you’re feeling good too”.
Ekspektasi akan balasan darinya? Jujur, aku ga berharap apapun…Tapi lima menit kemudian…DIA BALES!!! Cihuuiiii….!!! Hehe. Seneng. Geer. Tapi cuma sebentar doang. Rasa senang melihat bahwa nama pengirim adalah dirinya langsung berubah jadi ekspresi bengong waktu baca balasannya : “Dingin2 gini, enaknya tidur!!! Malas bnget perhatikan bulan n bintang..”.
Sampai disitu saja aura romantisme malam tersebut…Hahaha…. Walaupun ada satu fakta menarik, bahwa aku dan dia sama-sama suka tidur. Howeverrrr….. Aku tetep seneng. Karena sms-sms ga penting semacam itulah yang selalu menghiburku… Bahwa karena itulah, dia ada bagi aku.
Daaaan….keesokan harinya menjadi hari yang riang gembira bagiku. Pagi yang berkabut? Ga masalah. Dioper dari taksi ke Banjarbaru? No problemo. Sarapan sendirian di lab? So what? I can always cope with that. Memang sih si kulit udang yang jadi objek penelitianku itu rada ngajak berantem, secara pH dia ga mau beranjak dari kisaran 11 – 13. Tapi dengan sedikit modifikasi yang diusulkan P’Urip (do you know something Sir, you ARE a REAL genious!!!)..ha-ha! Netral lah dirinya!!! Jelas aja bangga, mengingat selama hampir sebulan ini, K’Riza dan K’Rudi udah mulai bete ngeliat aku tanpa perasaan berdosa (Enggak kok. I DO feeling a little guilty inside) menghabiskan persediaan akuades selama 1 semester dalam waktu 2 minggu. Dengan penuh rasa sombong, kusaringlah si kitosan itu. Jadi aja sisa sepanjang hari ini aku lalui dengan tersenyum. Cengar-cengir ga jelas. Belarian kesana-kemari. The only thing that bother me tonight, cuma komentar from someone, that maybe My Enigma and I, we should try to be together. Hmm… Interestingly and absurd… Tapi jadi kepikiran….
Rabu, 04 Juli 2007
Emang Gunanya Apa Sih?
(Originaly written : 25 Juni 2007)
Aku cinta mati deh ma Friendster. Kalo ga lewat Friendster, gimana caranya coba aku bisa menemukan teman-temanku yang sekarang udah pada dimana-mana. Dari segi bakat, lewat FS juga aku mulai bisa nge-blog. Walaupun aku juga ga yakin berapa banyak dari list temen aku yang menyempatkan diri membaca blog-nya aku. Bahkan sampai sekarang aku masih terkaget-kaget kalo ada yang ngomong : ”Kan aku baca di blog-mu...!”. Whuaaa..... Ya, mending sih kalo yang baca temen-temen aku yang sejaman. Tapi tetep aja aku rada shock kalo ada mahasiswaku yang jadi ikut mengetahui how complicated my life is... Aaaaanyhooo.... aku tetep seneng kalo tau ada yang baca blog aku.
Well, actually that’s not the point. Dari sekian banyak positifnya FS, ada juga beberapa hal yang membuat aku merasa agak-agak annoyed...Walaupun bukan urusan aku, aku masih tidak paham kenapa ada sejumlah orang yang meng-add orang lain, yangbaru saja mereka kenal lewat Friendster? Perasaan tiap kali kita mau meng-add, bakal ada dialog box yang muncul untuk mengkonfirmasi tentang kebenaran hubungan kita dengan orang yang profilnya mau kita add... They didn’t make the dialog box pops up for nothing... Belum lagi kalo ada yang membiarkan comment dari orang-orang yang baru kenal itu muncul di profil, dengan kalimat-kalimat semacam : “Salam kenal”, “Thank’s for the ‘add’”, , “Aku masih sekolah, kamu udah kuliah ya?”… Well, for me….sekali lagi, for me ni ya…. Kayaknya kok ya malah membuat kita keliatan dengan desperatenya mencari-cari teman secara ga jelas di dunia maya….
Dan aku salut banget dengan orang yang bise menulis semacam ini :
“H@@yyyYY…aQ adL gAdiS manIetz y9 sukA d3n9eRin MuZik, baCa, & gW png3N ny@ri t3mEn nii33hh,,,,”
Gila, gimana caranya ngetik dengan berbagai karakter ajaib semacam itu? It took me about 5 minutes just to type a single line, dan mereka menuliskan profilnya, the whole profile, in those characters!
Lalu masalah comment dan testimonial. Some people said that no one can describe yourself better than you can, tapi banyak juga yang bilang, bahwa komentar paling jujur tentang kita comes from our friend. Gua setuju sekaligus dengan kedua pendapat tersebut (jangan diprotes. I’m not in the mood untuk didebat). Jadi salah satu cara bagi aku untuk mengenali suatu profil di FS adalah dengan melihat kolom Testimonial dan Commentnya. However… Kayaknya sebagian besar dari comment dan testimonial tersebut isinya malah cuma : “Hai, apa kabar”, “Iya nih, kapan pulang”, “Lagi pusing nih, banyak kerjaan”. “Ya jelaslah masih ingat sama kamu. Kamu sekarang dimana?”. What? I can’t considered those statement neither as testimonial nor comments on someone… Comment apaan? Emang kata-kata “Apa kabar” bisa menggambarkan bagaimana pendapat kita tentang seseorang? Kayaknya enggak deeehhh....
Maksud aku, hey, fasilitas “Messages” yang ada di FS lalu apa kabar dong… Terus, sebagian besar orang banyak yang dengan manisnya mengisi kolom Comment tersebut dengan gambar-gambar. Hmm.... I know, a picture speaks a thousand words. Tapi gambar-gambar tersebut juga perlu waktu loading yang 1000x lebih lama dibandingkan teks biasa!!!! Okelah bagi orang-orang yang secara beruntung bia memiliki akses berkecepatan tinggi. Tapi aku dengan komputerku yang loading internetnya harus agak dipaksa ini… Aku bawaaannya jadi suka emosi aja kalo mesti menunggu suatu profil terbuka dengan malas-malasan, secara profil tersebut penuh dengan gambar-gambar anime, bunga, teddy bears, or other cute things, yang sebenernya jelas TIDAK menggambarkan si pemilik profil sama sekali…
Bukan berarti aku ga suka dapet comment dari orang lain for my profile, tapi secara aku orang yang cukup simetris dalam berbagai hal, I find that having REAL comments on my profile is more ...well...acceptable…Just can’t find the right word to describe….
Aku cinta mati deh ma Friendster. Kalo ga lewat Friendster, gimana caranya coba aku bisa menemukan teman-temanku yang sekarang udah pada dimana-mana. Dari segi bakat, lewat FS juga aku mulai bisa nge-blog. Walaupun aku juga ga yakin berapa banyak dari list temen aku yang menyempatkan diri membaca blog-nya aku. Bahkan sampai sekarang aku masih terkaget-kaget kalo ada yang ngomong : ”Kan aku baca di blog-mu...!”. Whuaaa..... Ya, mending sih kalo yang baca temen-temen aku yang sejaman. Tapi tetep aja aku rada shock kalo ada mahasiswaku yang jadi ikut mengetahui how complicated my life is... Aaaaanyhooo.... aku tetep seneng kalo tau ada yang baca blog aku.
Well, actually that’s not the point. Dari sekian banyak positifnya FS, ada juga beberapa hal yang membuat aku merasa agak-agak annoyed...Walaupun bukan urusan aku, aku masih tidak paham kenapa ada sejumlah orang yang meng-add orang lain, yangbaru saja mereka kenal lewat Friendster? Perasaan tiap kali kita mau meng-add, bakal ada dialog box yang muncul untuk mengkonfirmasi tentang kebenaran hubungan kita dengan orang yang profilnya mau kita add... They didn’t make the dialog box pops up for nothing... Belum lagi kalo ada yang membiarkan comment dari orang-orang yang baru kenal itu muncul di profil, dengan kalimat-kalimat semacam : “Salam kenal”, “Thank’s for the ‘add’”, , “Aku masih sekolah, kamu udah kuliah ya?”… Well, for me….sekali lagi, for me ni ya…. Kayaknya kok ya malah membuat kita keliatan dengan desperatenya mencari-cari teman secara ga jelas di dunia maya….
Dan aku salut banget dengan orang yang bise menulis semacam ini :
“H@@yyyYY…aQ adL gAdiS manIetz y9 sukA d3n9eRin MuZik, baCa, & gW png3N ny@ri t3mEn nii33hh,,,,”
Gila, gimana caranya ngetik dengan berbagai karakter ajaib semacam itu? It took me about 5 minutes just to type a single line, dan mereka menuliskan profilnya, the whole profile, in those characters!
Lalu masalah comment dan testimonial. Some people said that no one can describe yourself better than you can, tapi banyak juga yang bilang, bahwa komentar paling jujur tentang kita comes from our friend. Gua setuju sekaligus dengan kedua pendapat tersebut (jangan diprotes. I’m not in the mood untuk didebat). Jadi salah satu cara bagi aku untuk mengenali suatu profil di FS adalah dengan melihat kolom Testimonial dan Commentnya. However… Kayaknya sebagian besar dari comment dan testimonial tersebut isinya malah cuma : “Hai, apa kabar”, “Iya nih, kapan pulang”, “Lagi pusing nih, banyak kerjaan”. “Ya jelaslah masih ingat sama kamu. Kamu sekarang dimana?”. What? I can’t considered those statement neither as testimonial nor comments on someone… Comment apaan? Emang kata-kata “Apa kabar” bisa menggambarkan bagaimana pendapat kita tentang seseorang? Kayaknya enggak deeehhh....
Maksud aku, hey, fasilitas “Messages” yang ada di FS lalu apa kabar dong… Terus, sebagian besar orang banyak yang dengan manisnya mengisi kolom Comment tersebut dengan gambar-gambar. Hmm.... I know, a picture speaks a thousand words. Tapi gambar-gambar tersebut juga perlu waktu loading yang 1000x lebih lama dibandingkan teks biasa!!!! Okelah bagi orang-orang yang secara beruntung bia memiliki akses berkecepatan tinggi. Tapi aku dengan komputerku yang loading internetnya harus agak dipaksa ini… Aku bawaaannya jadi suka emosi aja kalo mesti menunggu suatu profil terbuka dengan malas-malasan, secara profil tersebut penuh dengan gambar-gambar anime, bunga, teddy bears, or other cute things, yang sebenernya jelas TIDAK menggambarkan si pemilik profil sama sekali…
Bukan berarti aku ga suka dapet comment dari orang lain for my profile, tapi secara aku orang yang cukup simetris dalam berbagai hal, I find that having REAL comments on my profile is more ...well...acceptable…Just can’t find the right word to describe….
Langganan:
Postingan (Atom)
Rabu, 04 Juli 2007
Tralala…Trilili…
(Originally written : 27 Juni 2007)
Kemarin, everything looked like pieces of puzzles that doesn’t fit each other. Tapi toh, like every other day, I finally get through it. Dan sepanjang perjalanan Banjarbaru-Banjarmasin yang penuh guncangan (entah udah berapa kali kepalaku kebentur dinding bus), gerimis perlahan. I didn’t care. I just look at the sky, just wishing that those raindrops falling from the sky will just wash and bring away my miseries…
Tapi malamnya, langit cerah dan cantik nian. Terang tersaput sedikit awan, dan ada bulan disana, ditemani gemintang. Indah. Membuatku tersebyum kembali, for I realize, that no matter how hard the rain was, the star will always be there, smiling back at me…
Ya! Itulah diriku dan sedikit romantisme yang ada padaku ini…. I don’t know what on my mind was, that I send him a message. I felt like I just want to share to someone. And he was the first one who crossed my mind at that time (Oke deh, gua ngaku… lots of times). Jadilah (dengan noraknya) aku menulis begini :
“Walaupun sore tdi hujan sepanjang bjbru-bjm,tp trnyata langit malam ini tuh baguuus banget. Ada bulan dn banyak bintang.Aq yg hri ni lg rada bad mood,berasa semangat lagi dh..Hopefully you’re feeling good too”.
Ekspektasi akan balasan darinya? Jujur, aku ga berharap apapun…Tapi lima menit kemudian…DIA BALES!!! Cihuuiiii….!!! Hehe. Seneng. Geer. Tapi cuma sebentar doang. Rasa senang melihat bahwa nama pengirim adalah dirinya langsung berubah jadi ekspresi bengong waktu baca balasannya : “Dingin2 gini, enaknya tidur!!! Malas bnget perhatikan bulan n bintang..”.
Sampai disitu saja aura romantisme malam tersebut…Hahaha…. Walaupun ada satu fakta menarik, bahwa aku dan dia sama-sama suka tidur. Howeverrrr….. Aku tetep seneng. Karena sms-sms ga penting semacam itulah yang selalu menghiburku… Bahwa karena itulah, dia ada bagi aku.
Daaaan….keesokan harinya menjadi hari yang riang gembira bagiku. Pagi yang berkabut? Ga masalah. Dioper dari taksi ke Banjarbaru? No problemo. Sarapan sendirian di lab? So what? I can always cope with that. Memang sih si kulit udang yang jadi objek penelitianku itu rada ngajak berantem, secara pH dia ga mau beranjak dari kisaran 11 – 13. Tapi dengan sedikit modifikasi yang diusulkan P’Urip (do you know something Sir, you ARE a REAL genious!!!)..ha-ha! Netral lah dirinya!!! Jelas aja bangga, mengingat selama hampir sebulan ini, K’Riza dan K’Rudi udah mulai bete ngeliat aku tanpa perasaan berdosa (Enggak kok. I DO feeling a little guilty inside) menghabiskan persediaan akuades selama 1 semester dalam waktu 2 minggu. Dengan penuh rasa sombong, kusaringlah si kitosan itu. Jadi aja sisa sepanjang hari ini aku lalui dengan tersenyum. Cengar-cengir ga jelas. Belarian kesana-kemari. The only thing that bother me tonight, cuma komentar from someone, that maybe My Enigma and I, we should try to be together. Hmm… Interestingly and absurd… Tapi jadi kepikiran….
Kemarin, everything looked like pieces of puzzles that doesn’t fit each other. Tapi toh, like every other day, I finally get through it. Dan sepanjang perjalanan Banjarbaru-Banjarmasin yang penuh guncangan (entah udah berapa kali kepalaku kebentur dinding bus), gerimis perlahan. I didn’t care. I just look at the sky, just wishing that those raindrops falling from the sky will just wash and bring away my miseries…
Tapi malamnya, langit cerah dan cantik nian. Terang tersaput sedikit awan, dan ada bulan disana, ditemani gemintang. Indah. Membuatku tersebyum kembali, for I realize, that no matter how hard the rain was, the star will always be there, smiling back at me…
Ya! Itulah diriku dan sedikit romantisme yang ada padaku ini…. I don’t know what on my mind was, that I send him a message. I felt like I just want to share to someone. And he was the first one who crossed my mind at that time (Oke deh, gua ngaku… lots of times). Jadilah (dengan noraknya) aku menulis begini :
“Walaupun sore tdi hujan sepanjang bjbru-bjm,tp trnyata langit malam ini tuh baguuus banget. Ada bulan dn banyak bintang.Aq yg hri ni lg rada bad mood,berasa semangat lagi dh..Hopefully you’re feeling good too”.
Ekspektasi akan balasan darinya? Jujur, aku ga berharap apapun…Tapi lima menit kemudian…DIA BALES!!! Cihuuiiii….!!! Hehe. Seneng. Geer. Tapi cuma sebentar doang. Rasa senang melihat bahwa nama pengirim adalah dirinya langsung berubah jadi ekspresi bengong waktu baca balasannya : “Dingin2 gini, enaknya tidur!!! Malas bnget perhatikan bulan n bintang..”.
Sampai disitu saja aura romantisme malam tersebut…Hahaha…. Walaupun ada satu fakta menarik, bahwa aku dan dia sama-sama suka tidur. Howeverrrr….. Aku tetep seneng. Karena sms-sms ga penting semacam itulah yang selalu menghiburku… Bahwa karena itulah, dia ada bagi aku.
Daaaan….keesokan harinya menjadi hari yang riang gembira bagiku. Pagi yang berkabut? Ga masalah. Dioper dari taksi ke Banjarbaru? No problemo. Sarapan sendirian di lab? So what? I can always cope with that. Memang sih si kulit udang yang jadi objek penelitianku itu rada ngajak berantem, secara pH dia ga mau beranjak dari kisaran 11 – 13. Tapi dengan sedikit modifikasi yang diusulkan P’Urip (do you know something Sir, you ARE a REAL genious!!!)..ha-ha! Netral lah dirinya!!! Jelas aja bangga, mengingat selama hampir sebulan ini, K’Riza dan K’Rudi udah mulai bete ngeliat aku tanpa perasaan berdosa (Enggak kok. I DO feeling a little guilty inside) menghabiskan persediaan akuades selama 1 semester dalam waktu 2 minggu. Dengan penuh rasa sombong, kusaringlah si kitosan itu. Jadi aja sisa sepanjang hari ini aku lalui dengan tersenyum. Cengar-cengir ga jelas. Belarian kesana-kemari. The only thing that bother me tonight, cuma komentar from someone, that maybe My Enigma and I, we should try to be together. Hmm… Interestingly and absurd… Tapi jadi kepikiran….
Emang Gunanya Apa Sih?
(Originaly written : 25 Juni 2007)
Aku cinta mati deh ma Friendster. Kalo ga lewat Friendster, gimana caranya coba aku bisa menemukan teman-temanku yang sekarang udah pada dimana-mana. Dari segi bakat, lewat FS juga aku mulai bisa nge-blog. Walaupun aku juga ga yakin berapa banyak dari list temen aku yang menyempatkan diri membaca blog-nya aku. Bahkan sampai sekarang aku masih terkaget-kaget kalo ada yang ngomong : ”Kan aku baca di blog-mu...!”. Whuaaa..... Ya, mending sih kalo yang baca temen-temen aku yang sejaman. Tapi tetep aja aku rada shock kalo ada mahasiswaku yang jadi ikut mengetahui how complicated my life is... Aaaaanyhooo.... aku tetep seneng kalo tau ada yang baca blog aku.
Well, actually that’s not the point. Dari sekian banyak positifnya FS, ada juga beberapa hal yang membuat aku merasa agak-agak annoyed...Walaupun bukan urusan aku, aku masih tidak paham kenapa ada sejumlah orang yang meng-add orang lain, yangbaru saja mereka kenal lewat Friendster? Perasaan tiap kali kita mau meng-add, bakal ada dialog box yang muncul untuk mengkonfirmasi tentang kebenaran hubungan kita dengan orang yang profilnya mau kita add... They didn’t make the dialog box pops up for nothing... Belum lagi kalo ada yang membiarkan comment dari orang-orang yang baru kenal itu muncul di profil, dengan kalimat-kalimat semacam : “Salam kenal”, “Thank’s for the ‘add’”, , “Aku masih sekolah, kamu udah kuliah ya?”… Well, for me….sekali lagi, for me ni ya…. Kayaknya kok ya malah membuat kita keliatan dengan desperatenya mencari-cari teman secara ga jelas di dunia maya….
Dan aku salut banget dengan orang yang bise menulis semacam ini :
“H@@yyyYY…aQ adL gAdiS manIetz y9 sukA d3n9eRin MuZik, baCa, & gW png3N ny@ri t3mEn nii33hh,,,,”
Gila, gimana caranya ngetik dengan berbagai karakter ajaib semacam itu? It took me about 5 minutes just to type a single line, dan mereka menuliskan profilnya, the whole profile, in those characters!
Lalu masalah comment dan testimonial. Some people said that no one can describe yourself better than you can, tapi banyak juga yang bilang, bahwa komentar paling jujur tentang kita comes from our friend. Gua setuju sekaligus dengan kedua pendapat tersebut (jangan diprotes. I’m not in the mood untuk didebat). Jadi salah satu cara bagi aku untuk mengenali suatu profil di FS adalah dengan melihat kolom Testimonial dan Commentnya. However… Kayaknya sebagian besar dari comment dan testimonial tersebut isinya malah cuma : “Hai, apa kabar”, “Iya nih, kapan pulang”, “Lagi pusing nih, banyak kerjaan”. “Ya jelaslah masih ingat sama kamu. Kamu sekarang dimana?”. What? I can’t considered those statement neither as testimonial nor comments on someone… Comment apaan? Emang kata-kata “Apa kabar” bisa menggambarkan bagaimana pendapat kita tentang seseorang? Kayaknya enggak deeehhh....
Maksud aku, hey, fasilitas “Messages” yang ada di FS lalu apa kabar dong… Terus, sebagian besar orang banyak yang dengan manisnya mengisi kolom Comment tersebut dengan gambar-gambar. Hmm.... I know, a picture speaks a thousand words. Tapi gambar-gambar tersebut juga perlu waktu loading yang 1000x lebih lama dibandingkan teks biasa!!!! Okelah bagi orang-orang yang secara beruntung bia memiliki akses berkecepatan tinggi. Tapi aku dengan komputerku yang loading internetnya harus agak dipaksa ini… Aku bawaaannya jadi suka emosi aja kalo mesti menunggu suatu profil terbuka dengan malas-malasan, secara profil tersebut penuh dengan gambar-gambar anime, bunga, teddy bears, or other cute things, yang sebenernya jelas TIDAK menggambarkan si pemilik profil sama sekali…
Bukan berarti aku ga suka dapet comment dari orang lain for my profile, tapi secara aku orang yang cukup simetris dalam berbagai hal, I find that having REAL comments on my profile is more ...well...acceptable…Just can’t find the right word to describe….
Aku cinta mati deh ma Friendster. Kalo ga lewat Friendster, gimana caranya coba aku bisa menemukan teman-temanku yang sekarang udah pada dimana-mana. Dari segi bakat, lewat FS juga aku mulai bisa nge-blog. Walaupun aku juga ga yakin berapa banyak dari list temen aku yang menyempatkan diri membaca blog-nya aku. Bahkan sampai sekarang aku masih terkaget-kaget kalo ada yang ngomong : ”Kan aku baca di blog-mu...!”. Whuaaa..... Ya, mending sih kalo yang baca temen-temen aku yang sejaman. Tapi tetep aja aku rada shock kalo ada mahasiswaku yang jadi ikut mengetahui how complicated my life is... Aaaaanyhooo.... aku tetep seneng kalo tau ada yang baca blog aku.
Well, actually that’s not the point. Dari sekian banyak positifnya FS, ada juga beberapa hal yang membuat aku merasa agak-agak annoyed...Walaupun bukan urusan aku, aku masih tidak paham kenapa ada sejumlah orang yang meng-add orang lain, yangbaru saja mereka kenal lewat Friendster? Perasaan tiap kali kita mau meng-add, bakal ada dialog box yang muncul untuk mengkonfirmasi tentang kebenaran hubungan kita dengan orang yang profilnya mau kita add... They didn’t make the dialog box pops up for nothing... Belum lagi kalo ada yang membiarkan comment dari orang-orang yang baru kenal itu muncul di profil, dengan kalimat-kalimat semacam : “Salam kenal”, “Thank’s for the ‘add’”, , “Aku masih sekolah, kamu udah kuliah ya?”… Well, for me….sekali lagi, for me ni ya…. Kayaknya kok ya malah membuat kita keliatan dengan desperatenya mencari-cari teman secara ga jelas di dunia maya….
Dan aku salut banget dengan orang yang bise menulis semacam ini :
“H@@yyyYY…aQ adL gAdiS manIetz y9 sukA d3n9eRin MuZik, baCa, & gW png3N ny@ri t3mEn nii33hh,,,,”
Gila, gimana caranya ngetik dengan berbagai karakter ajaib semacam itu? It took me about 5 minutes just to type a single line, dan mereka menuliskan profilnya, the whole profile, in those characters!
Lalu masalah comment dan testimonial. Some people said that no one can describe yourself better than you can, tapi banyak juga yang bilang, bahwa komentar paling jujur tentang kita comes from our friend. Gua setuju sekaligus dengan kedua pendapat tersebut (jangan diprotes. I’m not in the mood untuk didebat). Jadi salah satu cara bagi aku untuk mengenali suatu profil di FS adalah dengan melihat kolom Testimonial dan Commentnya. However… Kayaknya sebagian besar dari comment dan testimonial tersebut isinya malah cuma : “Hai, apa kabar”, “Iya nih, kapan pulang”, “Lagi pusing nih, banyak kerjaan”. “Ya jelaslah masih ingat sama kamu. Kamu sekarang dimana?”. What? I can’t considered those statement neither as testimonial nor comments on someone… Comment apaan? Emang kata-kata “Apa kabar” bisa menggambarkan bagaimana pendapat kita tentang seseorang? Kayaknya enggak deeehhh....
Maksud aku, hey, fasilitas “Messages” yang ada di FS lalu apa kabar dong… Terus, sebagian besar orang banyak yang dengan manisnya mengisi kolom Comment tersebut dengan gambar-gambar. Hmm.... I know, a picture speaks a thousand words. Tapi gambar-gambar tersebut juga perlu waktu loading yang 1000x lebih lama dibandingkan teks biasa!!!! Okelah bagi orang-orang yang secara beruntung bia memiliki akses berkecepatan tinggi. Tapi aku dengan komputerku yang loading internetnya harus agak dipaksa ini… Aku bawaaannya jadi suka emosi aja kalo mesti menunggu suatu profil terbuka dengan malas-malasan, secara profil tersebut penuh dengan gambar-gambar anime, bunga, teddy bears, or other cute things, yang sebenernya jelas TIDAK menggambarkan si pemilik profil sama sekali…
Bukan berarti aku ga suka dapet comment dari orang lain for my profile, tapi secara aku orang yang cukup simetris dalam berbagai hal, I find that having REAL comments on my profile is more ...well...acceptable…Just can’t find the right word to describe….
Langganan:
Postingan (Atom)