Duhai para penggemar musik Indonesia, terutama para penggemar band yang satu ini, maafkanlah daku, tapi aku bener-bener jijai bajai sama suatu band yang entah dengan alasan apa lagi ngetop abis : Kangen Band. Tuh kan, dari namanya juga sebenernya udah agak meragukan, kenapa band ini bisa terkenal. Tapi percaya ato enggak, Kangen Band dengan lagu-lagunya tuh denger-denger udah dapet platinum lho! Pertama kali denger lagunya, aku langsung mengerutkan kening, karena bagi aku, lagu itu sangat tidak jelas mau ke arah lagu pop, melayu, atau sebetulnya lebih diarahkan bukan untuk jadi lagu, tapi sebagai suatu ratapan? Aduh, sorri banget ya buat yang suka sama lagu Antara Aku, Kau dan Dia, tapi buat aku...lagu itu definetely will not be on My Playlist, sampai kapanpun. Suara vokalisnya pun juga ga bisa dikategorikan yang gimana banget... dan keherananku akan keterkenalan band yang satu ini semakin bertambah saat pertama kali ngeliat videoklipnya. Alasan bahwa kengetop-an mereka semata karena tampang para personil (yang biasanya jadi salah satu alasan kenapa suatu band bisa terkenal banget walopun secara kualitas musik terkategorikan sebagai STD) langsung tercoret. Dua kali. Pake tinta merah. Wah, bahkan sampai Rizal Mantovani pun (emang bener ga sih Rizal yang itu yang bikin videoklipnya?) masih gagal menaikkan nilai daya jual mereka. Tapi setelah aku baca profil mereka di Kompas, aku jadi mencoba berprasangka baik. Mungkin rakyat pencinta musik Indonesia masih punya hati nurani, sehingga terlalu baik hati untuk tidak bisa ngefans sama gabungan tukang cendol, kuli bangunan, tukang jualan sandal dan tukang gado-gado. Secara nge-fans sama mereka kayaknya tidak mudah untuk bisa dilakukan, mungkin nge-fans sama mereka merupakan pencapaian tersendiri kali ya, karena nyaris tidak mungkin untuk dilakukan.
Oke, aku sekitar 2 jam yang lalu baru saja berjanji untuk mengurangi frekuensi bikin dosa lewat nyela orang, maka mari meninggalkan deskripsi tentang Kangen Band, karena ngomongin mereka bagiku adalah ladang subur untuk mengeluarkan stok celaan.
Aku sama Ita, walopun sodaraan, kadang-kadang masih suka beda dalam hal selera musik. Si Ita suka banget sama Tompi, dan aku cuma denger ala kadarnya aja. Di sisi lain, Ita ga tahan dengerin Linkin Park, sementara lirik lagu Linkin Park malah dengan gagahnya tercantum di halaman persembahan skripsiku. Ita lebih memilih rileks sambil dengerin lagu-lagu Ten To Five, sementara aku lebih memilih dengerin lagunya Ungu. Tapi...untuk soal Kangen Band ini, kami saingan soal mencela-cela mereka. Kita sama-sama menganggap bahwa prestasi Platinum yang diperoleh Kangen Band, adalah betul-betul suatu keajaiban yang mencengangkan dan tidak dapat dijelaskan secara logika.
Nah, yang jadi masalah adalah, pada tanggal 24 Agustus kemaren (salah satu tanggal yang akan kuanggap sebagai noda hitam dalam sejarah hidupku) aku dapet sms dari Customer Service-nya ProXL, yang sama sekali tidak punya firasat apapun bahwa apa yang dia sampaikan adalah nestapa bagiku. Isi sms-nya adalah, aku berhak mendapat fasilitas Ring Back Tone (demi alasan kepraktisan, selanjutnya akan dituliskan sebagai RBT saja) gratis selama 30 hari ke depan, dengan lagu Antara Aku, Kau dan Dia, dari Kangen Band. Waktu nerima sms itu, aku masih dalam angkot, dan aku langsung mau loncat ke jalan aja saking terpukulnya. Yikeeesss!!!! Mau ditaruh dimana harga diri, integritas dan eksistensiku, kalo sampai setiap kali ada orang yang menelfon aku, mereka harus mendengar rombongan lenong itu dengan mendayu-dayu meratap : ”Sudah lupakan saja...cerita antara aku, kau dan diaaaaa...”. Aku pecinta segala sesuatu yang berhubungan dengan diskon, sale, apalagi gratisan. Tapi gratisan yang satu ini bener-bener ENGGAK banget, bikin bete, ilfil, dan membawa nestapa!!! Aku diiringi rasa sedih dan sakit hati yang mendalam langsung mengabarkan berita duka itu ke Ita, lengkap dengan forward-an sms pembawa berita duka itu. Keputusan yang salah. Karena Ita langsung nelfon ke nomer XL ku...dan ngakak abis begitu aku ngangkat telfon... ” Gua berasa lagi nelfon golongan manaaaa...gitu lho Mi...” kata Ita dengan nada puas dan penuh kemenangan. Jelas aja dia bahagia, karena sekarang dia punya bahan celaan sampai tiga tahun ke depan. Eh, enggak ding. Sampai tiga belas tahun ke depan malah. Aku langsung mengikuti langkah-langkah berhenti berlangganan RBT yang satu itu, dan menggantinya dengan lagu Repvblik, yang jauh lebih beradab. Tolong ya, selama ini NSP aku untuk nomer Simpati aku tuh lagu-lagu yang terpilih melalui seleksi ketat berdasarkan tingkat ke-hits-an lagu itu di masyarakat luas dan kadar kecocokan lagu yang bersangkutan dengan suasana hatiku saat itu. NSP-ku itu lagu-lagu pilihaaaannnn!!!!! Kok ya begitu aku pake nomer XL, dengan seenaknya mereka memutuskan RBT yang cocok adalah lagu yang satu itu.....Gimana ga aku ganti, coba!
Tapi sia-sia aja, satu-satunya orang yang pernah mendengar lagu sialan itu sebagai RBT-ku adalah Ita. Yang akan memastikan sampai 2 generasi yang akan datang, dia tidak akan pernah lupa bahwa saat ring tone ku untuk panggilan masuk adalah lagu My Love dari Justin Timberlake, dan nada untuk sms masuk adalah Bring Me To Life dari Evanescence, aku pernah didampingi RBT dari Kangen Band....
Sebagai catatan, NSP untuk nomer Simpati ku saat ini adalah Ungu - Di Sini Untukmu, dan untuk nomer XL ku RBT yang aktif saat ini adalah Repvblik - Hanya Ingin Kau Tahu.
Rabu, 29 Agustus 2007
Sebentar Lagi Datang Lagi...
(Originally written : 28 Agustus)
Hari ini (alias 28 Agustus 2007, waktu aku mengetik posting ini di laptopku tersayang) Nisfu Sya’ban. Artinya sekitar 2 minggu lagi Sya’ban habis...dan Ramadhan datang!!! Secara di Kalsel tu aura religiusnya masih kental banget, bahkan nuansa Nisfu juga udah terasa. Orang-orang pada puasa, warung-warung pada tutup... Aku? Hehehe.... sebenernya sih sudah terlintas niat mulia untuk puasa. Bukan dalam rangka Nisfu-nya sih...lebih ke arah bayar hutang puasa aku yang sebenernya tinggal 3 hari tapi ga kebayar-bayar juga. Apalagi temen-temenku pada ngirim sms menjelang Nisfu gitu... Haduh, tapi apa daya bakat insomnia (emang insomnia bisa dikategorikan bakat, gitu??) aku tadi malam kambuh lagi. Jadi aja aku ngelamun dan bengong di depan laptop sampai jam 01.30, hingga dengan suksesnya waktu buat saur aku lewati dalam keadaan tidur. Dan sekarang, aku lagi jadi kaum minoritas. Karena di PS, di lab, sebagian besar orang pada puasa. Hiks, jadi mau makan siang ga enak aja rasanya... Jadi malu sendiri... nyaris aja aku kuat-kuatin buat ga makan sekalian sampai pulang ke Banjar nanti... tapi...begitu ada mahasiswa ngajakin makan...hehehe... Lho, daripada aku pingsan lagi di lab, coba??
Tapi jadi mikir euy... waduh, udah mau mulai puasa lagi nihhh.... akunya udah siap belum ya? Bukan soal ke masalah pola makan aja sih, tapi lebih ke masalah kelakuan kali ya... Apalagi aku kan anaknya gini banget... Punya refleks yang sangat bagus untuk mencela orang begitu menemukan hal layak cela. Dan sekarang aku punya waktu tinggal 2 minggu lagi untuk mempersiapkan diri manjadi orang yang lebih baik menyambut Ramadhan kali ini...
Hhhh... Alhamdulillah, Ramadhan tahun ini masih bisa bareng sama keluarga. Itulah mungkin satu lagi alasan kenapa aku masih belum dibolehkan berangkat ke Aussie sama Tuhan. Supaya aku masih bisa merasakan dibangunin saur sama Mama, masih bisa makan bubur ayamnya Paman Isur buat buka puasa, masih bisa makan kue lam, laksa, bingka kentang, lapis daging, dan kue-kue lain yang secara ajaib cuma muncul di bulan Ramadhan.
Iya euy..salah satu hal yang paling aku suka dari tradisi Banjar adalah nuansa religiusnya yang masih kuat banget.. Kebayang nggak sih, kalo di daerah lain kayaknya Nisfu Sya’ban ya lewat gitu aja... tapi kalo disini sih berasa banget deh. Apalagi pas bulan Ramadhannya. Makanya puasa tuh paling enak di Banjar. Suasananya kondusif. Kalo di kota lain, pas ga puasa mungkin ga kentara banget, tapi kalo di Banjar, malu... Mau makan siang juga susah, secara sebagian besar banget dari warung tuh pada tutup.
Wah, aku harus mulai nyiapin diri nihh...minta maaf sana-sini, secara dengan kejutekanku selama ini, kayaknya dosa aku ga usah diomongin lagi kali ya gedenya...
Mudah-mudahan, Ramadhan kali ini bener-bener bisa bikin aku jadi manusia yang lebih baik, as I have always wanted to...
Hari ini (alias 28 Agustus 2007, waktu aku mengetik posting ini di laptopku tersayang) Nisfu Sya’ban. Artinya sekitar 2 minggu lagi Sya’ban habis...dan Ramadhan datang!!! Secara di Kalsel tu aura religiusnya masih kental banget, bahkan nuansa Nisfu juga udah terasa. Orang-orang pada puasa, warung-warung pada tutup... Aku? Hehehe.... sebenernya sih sudah terlintas niat mulia untuk puasa. Bukan dalam rangka Nisfu-nya sih...lebih ke arah bayar hutang puasa aku yang sebenernya tinggal 3 hari tapi ga kebayar-bayar juga. Apalagi temen-temenku pada ngirim sms menjelang Nisfu gitu... Haduh, tapi apa daya bakat insomnia (emang insomnia bisa dikategorikan bakat, gitu??) aku tadi malam kambuh lagi. Jadi aja aku ngelamun dan bengong di depan laptop sampai jam 01.30, hingga dengan suksesnya waktu buat saur aku lewati dalam keadaan tidur. Dan sekarang, aku lagi jadi kaum minoritas. Karena di PS, di lab, sebagian besar orang pada puasa. Hiks, jadi mau makan siang ga enak aja rasanya... Jadi malu sendiri... nyaris aja aku kuat-kuatin buat ga makan sekalian sampai pulang ke Banjar nanti... tapi...begitu ada mahasiswa ngajakin makan...hehehe... Lho, daripada aku pingsan lagi di lab, coba??
Tapi jadi mikir euy... waduh, udah mau mulai puasa lagi nihhh.... akunya udah siap belum ya? Bukan soal ke masalah pola makan aja sih, tapi lebih ke masalah kelakuan kali ya... Apalagi aku kan anaknya gini banget... Punya refleks yang sangat bagus untuk mencela orang begitu menemukan hal layak cela. Dan sekarang aku punya waktu tinggal 2 minggu lagi untuk mempersiapkan diri manjadi orang yang lebih baik menyambut Ramadhan kali ini...
Hhhh... Alhamdulillah, Ramadhan tahun ini masih bisa bareng sama keluarga. Itulah mungkin satu lagi alasan kenapa aku masih belum dibolehkan berangkat ke Aussie sama Tuhan. Supaya aku masih bisa merasakan dibangunin saur sama Mama, masih bisa makan bubur ayamnya Paman Isur buat buka puasa, masih bisa makan kue lam, laksa, bingka kentang, lapis daging, dan kue-kue lain yang secara ajaib cuma muncul di bulan Ramadhan.
Iya euy..salah satu hal yang paling aku suka dari tradisi Banjar adalah nuansa religiusnya yang masih kuat banget.. Kebayang nggak sih, kalo di daerah lain kayaknya Nisfu Sya’ban ya lewat gitu aja... tapi kalo disini sih berasa banget deh. Apalagi pas bulan Ramadhannya. Makanya puasa tuh paling enak di Banjar. Suasananya kondusif. Kalo di kota lain, pas ga puasa mungkin ga kentara banget, tapi kalo di Banjar, malu... Mau makan siang juga susah, secara sebagian besar banget dari warung tuh pada tutup.
Wah, aku harus mulai nyiapin diri nihh...minta maaf sana-sini, secara dengan kejutekanku selama ini, kayaknya dosa aku ga usah diomongin lagi kali ya gedenya...
Mudah-mudahan, Ramadhan kali ini bener-bener bisa bikin aku jadi manusia yang lebih baik, as I have always wanted to...
Langganan:
Postingan (Atom)
Rabu, 29 Agustus 2007
Grup band yang Satu Itu
Duhai para penggemar musik Indonesia, terutama para penggemar band yang satu ini, maafkanlah daku, tapi aku bener-bener jijai bajai sama suatu band yang entah dengan alasan apa lagi ngetop abis : Kangen Band. Tuh kan, dari namanya juga sebenernya udah agak meragukan, kenapa band ini bisa terkenal. Tapi percaya ato enggak, Kangen Band dengan lagu-lagunya tuh denger-denger udah dapet platinum lho! Pertama kali denger lagunya, aku langsung mengerutkan kening, karena bagi aku, lagu itu sangat tidak jelas mau ke arah lagu pop, melayu, atau sebetulnya lebih diarahkan bukan untuk jadi lagu, tapi sebagai suatu ratapan? Aduh, sorri banget ya buat yang suka sama lagu Antara Aku, Kau dan Dia, tapi buat aku...lagu itu definetely will not be on My Playlist, sampai kapanpun. Suara vokalisnya pun juga ga bisa dikategorikan yang gimana banget... dan keherananku akan keterkenalan band yang satu ini semakin bertambah saat pertama kali ngeliat videoklipnya. Alasan bahwa kengetop-an mereka semata karena tampang para personil (yang biasanya jadi salah satu alasan kenapa suatu band bisa terkenal banget walopun secara kualitas musik terkategorikan sebagai STD) langsung tercoret. Dua kali. Pake tinta merah. Wah, bahkan sampai Rizal Mantovani pun (emang bener ga sih Rizal yang itu yang bikin videoklipnya?) masih gagal menaikkan nilai daya jual mereka. Tapi setelah aku baca profil mereka di Kompas, aku jadi mencoba berprasangka baik. Mungkin rakyat pencinta musik Indonesia masih punya hati nurani, sehingga terlalu baik hati untuk tidak bisa ngefans sama gabungan tukang cendol, kuli bangunan, tukang jualan sandal dan tukang gado-gado. Secara nge-fans sama mereka kayaknya tidak mudah untuk bisa dilakukan, mungkin nge-fans sama mereka merupakan pencapaian tersendiri kali ya, karena nyaris tidak mungkin untuk dilakukan.
Oke, aku sekitar 2 jam yang lalu baru saja berjanji untuk mengurangi frekuensi bikin dosa lewat nyela orang, maka mari meninggalkan deskripsi tentang Kangen Band, karena ngomongin mereka bagiku adalah ladang subur untuk mengeluarkan stok celaan.
Aku sama Ita, walopun sodaraan, kadang-kadang masih suka beda dalam hal selera musik. Si Ita suka banget sama Tompi, dan aku cuma denger ala kadarnya aja. Di sisi lain, Ita ga tahan dengerin Linkin Park, sementara lirik lagu Linkin Park malah dengan gagahnya tercantum di halaman persembahan skripsiku. Ita lebih memilih rileks sambil dengerin lagu-lagu Ten To Five, sementara aku lebih memilih dengerin lagunya Ungu. Tapi...untuk soal Kangen Band ini, kami saingan soal mencela-cela mereka. Kita sama-sama menganggap bahwa prestasi Platinum yang diperoleh Kangen Band, adalah betul-betul suatu keajaiban yang mencengangkan dan tidak dapat dijelaskan secara logika.
Nah, yang jadi masalah adalah, pada tanggal 24 Agustus kemaren (salah satu tanggal yang akan kuanggap sebagai noda hitam dalam sejarah hidupku) aku dapet sms dari Customer Service-nya ProXL, yang sama sekali tidak punya firasat apapun bahwa apa yang dia sampaikan adalah nestapa bagiku. Isi sms-nya adalah, aku berhak mendapat fasilitas Ring Back Tone (demi alasan kepraktisan, selanjutnya akan dituliskan sebagai RBT saja) gratis selama 30 hari ke depan, dengan lagu Antara Aku, Kau dan Dia, dari Kangen Band. Waktu nerima sms itu, aku masih dalam angkot, dan aku langsung mau loncat ke jalan aja saking terpukulnya. Yikeeesss!!!! Mau ditaruh dimana harga diri, integritas dan eksistensiku, kalo sampai setiap kali ada orang yang menelfon aku, mereka harus mendengar rombongan lenong itu dengan mendayu-dayu meratap : ”Sudah lupakan saja...cerita antara aku, kau dan diaaaaa...”. Aku pecinta segala sesuatu yang berhubungan dengan diskon, sale, apalagi gratisan. Tapi gratisan yang satu ini bener-bener ENGGAK banget, bikin bete, ilfil, dan membawa nestapa!!! Aku diiringi rasa sedih dan sakit hati yang mendalam langsung mengabarkan berita duka itu ke Ita, lengkap dengan forward-an sms pembawa berita duka itu. Keputusan yang salah. Karena Ita langsung nelfon ke nomer XL ku...dan ngakak abis begitu aku ngangkat telfon... ” Gua berasa lagi nelfon golongan manaaaa...gitu lho Mi...” kata Ita dengan nada puas dan penuh kemenangan. Jelas aja dia bahagia, karena sekarang dia punya bahan celaan sampai tiga tahun ke depan. Eh, enggak ding. Sampai tiga belas tahun ke depan malah. Aku langsung mengikuti langkah-langkah berhenti berlangganan RBT yang satu itu, dan menggantinya dengan lagu Repvblik, yang jauh lebih beradab. Tolong ya, selama ini NSP aku untuk nomer Simpati aku tuh lagu-lagu yang terpilih melalui seleksi ketat berdasarkan tingkat ke-hits-an lagu itu di masyarakat luas dan kadar kecocokan lagu yang bersangkutan dengan suasana hatiku saat itu. NSP-ku itu lagu-lagu pilihaaaannnn!!!!! Kok ya begitu aku pake nomer XL, dengan seenaknya mereka memutuskan RBT yang cocok adalah lagu yang satu itu.....Gimana ga aku ganti, coba!
Tapi sia-sia aja, satu-satunya orang yang pernah mendengar lagu sialan itu sebagai RBT-ku adalah Ita. Yang akan memastikan sampai 2 generasi yang akan datang, dia tidak akan pernah lupa bahwa saat ring tone ku untuk panggilan masuk adalah lagu My Love dari Justin Timberlake, dan nada untuk sms masuk adalah Bring Me To Life dari Evanescence, aku pernah didampingi RBT dari Kangen Band....
Sebagai catatan, NSP untuk nomer Simpati ku saat ini adalah Ungu - Di Sini Untukmu, dan untuk nomer XL ku RBT yang aktif saat ini adalah Repvblik - Hanya Ingin Kau Tahu.
Oke, aku sekitar 2 jam yang lalu baru saja berjanji untuk mengurangi frekuensi bikin dosa lewat nyela orang, maka mari meninggalkan deskripsi tentang Kangen Band, karena ngomongin mereka bagiku adalah ladang subur untuk mengeluarkan stok celaan.
Aku sama Ita, walopun sodaraan, kadang-kadang masih suka beda dalam hal selera musik. Si Ita suka banget sama Tompi, dan aku cuma denger ala kadarnya aja. Di sisi lain, Ita ga tahan dengerin Linkin Park, sementara lirik lagu Linkin Park malah dengan gagahnya tercantum di halaman persembahan skripsiku. Ita lebih memilih rileks sambil dengerin lagu-lagu Ten To Five, sementara aku lebih memilih dengerin lagunya Ungu. Tapi...untuk soal Kangen Band ini, kami saingan soal mencela-cela mereka. Kita sama-sama menganggap bahwa prestasi Platinum yang diperoleh Kangen Band, adalah betul-betul suatu keajaiban yang mencengangkan dan tidak dapat dijelaskan secara logika.
Nah, yang jadi masalah adalah, pada tanggal 24 Agustus kemaren (salah satu tanggal yang akan kuanggap sebagai noda hitam dalam sejarah hidupku) aku dapet sms dari Customer Service-nya ProXL, yang sama sekali tidak punya firasat apapun bahwa apa yang dia sampaikan adalah nestapa bagiku. Isi sms-nya adalah, aku berhak mendapat fasilitas Ring Back Tone (demi alasan kepraktisan, selanjutnya akan dituliskan sebagai RBT saja) gratis selama 30 hari ke depan, dengan lagu Antara Aku, Kau dan Dia, dari Kangen Band. Waktu nerima sms itu, aku masih dalam angkot, dan aku langsung mau loncat ke jalan aja saking terpukulnya. Yikeeesss!!!! Mau ditaruh dimana harga diri, integritas dan eksistensiku, kalo sampai setiap kali ada orang yang menelfon aku, mereka harus mendengar rombongan lenong itu dengan mendayu-dayu meratap : ”Sudah lupakan saja...cerita antara aku, kau dan diaaaaa...”. Aku pecinta segala sesuatu yang berhubungan dengan diskon, sale, apalagi gratisan. Tapi gratisan yang satu ini bener-bener ENGGAK banget, bikin bete, ilfil, dan membawa nestapa!!! Aku diiringi rasa sedih dan sakit hati yang mendalam langsung mengabarkan berita duka itu ke Ita, lengkap dengan forward-an sms pembawa berita duka itu. Keputusan yang salah. Karena Ita langsung nelfon ke nomer XL ku...dan ngakak abis begitu aku ngangkat telfon... ” Gua berasa lagi nelfon golongan manaaaa...gitu lho Mi...” kata Ita dengan nada puas dan penuh kemenangan. Jelas aja dia bahagia, karena sekarang dia punya bahan celaan sampai tiga tahun ke depan. Eh, enggak ding. Sampai tiga belas tahun ke depan malah. Aku langsung mengikuti langkah-langkah berhenti berlangganan RBT yang satu itu, dan menggantinya dengan lagu Repvblik, yang jauh lebih beradab. Tolong ya, selama ini NSP aku untuk nomer Simpati aku tuh lagu-lagu yang terpilih melalui seleksi ketat berdasarkan tingkat ke-hits-an lagu itu di masyarakat luas dan kadar kecocokan lagu yang bersangkutan dengan suasana hatiku saat itu. NSP-ku itu lagu-lagu pilihaaaannnn!!!!! Kok ya begitu aku pake nomer XL, dengan seenaknya mereka memutuskan RBT yang cocok adalah lagu yang satu itu.....Gimana ga aku ganti, coba!
Tapi sia-sia aja, satu-satunya orang yang pernah mendengar lagu sialan itu sebagai RBT-ku adalah Ita. Yang akan memastikan sampai 2 generasi yang akan datang, dia tidak akan pernah lupa bahwa saat ring tone ku untuk panggilan masuk adalah lagu My Love dari Justin Timberlake, dan nada untuk sms masuk adalah Bring Me To Life dari Evanescence, aku pernah didampingi RBT dari Kangen Band....
Sebagai catatan, NSP untuk nomer Simpati ku saat ini adalah Ungu - Di Sini Untukmu, dan untuk nomer XL ku RBT yang aktif saat ini adalah Repvblik - Hanya Ingin Kau Tahu.
Sebentar Lagi Datang Lagi...
(Originally written : 28 Agustus)
Hari ini (alias 28 Agustus 2007, waktu aku mengetik posting ini di laptopku tersayang) Nisfu Sya’ban. Artinya sekitar 2 minggu lagi Sya’ban habis...dan Ramadhan datang!!! Secara di Kalsel tu aura religiusnya masih kental banget, bahkan nuansa Nisfu juga udah terasa. Orang-orang pada puasa, warung-warung pada tutup... Aku? Hehehe.... sebenernya sih sudah terlintas niat mulia untuk puasa. Bukan dalam rangka Nisfu-nya sih...lebih ke arah bayar hutang puasa aku yang sebenernya tinggal 3 hari tapi ga kebayar-bayar juga. Apalagi temen-temenku pada ngirim sms menjelang Nisfu gitu... Haduh, tapi apa daya bakat insomnia (emang insomnia bisa dikategorikan bakat, gitu??) aku tadi malam kambuh lagi. Jadi aja aku ngelamun dan bengong di depan laptop sampai jam 01.30, hingga dengan suksesnya waktu buat saur aku lewati dalam keadaan tidur. Dan sekarang, aku lagi jadi kaum minoritas. Karena di PS, di lab, sebagian besar orang pada puasa. Hiks, jadi mau makan siang ga enak aja rasanya... Jadi malu sendiri... nyaris aja aku kuat-kuatin buat ga makan sekalian sampai pulang ke Banjar nanti... tapi...begitu ada mahasiswa ngajakin makan...hehehe... Lho, daripada aku pingsan lagi di lab, coba??
Tapi jadi mikir euy... waduh, udah mau mulai puasa lagi nihhh.... akunya udah siap belum ya? Bukan soal ke masalah pola makan aja sih, tapi lebih ke masalah kelakuan kali ya... Apalagi aku kan anaknya gini banget... Punya refleks yang sangat bagus untuk mencela orang begitu menemukan hal layak cela. Dan sekarang aku punya waktu tinggal 2 minggu lagi untuk mempersiapkan diri manjadi orang yang lebih baik menyambut Ramadhan kali ini...
Hhhh... Alhamdulillah, Ramadhan tahun ini masih bisa bareng sama keluarga. Itulah mungkin satu lagi alasan kenapa aku masih belum dibolehkan berangkat ke Aussie sama Tuhan. Supaya aku masih bisa merasakan dibangunin saur sama Mama, masih bisa makan bubur ayamnya Paman Isur buat buka puasa, masih bisa makan kue lam, laksa, bingka kentang, lapis daging, dan kue-kue lain yang secara ajaib cuma muncul di bulan Ramadhan.
Iya euy..salah satu hal yang paling aku suka dari tradisi Banjar adalah nuansa religiusnya yang masih kuat banget.. Kebayang nggak sih, kalo di daerah lain kayaknya Nisfu Sya’ban ya lewat gitu aja... tapi kalo disini sih berasa banget deh. Apalagi pas bulan Ramadhannya. Makanya puasa tuh paling enak di Banjar. Suasananya kondusif. Kalo di kota lain, pas ga puasa mungkin ga kentara banget, tapi kalo di Banjar, malu... Mau makan siang juga susah, secara sebagian besar banget dari warung tuh pada tutup.
Wah, aku harus mulai nyiapin diri nihh...minta maaf sana-sini, secara dengan kejutekanku selama ini, kayaknya dosa aku ga usah diomongin lagi kali ya gedenya...
Mudah-mudahan, Ramadhan kali ini bener-bener bisa bikin aku jadi manusia yang lebih baik, as I have always wanted to...
Hari ini (alias 28 Agustus 2007, waktu aku mengetik posting ini di laptopku tersayang) Nisfu Sya’ban. Artinya sekitar 2 minggu lagi Sya’ban habis...dan Ramadhan datang!!! Secara di Kalsel tu aura religiusnya masih kental banget, bahkan nuansa Nisfu juga udah terasa. Orang-orang pada puasa, warung-warung pada tutup... Aku? Hehehe.... sebenernya sih sudah terlintas niat mulia untuk puasa. Bukan dalam rangka Nisfu-nya sih...lebih ke arah bayar hutang puasa aku yang sebenernya tinggal 3 hari tapi ga kebayar-bayar juga. Apalagi temen-temenku pada ngirim sms menjelang Nisfu gitu... Haduh, tapi apa daya bakat insomnia (emang insomnia bisa dikategorikan bakat, gitu??) aku tadi malam kambuh lagi. Jadi aja aku ngelamun dan bengong di depan laptop sampai jam 01.30, hingga dengan suksesnya waktu buat saur aku lewati dalam keadaan tidur. Dan sekarang, aku lagi jadi kaum minoritas. Karena di PS, di lab, sebagian besar orang pada puasa. Hiks, jadi mau makan siang ga enak aja rasanya... Jadi malu sendiri... nyaris aja aku kuat-kuatin buat ga makan sekalian sampai pulang ke Banjar nanti... tapi...begitu ada mahasiswa ngajakin makan...hehehe... Lho, daripada aku pingsan lagi di lab, coba??
Tapi jadi mikir euy... waduh, udah mau mulai puasa lagi nihhh.... akunya udah siap belum ya? Bukan soal ke masalah pola makan aja sih, tapi lebih ke masalah kelakuan kali ya... Apalagi aku kan anaknya gini banget... Punya refleks yang sangat bagus untuk mencela orang begitu menemukan hal layak cela. Dan sekarang aku punya waktu tinggal 2 minggu lagi untuk mempersiapkan diri manjadi orang yang lebih baik menyambut Ramadhan kali ini...
Hhhh... Alhamdulillah, Ramadhan tahun ini masih bisa bareng sama keluarga. Itulah mungkin satu lagi alasan kenapa aku masih belum dibolehkan berangkat ke Aussie sama Tuhan. Supaya aku masih bisa merasakan dibangunin saur sama Mama, masih bisa makan bubur ayamnya Paman Isur buat buka puasa, masih bisa makan kue lam, laksa, bingka kentang, lapis daging, dan kue-kue lain yang secara ajaib cuma muncul di bulan Ramadhan.
Iya euy..salah satu hal yang paling aku suka dari tradisi Banjar adalah nuansa religiusnya yang masih kuat banget.. Kebayang nggak sih, kalo di daerah lain kayaknya Nisfu Sya’ban ya lewat gitu aja... tapi kalo disini sih berasa banget deh. Apalagi pas bulan Ramadhannya. Makanya puasa tuh paling enak di Banjar. Suasananya kondusif. Kalo di kota lain, pas ga puasa mungkin ga kentara banget, tapi kalo di Banjar, malu... Mau makan siang juga susah, secara sebagian besar banget dari warung tuh pada tutup.
Wah, aku harus mulai nyiapin diri nihh...minta maaf sana-sini, secara dengan kejutekanku selama ini, kayaknya dosa aku ga usah diomongin lagi kali ya gedenya...
Mudah-mudahan, Ramadhan kali ini bener-bener bisa bikin aku jadi manusia yang lebih baik, as I have always wanted to...
Langganan:
Postingan (Atom)