(While watching you from a distance, December 11)
I’m losing you, without ever have the chance of having you... and to watch you from here in silence...somehow it makes me feel cold inside..
… Wish that I could say that I am happy to see you with her
… But what I really want to say to you is a question : “Does she make you laugh?”
…
…
…
No…it’s not the feeling of losing you that hurts. It’s the feeling of no longer have someone to think of when I wish upon a star. I once thought about you when I look at the starry nite, and wish upon a star.. But you’re no longer there…
Leaving me a hole inside…
This is it. Now I really mean it. Good bye. I’m walking away from you….
Tampilkan postingan dengan label Untuk Enigma-ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Untuk Enigma-ku. Tampilkan semua postingan
Jumat, 28 Desember 2007
Toh, I once made him (and others?) laugh...
Iya sih, aku patah hati. Tapi satu hal yang membuat aku mencoba bertahan adalah suatu kenyataan, bahwa aku bisa membuatnya tersenyum, bahwa aku pernah membuatnya tertawa. Bukannya apa-apa...cuma mungkin itu juga merupakan salah satu hal yang menjadi jati diriku, that I am someone who can make other people laugh.... Hehehehe... Kan itungannya pahala tuh kalo bisa bikin orang lain senyum, ketawa.. Bukannya aku sok lucu ato gimana, tapi seringkali aku ngerasa, bahwa seringkali dalam berbagai situasi, I’m a clown in the crowd (pinjem istilahnya dr. Cucut...). Smart, beautiful, sweet...those characters maybe are not the right description for me... Tapi toh, aku tetep cukup puas dengan kenyataan bahwa aku bisa membuat orang lain tertawa. Kan filososinya tuh, tiap orang punya role masing-masing dalam hidup ini, dalam komunitasnya masing-masing. Nah, secara gua punya kecenderungan mempermalukan diri sendiri dengan celetukan-celetukan asal-nya gua yang seringkali tidak direncanakan (percaya deh, gua cenderung mengatakan apa yang gua pikirkan instead of memikirkan apa yang akan gua katakan), ya itulah…role-nya aku seringkali adalah orang yang ditertawakan… Kekekekek… Gapapa, kayaknya aku pernah baca (atau denger?) quote yang menyatakan bahwa, bisa mentertawakan diri sendiri itu suatu kualitas tersendiri…
Ya udah... Mau gimana lagi?
(Ditulis tanggal 3 Desember...)
Akhirnya, setelah memaksa-maksa temenku mengkonfirmasi….huhuhuhu….ternyata dia memang udah jadiaaaaan….!!! Udah sekitar dua bulanan pula, dan katanya pedekate-nya udah lama. Duniaku langsung berasa gelap.... Asli, aku ga tau kenapa, langsung gemeteran begitu mendengarnya. Kalo ngikutin kata hati doang sih, pengennya langsung pulang, bengong di tempat tidur, sambil menutupi kepala pake bantal, kayak adegan-adegan sinetron ituu.... Tapiii...kerjaan gua lalu mau diapain dooongg??? Ya udahlah, nguat-nguatin hati, aku berangkat rapat, dan malah tambah stress...secara cuma PS Kimia yang belum menjalankan kegiatan apapun...eh, enggak ding, ada temennya, PS Fisika juga belum. Pimpronya udah speechless aja waktu kami dengan polosnya menggeleng waktu ditanya kegiatan mana yang udah jalan.
Tapi begitu pulang...sedih lagi, inget dia lagi. Aduh, aku berasa jadi orang paling bodoh sedunia, paling ge-eran sedunia, ngapain juga coba I’m expecting something dari diaaa??? Apalagi begitu tau bahwa pedekatenya udah lama...
Hiks
Sedih
Se...dih...
Ah, udah ah...masa sedihnya mau lama-lama?
Aduh, Tuhan....kuatkan aku yaa..... Yakinkan aku bahwa aku akan baik-baik saja. Tapi maafkan aku ya Tuhan, kalo untuk beberapa hari ini aku bakalan ngerasa semrawut ga jelas...
....
...
...
Tapi tetep sih, satu hal yang aku masih penasaran, dan pengen tau…selama ini dia menganggap aku sebagai apa, coba?
Mungkin ini memang jalan takdirku : mengagumi tanpa dicintai
Tak mengapa bagiku asal kaupun bahagia dengan hidupmu…
Telah lama kupendam perasaan itu, menunggu hatimu menyambut diriku
Tak mengapa bagiku, mencintaimu pun adalah bahagia untukku…
Aduuhhhh…. Gimana gua ga langsung mellow denger Cinta dalam Hati-nya Ungu iniii….???
Hhh..... Ayo Mi, semangat! Mari mulai melupakan dirinya...
Tuhan, aku masih sangat percaya bahwa Kau tidak memberikan yang satu ini, karena Kau akan memberikan yang lebih baik daripada dia untukku...
Akhirnya, setelah memaksa-maksa temenku mengkonfirmasi….huhuhuhu….ternyata dia memang udah jadiaaaaan….!!! Udah sekitar dua bulanan pula, dan katanya pedekate-nya udah lama. Duniaku langsung berasa gelap.... Asli, aku ga tau kenapa, langsung gemeteran begitu mendengarnya. Kalo ngikutin kata hati doang sih, pengennya langsung pulang, bengong di tempat tidur, sambil menutupi kepala pake bantal, kayak adegan-adegan sinetron ituu.... Tapiii...kerjaan gua lalu mau diapain dooongg??? Ya udahlah, nguat-nguatin hati, aku berangkat rapat, dan malah tambah stress...secara cuma PS Kimia yang belum menjalankan kegiatan apapun...eh, enggak ding, ada temennya, PS Fisika juga belum. Pimpronya udah speechless aja waktu kami dengan polosnya menggeleng waktu ditanya kegiatan mana yang udah jalan.
Tapi begitu pulang...sedih lagi, inget dia lagi. Aduh, aku berasa jadi orang paling bodoh sedunia, paling ge-eran sedunia, ngapain juga coba I’m expecting something dari diaaa??? Apalagi begitu tau bahwa pedekatenya udah lama...
Hiks
Sedih
Se...dih...
Ah, udah ah...masa sedihnya mau lama-lama?
Aduh, Tuhan....kuatkan aku yaa..... Yakinkan aku bahwa aku akan baik-baik saja. Tapi maafkan aku ya Tuhan, kalo untuk beberapa hari ini aku bakalan ngerasa semrawut ga jelas...
....
...
...
Tapi tetep sih, satu hal yang aku masih penasaran, dan pengen tau…selama ini dia menganggap aku sebagai apa, coba?
Mungkin ini memang jalan takdirku : mengagumi tanpa dicintai
Tak mengapa bagiku asal kaupun bahagia dengan hidupmu…
Telah lama kupendam perasaan itu, menunggu hatimu menyambut diriku
Tak mengapa bagiku, mencintaimu pun adalah bahagia untukku…
Aduuhhhh…. Gimana gua ga langsung mellow denger Cinta dalam Hati-nya Ungu iniii….???
Hhh..... Ayo Mi, semangat! Mari mulai melupakan dirinya...
Tuhan, aku masih sangat percaya bahwa Kau tidak memberikan yang satu ini, karena Kau akan memberikan yang lebih baik daripada dia untukku...
Senin, 03 Desember 2007
Ketika Semua Harus Berakhir...
(Ditulis waktu lagi 'patah hati' - Halah-, 1 Desember)
Jadi...akhirnya aku denger juga. Soal gosip itu. Soal kamu. Kamu....katanya sekarang udah punya pacar. Masa sih? Beneran? Serius? Hiks. Ya udahlah. Mau gimana lagi.... Secara memang, aku punya hak apa coba buat protes? Buat nanya? Bahkan untuk nanya keabsahan berita ini ke kamu juga aku ga berani. Takut dibilang rese. Tapi aku ga mau bohong...aku sediiiiih banget dengernya... Dan sedikit menyesali, (ataukah seharusnya mensyukuri?) bahwa rasa ini tidak pernah tersampaikan...
Jadi....tolong pahamilah, bahwa untuk hari selanjutnya...aku akan berbeda. Karena kehadiranmu sudah membuat aku menjadi berbeda, dan tentu saja...kehilanganmu, tanpa benar-benar pernah memilikimu...juga membuatku jadi berbeda....
Jadi...akhirnya aku denger juga. Soal gosip itu. Soal kamu. Kamu....katanya sekarang udah punya pacar. Masa sih? Beneran? Serius? Hiks. Ya udahlah. Mau gimana lagi.... Secara memang, aku punya hak apa coba buat protes? Buat nanya? Bahkan untuk nanya keabsahan berita ini ke kamu juga aku ga berani. Takut dibilang rese. Tapi aku ga mau bohong...aku sediiiiih banget dengernya... Dan sedikit menyesali, (ataukah seharusnya mensyukuri?) bahwa rasa ini tidak pernah tersampaikan...
Jadi....tolong pahamilah, bahwa untuk hari selanjutnya...aku akan berbeda. Karena kehadiranmu sudah membuat aku menjadi berbeda, dan tentu saja...kehilanganmu, tanpa benar-benar pernah memilikimu...juga membuatku jadi berbeda....
”Hanya Ingin Kau Tahu”
(Aslinya sih, ditulis tanggal 5 November 2007)
Inget lagu ini ga? Aku pertama kali denger lagu ini kan dari handphone kamu. Waktu itu aku masih ga nangkep ini lagu siapa, lengkapnya gimana, syairnya gimana...I was totally clueless about the song. Tapi pertama kali denger lagu ini secara lengkap, dari intro awal sampe bener-bener abis, aku langsung bengong... Huhuhu.... Lagu ini aku banget ke kamuuuuu....!!!
Ku tlah miliki rasa indahnya perihku, rasa hancurnya harapku...kaulepas cintaku
Rasa kan abadi, sekalipun kau mengerti, sekalipun kau pahami
Kufikir ku salah mengertimu...
Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku, tingginya khayalku bersamamu
Tuk lalui waktu yang tersisa kini di setiap hariku, di sisa akhir nafas tubuhku....
Walaupun semua hanya ada dalam mimpiku, hanya ada dalam anganku
Kulewati itu
Rasa kan abadi sekalipun kau mengerti, sekalipun kau fahami
Kufikir ku salah mengertimu
Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku, tingginya khayalku bersamamu
Tuk lalui waktu yang tersisa kini di setiap hariku, di sisa akhir nafas tubuhku....
Eh, enggak juga ding. Ini salah satu dari banyaak lagu yang ’aku-banget-ke-kamu’. Yah, you know me lah, si ratu drama yang suka hiperbolis....
Tapi maafkan aku, who lost control of my self last night. Aku denger lagu itu, and you were the first thing, the only thing, that was on my mind…. Dan aku menangis… Setelah sekian lama aku mencoba bertahan untuk tetap tegar, maafkan aku untuk menjadi seseorang yang lemah di malam itu. Maafkan aku yang menangis untukmu, yang tidak pernah peduli, bahwa aku hanya ingin kau tahu….
Mungkin aku yang salah mengartikan semua ini. Aku yang salah membaca sikapmu, aku yang salah menafsirkan apa yang aku rasa, aku yang tak sanggup menembus tatapan matamu itu...
Maafkan aku, jika malam ini, while I am listening to the song, you are the one who’s on my mind, the last thing in my mind for tonight…..
Inget lagu ini ga? Aku pertama kali denger lagu ini kan dari handphone kamu. Waktu itu aku masih ga nangkep ini lagu siapa, lengkapnya gimana, syairnya gimana...I was totally clueless about the song. Tapi pertama kali denger lagu ini secara lengkap, dari intro awal sampe bener-bener abis, aku langsung bengong... Huhuhu.... Lagu ini aku banget ke kamuuuuu....!!!
Ku tlah miliki rasa indahnya perihku, rasa hancurnya harapku...kaulepas cintaku
Rasa kan abadi, sekalipun kau mengerti, sekalipun kau pahami
Kufikir ku salah mengertimu...
Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku, tingginya khayalku bersamamu
Tuk lalui waktu yang tersisa kini di setiap hariku, di sisa akhir nafas tubuhku....
Walaupun semua hanya ada dalam mimpiku, hanya ada dalam anganku
Kulewati itu
Rasa kan abadi sekalipun kau mengerti, sekalipun kau fahami
Kufikir ku salah mengertimu
Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku, tingginya khayalku bersamamu
Tuk lalui waktu yang tersisa kini di setiap hariku, di sisa akhir nafas tubuhku....
Eh, enggak juga ding. Ini salah satu dari banyaak lagu yang ’aku-banget-ke-kamu’. Yah, you know me lah, si ratu drama yang suka hiperbolis....
Tapi maafkan aku, who lost control of my self last night. Aku denger lagu itu, and you were the first thing, the only thing, that was on my mind…. Dan aku menangis… Setelah sekian lama aku mencoba bertahan untuk tetap tegar, maafkan aku untuk menjadi seseorang yang lemah di malam itu. Maafkan aku yang menangis untukmu, yang tidak pernah peduli, bahwa aku hanya ingin kau tahu….
Mungkin aku yang salah mengartikan semua ini. Aku yang salah membaca sikapmu, aku yang salah menafsirkan apa yang aku rasa, aku yang tak sanggup menembus tatapan matamu itu...
Maafkan aku, jika malam ini, while I am listening to the song, you are the one who’s on my mind, the last thing in my mind for tonight…..
Selasa, 02 Oktober 2007
Bener Gitu?
Aku denger gosip, that now you have that special kind of someone. Ugh. Berat. Dalem. Aku nyengir aja sih waktu denger…lagian kamu juga ekspresinya langsung datar gitu. Seperti biasa. Ga bisa dibaca. Tapiii….Hff….. bener ga sih? Lagian tadi kayaknya kamu sibuk nelfon gituuu…nelfon that special kind of someone ya? Aduuhhhh…ayo donggg… beneran nggak nih?? Mau nanya langsung ke kamu kok berat juga ya…Jadi rada nyesel…kenapa aku ga dari dulu ya ngomongin ini ke kamu. Ah, enggak ah. Gengsi. Tapi jadi rada nyesel niiihhh…. Hiks.
Rabu, 12 September 2007
Langit Biru di Hari Ini
Langit yang cantik di hari ini begitu biru... Karena aku menatapnya bersamamu...
Angin sore ini terasa sejuk...Karena ia menemaniku tertawa di sampingmu...
I know that those moments last only for a while... But what matter is, I spend it with you.
Dan kau menjadi seorang yang lepas... Tatapan damaimu, senyum sejukmu...
Untuk sesaat, impianku sempat menjadi nyata.
Untuk berada disisimu, membuatmu tertawa kembali...
Aku biarkan tawaku lepas bersama angin di angkasa...menata khayalan itu di atas awan...
Dan saat kutatap matahari yang dijemput senja, ada semburat wajahmu disana..
Sepotong tanya masih tersisa
Tapi biarkan, untuk saat ini pendam tanya itu dalam rinai gerimis yang membasahi
Untuk sesaat, biarkan aku lupa akan ragu itu
Aku hanya ingin mengingat saat ini
Ketika kita bisa berdampingan, saling tersenyum di langit biru hari ini...
Besok...kita kembali melangkah
Sendiri.
”Aku”, dan ”kamu”
Bukan ”kita”
Angin sore ini terasa sejuk...Karena ia menemaniku tertawa di sampingmu...
I know that those moments last only for a while... But what matter is, I spend it with you.
Dan kau menjadi seorang yang lepas... Tatapan damaimu, senyum sejukmu...
Untuk sesaat, impianku sempat menjadi nyata.
Untuk berada disisimu, membuatmu tertawa kembali...
Aku biarkan tawaku lepas bersama angin di angkasa...menata khayalan itu di atas awan...
Dan saat kutatap matahari yang dijemput senja, ada semburat wajahmu disana..
Sepotong tanya masih tersisa
Tapi biarkan, untuk saat ini pendam tanya itu dalam rinai gerimis yang membasahi
Untuk sesaat, biarkan aku lupa akan ragu itu
Aku hanya ingin mengingat saat ini
Ketika kita bisa berdampingan, saling tersenyum di langit biru hari ini...
Besok...kita kembali melangkah
Sendiri.
”Aku”, dan ”kamu”
Bukan ”kita”
Akankah??
Am I waiting, anyway? However...I’ll be here and there for you, if you want me to. All you have to do (which I never know, whether you’re going to do it or no) is just ask for it…
(Ungu - Disini Untukmu)
Seandainya kau tahu...betapa ku sangat inginkan diriku
Seandainya kau tahu apa yang ada di dalam isi hatiku...
Dan akankah bisa kunyatakan rasa cinta dalam hatiku
Dan akankah bisa kukatakan bahwa kaulah yang terindah untukku...
Masih disini menantimu..
Berharap kau akan memikirkanku
Masih disini menunggumu..
Menanti jawaban atas cintaku
Masih disini menantimu...
Berharap cinta kita kan bersatu
Masih disini menunggumu...
Menanti dirimu kembali...
Di tengah malam... thinking whether you’re thinking about me as I think about you...
(Maliq n D’Essentials - Untitled)
Ketika kurasakan sudah ada ruang di hatiku yang kau sentuh
Dan ketika kusadari sudah : tak selalu indah cinta yang ada...
Mungkin memang ku yang harus mengerti bila ku bukan yang ingin kau miliki
Salahkah ku bila kaulah yang ada di hatiku...
Adakah ku singgah di hatimu? Mungkinkah kau rindukan adaku?
Adakah ku sedikit di hatimu? Bilakah ku mengganggu harimu?
Mungkinkah kau inginkan adaku? Akankah ku sedikit di hatimu?
Bila memang ku yang harus mengerti mengapa cintamu tak dapat kumiliki...
Salahkah ku bila kaulah yang ada di hatiku...
Kau yang ada di hatiku...
Bila cinta kita takkan tercipta, ku hanya sekedar ingin tuk mengerti
Adakah diriku singgah dihatimu?
Dan bilakah kau tahu : kaulah yang ada di hatiku
Kau yang ada di hatiku...
Adakah ku di hatimu?
(Ungu - Disini Untukmu)
Seandainya kau tahu...betapa ku sangat inginkan diriku
Seandainya kau tahu apa yang ada di dalam isi hatiku...
Dan akankah bisa kunyatakan rasa cinta dalam hatiku
Dan akankah bisa kukatakan bahwa kaulah yang terindah untukku...
Masih disini menantimu..
Berharap kau akan memikirkanku
Masih disini menunggumu..
Menanti jawaban atas cintaku
Masih disini menantimu...
Berharap cinta kita kan bersatu
Masih disini menunggumu...
Menanti dirimu kembali...
Di tengah malam... thinking whether you’re thinking about me as I think about you...
(Maliq n D’Essentials - Untitled)
Ketika kurasakan sudah ada ruang di hatiku yang kau sentuh
Dan ketika kusadari sudah : tak selalu indah cinta yang ada...
Mungkin memang ku yang harus mengerti bila ku bukan yang ingin kau miliki
Salahkah ku bila kaulah yang ada di hatiku...
Adakah ku singgah di hatimu? Mungkinkah kau rindukan adaku?
Adakah ku sedikit di hatimu? Bilakah ku mengganggu harimu?
Mungkinkah kau inginkan adaku? Akankah ku sedikit di hatimu?
Bila memang ku yang harus mengerti mengapa cintamu tak dapat kumiliki...
Salahkah ku bila kaulah yang ada di hatiku...
Kau yang ada di hatiku...
Bila cinta kita takkan tercipta, ku hanya sekedar ingin tuk mengerti
Adakah diriku singgah dihatimu?
Dan bilakah kau tahu : kaulah yang ada di hatiku
Kau yang ada di hatiku...
Adakah ku di hatimu?
Rabu, 29 Agustus 2007
Unwritten
Hm. Judulnya salah kali ya. Buktinya sekarang written kan...? Untold kali ya... atau unsaid? Ah, whatever lah... yang aku maksud adalah, hal-hal inilah yang aku sebenernya pengeeeeen banget ngomong ke kamu, tapi ga nyampe. Ga nyampe hati sama diriku sendiri. Padahal aku pengen banget mengguncang-guncang bahu kamu sambil nanya...”Terus maksudmu apa sih?”. Iya, tau nggak sih, sikap kamu yang sekarang ini bikin bingung. Kamu yang suka sok cuek di depanku dan di depan dia, tapi berubah menjadi orang yang beda banget di setiap pesan yang kamu kirim. Gimana aku ga bingung, coba??? Bayangkan, aku sampe sempet konsultasi masalah hati gitu sama Eko, yang dengan serius ngomong gini : ”Kayaknya dia ga serius deh Mbak...”. Hah? Iya ya? Soalnya kalo aku ceritanya ke temen-temenku yang cewek...jawabannya beda. Mungkin itu masalahnya ya. Masalah gender. Ketika kau sebagai kaum lelaki menganggap bahwa apa yang kamu lakukan itu meaningless, kami ga bisa menganggap itu ga serius. Tapi, kalo memang ga serius...kamu sadar ga sih, bahwa ini sudah berlangsung selama satu tahun lebih???? Aku udah nyoba lagi, buat menganggap bahwa itu cuma sekedar intermezzo bagi aku, bagi kamu. Tapi setiap kali aku pengen seperti itu, kamu tiba-tiba tersenyum lagi padaku...dengan tatapan matamu itu. Iya. Tatapan mata yang sejuk. Yang begitu damai. Yang sempat aku inginkan, hanya untuk aku. Aku ga bakalan boong kalo bilang, aku suka deg-degan ga jelas sendiri setiap kali ada alasan dan kesempatan buat ketemu kamu. Buat ngeliat kamu. Dan tiap kali kamu senyum ke aku, ada sesuatu yang menari di dalam diriku. Rasanya aneh, tapi menyenangkan. Tiap kali aku bisa menatap wajahmu dan menemukan tatapan damaimu itu, jantungku membuat nafasku sesak. Tapi ada saat-saat dimana kau justru hanya menatapku sesaat, dan memalingkan wajah. Terutama saat ada dia. Maka rasa aneh yang menyenangkan itu tidak akan ada, hanya rasa nyeri, di dada sebelah kiri. Apa memang benar di sebelah situ hati kita berada? Karena jika iya, berarti hatikulah yang terasa sesak itu. Aku ga tau, kamu sadar atau enggak, bahwa seringkali, kamu bikin aku hampir nangis. Karena begitu putus asa untuk bisa mengerti, apa sebenernya maksud kamu. Apakah karena aku tidak ada apa-apanya dibandingkan dia yang dulu pernah bersamamu? Sekarang aku ngerti, gimana Radiohead bisa terdengar sangat desperate waktu nyanyi : ”I want you to notice when I’m not around... I wish I was special, so fucking special…”. Itu yang aku pengen sebenernya, bahwa kamu menyadari keberadaanku, dan peduli atas ketidakberadaanku. Apakah memang I don’t belong there, by your side? Kamu membuat aku seperti tokoh sinetron, yang tiba-tiba saja melamun mendengarkan lagu-lagu melankolis, yang langsung mikir : “Ih, ni lagu gue banget deh…” setiap kali mendengar lirik lagu yang mellow-mellow gitu… Aku dulu pernah bilang, bahwa aku cukup senang memilikimu sebagai “A Mysterious Friend of Mine”, dan kamu pun bilang bahwa :”lebih asyik begini..”. Aku pengen mencabut pernyataanku itu, karena misterius sudah terasa terlalu melelahkan… Rahasia yang ada bersamamu terlalu rumit untuk aku mengerti.
Seandainya bisa, aku pengen duduk berdua dengan kamu, hanya untuk bertanya, dan mendengar jawaban dari kamu. Tentang kenapa kamu memulai semua ini. Iya, akumasih dengan penuh percaya diri menganggap, bahwa semua ini kamu yang mengawali.Aku juga ingin bertanya tentang kenapa kamu pernah menghilang, dan muncul kembali. Aku ingin bertanya, tentang sikapmu yang tak tebaca. Aku ingin tahu, kamu pengen aku seperti apa...
I just wish that I could read you... Aku tidak sanggup membayangkan, apa yang akan terjadi selanjutnya, jika memang cerita antara kita itu tidak akan pernah tercipta….
Seandainya bisa, aku pengen duduk berdua dengan kamu, hanya untuk bertanya, dan mendengar jawaban dari kamu. Tentang kenapa kamu memulai semua ini. Iya, akumasih dengan penuh percaya diri menganggap, bahwa semua ini kamu yang mengawali.Aku juga ingin bertanya tentang kenapa kamu pernah menghilang, dan muncul kembali. Aku ingin bertanya, tentang sikapmu yang tak tebaca. Aku ingin tahu, kamu pengen aku seperti apa...
I just wish that I could read you... Aku tidak sanggup membayangkan, apa yang akan terjadi selanjutnya, jika memang cerita antara kita itu tidak akan pernah tercipta….
Langganan:
Postingan (Atom)
Tampilkan postingan dengan label Untuk Enigma-ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Untuk Enigma-ku. Tampilkan semua postingan
Jumat, 28 Desember 2007
Watching You From Here...
(While watching you from a distance, December 11)
I’m losing you, without ever have the chance of having you... and to watch you from here in silence...somehow it makes me feel cold inside..
… Wish that I could say that I am happy to see you with her
… But what I really want to say to you is a question : “Does she make you laugh?”
…
…
…
No…it’s not the feeling of losing you that hurts. It’s the feeling of no longer have someone to think of when I wish upon a star. I once thought about you when I look at the starry nite, and wish upon a star.. But you’re no longer there…
Leaving me a hole inside…
This is it. Now I really mean it. Good bye. I’m walking away from you….
I’m losing you, without ever have the chance of having you... and to watch you from here in silence...somehow it makes me feel cold inside..
… Wish that I could say that I am happy to see you with her
… But what I really want to say to you is a question : “Does she make you laugh?”
…
…
…
No…it’s not the feeling of losing you that hurts. It’s the feeling of no longer have someone to think of when I wish upon a star. I once thought about you when I look at the starry nite, and wish upon a star.. But you’re no longer there…
Leaving me a hole inside…
This is it. Now I really mean it. Good bye. I’m walking away from you….
Toh, I once made him (and others?) laugh...
Iya sih, aku patah hati. Tapi satu hal yang membuat aku mencoba bertahan adalah suatu kenyataan, bahwa aku bisa membuatnya tersenyum, bahwa aku pernah membuatnya tertawa. Bukannya apa-apa...cuma mungkin itu juga merupakan salah satu hal yang menjadi jati diriku, that I am someone who can make other people laugh.... Hehehehe... Kan itungannya pahala tuh kalo bisa bikin orang lain senyum, ketawa.. Bukannya aku sok lucu ato gimana, tapi seringkali aku ngerasa, bahwa seringkali dalam berbagai situasi, I’m a clown in the crowd (pinjem istilahnya dr. Cucut...). Smart, beautiful, sweet...those characters maybe are not the right description for me... Tapi toh, aku tetep cukup puas dengan kenyataan bahwa aku bisa membuat orang lain tertawa. Kan filososinya tuh, tiap orang punya role masing-masing dalam hidup ini, dalam komunitasnya masing-masing. Nah, secara gua punya kecenderungan mempermalukan diri sendiri dengan celetukan-celetukan asal-nya gua yang seringkali tidak direncanakan (percaya deh, gua cenderung mengatakan apa yang gua pikirkan instead of memikirkan apa yang akan gua katakan), ya itulah…role-nya aku seringkali adalah orang yang ditertawakan… Kekekekek… Gapapa, kayaknya aku pernah baca (atau denger?) quote yang menyatakan bahwa, bisa mentertawakan diri sendiri itu suatu kualitas tersendiri…
Label:
Senseless Chit-Chat,
The Blog,
Untuk Enigma-ku
Ya udah... Mau gimana lagi?
(Ditulis tanggal 3 Desember...)
Akhirnya, setelah memaksa-maksa temenku mengkonfirmasi….huhuhuhu….ternyata dia memang udah jadiaaaaan….!!! Udah sekitar dua bulanan pula, dan katanya pedekate-nya udah lama. Duniaku langsung berasa gelap.... Asli, aku ga tau kenapa, langsung gemeteran begitu mendengarnya. Kalo ngikutin kata hati doang sih, pengennya langsung pulang, bengong di tempat tidur, sambil menutupi kepala pake bantal, kayak adegan-adegan sinetron ituu.... Tapiii...kerjaan gua lalu mau diapain dooongg??? Ya udahlah, nguat-nguatin hati, aku berangkat rapat, dan malah tambah stress...secara cuma PS Kimia yang belum menjalankan kegiatan apapun...eh, enggak ding, ada temennya, PS Fisika juga belum. Pimpronya udah speechless aja waktu kami dengan polosnya menggeleng waktu ditanya kegiatan mana yang udah jalan.
Tapi begitu pulang...sedih lagi, inget dia lagi. Aduh, aku berasa jadi orang paling bodoh sedunia, paling ge-eran sedunia, ngapain juga coba I’m expecting something dari diaaa??? Apalagi begitu tau bahwa pedekatenya udah lama...
Hiks
Sedih
Se...dih...
Ah, udah ah...masa sedihnya mau lama-lama?
Aduh, Tuhan....kuatkan aku yaa..... Yakinkan aku bahwa aku akan baik-baik saja. Tapi maafkan aku ya Tuhan, kalo untuk beberapa hari ini aku bakalan ngerasa semrawut ga jelas...
....
...
...
Tapi tetep sih, satu hal yang aku masih penasaran, dan pengen tau…selama ini dia menganggap aku sebagai apa, coba?
Mungkin ini memang jalan takdirku : mengagumi tanpa dicintai
Tak mengapa bagiku asal kaupun bahagia dengan hidupmu…
Telah lama kupendam perasaan itu, menunggu hatimu menyambut diriku
Tak mengapa bagiku, mencintaimu pun adalah bahagia untukku…
Aduuhhhh…. Gimana gua ga langsung mellow denger Cinta dalam Hati-nya Ungu iniii….???
Hhh..... Ayo Mi, semangat! Mari mulai melupakan dirinya...
Tuhan, aku masih sangat percaya bahwa Kau tidak memberikan yang satu ini, karena Kau akan memberikan yang lebih baik daripada dia untukku...
Akhirnya, setelah memaksa-maksa temenku mengkonfirmasi….huhuhuhu….ternyata dia memang udah jadiaaaaan….!!! Udah sekitar dua bulanan pula, dan katanya pedekate-nya udah lama. Duniaku langsung berasa gelap.... Asli, aku ga tau kenapa, langsung gemeteran begitu mendengarnya. Kalo ngikutin kata hati doang sih, pengennya langsung pulang, bengong di tempat tidur, sambil menutupi kepala pake bantal, kayak adegan-adegan sinetron ituu.... Tapiii...kerjaan gua lalu mau diapain dooongg??? Ya udahlah, nguat-nguatin hati, aku berangkat rapat, dan malah tambah stress...secara cuma PS Kimia yang belum menjalankan kegiatan apapun...eh, enggak ding, ada temennya, PS Fisika juga belum. Pimpronya udah speechless aja waktu kami dengan polosnya menggeleng waktu ditanya kegiatan mana yang udah jalan.
Tapi begitu pulang...sedih lagi, inget dia lagi. Aduh, aku berasa jadi orang paling bodoh sedunia, paling ge-eran sedunia, ngapain juga coba I’m expecting something dari diaaa??? Apalagi begitu tau bahwa pedekatenya udah lama...
Hiks
Sedih
Se...dih...
Ah, udah ah...masa sedihnya mau lama-lama?
Aduh, Tuhan....kuatkan aku yaa..... Yakinkan aku bahwa aku akan baik-baik saja. Tapi maafkan aku ya Tuhan, kalo untuk beberapa hari ini aku bakalan ngerasa semrawut ga jelas...
....
...
...
Tapi tetep sih, satu hal yang aku masih penasaran, dan pengen tau…selama ini dia menganggap aku sebagai apa, coba?
Mungkin ini memang jalan takdirku : mengagumi tanpa dicintai
Tak mengapa bagiku asal kaupun bahagia dengan hidupmu…
Telah lama kupendam perasaan itu, menunggu hatimu menyambut diriku
Tak mengapa bagiku, mencintaimu pun adalah bahagia untukku…
Aduuhhhh…. Gimana gua ga langsung mellow denger Cinta dalam Hati-nya Ungu iniii….???
Hhh..... Ayo Mi, semangat! Mari mulai melupakan dirinya...
Tuhan, aku masih sangat percaya bahwa Kau tidak memberikan yang satu ini, karena Kau akan memberikan yang lebih baik daripada dia untukku...
Senin, 03 Desember 2007
Ketika Semua Harus Berakhir...
(Ditulis waktu lagi 'patah hati' - Halah-, 1 Desember)
Jadi...akhirnya aku denger juga. Soal gosip itu. Soal kamu. Kamu....katanya sekarang udah punya pacar. Masa sih? Beneran? Serius? Hiks. Ya udahlah. Mau gimana lagi.... Secara memang, aku punya hak apa coba buat protes? Buat nanya? Bahkan untuk nanya keabsahan berita ini ke kamu juga aku ga berani. Takut dibilang rese. Tapi aku ga mau bohong...aku sediiiiih banget dengernya... Dan sedikit menyesali, (ataukah seharusnya mensyukuri?) bahwa rasa ini tidak pernah tersampaikan...
Jadi....tolong pahamilah, bahwa untuk hari selanjutnya...aku akan berbeda. Karena kehadiranmu sudah membuat aku menjadi berbeda, dan tentu saja...kehilanganmu, tanpa benar-benar pernah memilikimu...juga membuatku jadi berbeda....
Jadi...akhirnya aku denger juga. Soal gosip itu. Soal kamu. Kamu....katanya sekarang udah punya pacar. Masa sih? Beneran? Serius? Hiks. Ya udahlah. Mau gimana lagi.... Secara memang, aku punya hak apa coba buat protes? Buat nanya? Bahkan untuk nanya keabsahan berita ini ke kamu juga aku ga berani. Takut dibilang rese. Tapi aku ga mau bohong...aku sediiiiih banget dengernya... Dan sedikit menyesali, (ataukah seharusnya mensyukuri?) bahwa rasa ini tidak pernah tersampaikan...
Jadi....tolong pahamilah, bahwa untuk hari selanjutnya...aku akan berbeda. Karena kehadiranmu sudah membuat aku menjadi berbeda, dan tentu saja...kehilanganmu, tanpa benar-benar pernah memilikimu...juga membuatku jadi berbeda....
”Hanya Ingin Kau Tahu”
(Aslinya sih, ditulis tanggal 5 November 2007)
Inget lagu ini ga? Aku pertama kali denger lagu ini kan dari handphone kamu. Waktu itu aku masih ga nangkep ini lagu siapa, lengkapnya gimana, syairnya gimana...I was totally clueless about the song. Tapi pertama kali denger lagu ini secara lengkap, dari intro awal sampe bener-bener abis, aku langsung bengong... Huhuhu.... Lagu ini aku banget ke kamuuuuu....!!!
Ku tlah miliki rasa indahnya perihku, rasa hancurnya harapku...kaulepas cintaku
Rasa kan abadi, sekalipun kau mengerti, sekalipun kau pahami
Kufikir ku salah mengertimu...
Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku, tingginya khayalku bersamamu
Tuk lalui waktu yang tersisa kini di setiap hariku, di sisa akhir nafas tubuhku....
Walaupun semua hanya ada dalam mimpiku, hanya ada dalam anganku
Kulewati itu
Rasa kan abadi sekalipun kau mengerti, sekalipun kau fahami
Kufikir ku salah mengertimu
Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku, tingginya khayalku bersamamu
Tuk lalui waktu yang tersisa kini di setiap hariku, di sisa akhir nafas tubuhku....
Eh, enggak juga ding. Ini salah satu dari banyaak lagu yang ’aku-banget-ke-kamu’. Yah, you know me lah, si ratu drama yang suka hiperbolis....
Tapi maafkan aku, who lost control of my self last night. Aku denger lagu itu, and you were the first thing, the only thing, that was on my mind…. Dan aku menangis… Setelah sekian lama aku mencoba bertahan untuk tetap tegar, maafkan aku untuk menjadi seseorang yang lemah di malam itu. Maafkan aku yang menangis untukmu, yang tidak pernah peduli, bahwa aku hanya ingin kau tahu….
Mungkin aku yang salah mengartikan semua ini. Aku yang salah membaca sikapmu, aku yang salah menafsirkan apa yang aku rasa, aku yang tak sanggup menembus tatapan matamu itu...
Maafkan aku, jika malam ini, while I am listening to the song, you are the one who’s on my mind, the last thing in my mind for tonight…..
Inget lagu ini ga? Aku pertama kali denger lagu ini kan dari handphone kamu. Waktu itu aku masih ga nangkep ini lagu siapa, lengkapnya gimana, syairnya gimana...I was totally clueless about the song. Tapi pertama kali denger lagu ini secara lengkap, dari intro awal sampe bener-bener abis, aku langsung bengong... Huhuhu.... Lagu ini aku banget ke kamuuuuu....!!!
Ku tlah miliki rasa indahnya perihku, rasa hancurnya harapku...kaulepas cintaku
Rasa kan abadi, sekalipun kau mengerti, sekalipun kau pahami
Kufikir ku salah mengertimu...
Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku, tingginya khayalku bersamamu
Tuk lalui waktu yang tersisa kini di setiap hariku, di sisa akhir nafas tubuhku....
Walaupun semua hanya ada dalam mimpiku, hanya ada dalam anganku
Kulewati itu
Rasa kan abadi sekalipun kau mengerti, sekalipun kau fahami
Kufikir ku salah mengertimu
Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku, tingginya khayalku bersamamu
Tuk lalui waktu yang tersisa kini di setiap hariku, di sisa akhir nafas tubuhku....
Eh, enggak juga ding. Ini salah satu dari banyaak lagu yang ’aku-banget-ke-kamu’. Yah, you know me lah, si ratu drama yang suka hiperbolis....
Tapi maafkan aku, who lost control of my self last night. Aku denger lagu itu, and you were the first thing, the only thing, that was on my mind…. Dan aku menangis… Setelah sekian lama aku mencoba bertahan untuk tetap tegar, maafkan aku untuk menjadi seseorang yang lemah di malam itu. Maafkan aku yang menangis untukmu, yang tidak pernah peduli, bahwa aku hanya ingin kau tahu….
Mungkin aku yang salah mengartikan semua ini. Aku yang salah membaca sikapmu, aku yang salah menafsirkan apa yang aku rasa, aku yang tak sanggup menembus tatapan matamu itu...
Maafkan aku, jika malam ini, while I am listening to the song, you are the one who’s on my mind, the last thing in my mind for tonight…..
Label:
Inspired by The Song,
The Blog,
Untuk Enigma-ku
Selasa, 02 Oktober 2007
Bener Gitu?
Aku denger gosip, that now you have that special kind of someone. Ugh. Berat. Dalem. Aku nyengir aja sih waktu denger…lagian kamu juga ekspresinya langsung datar gitu. Seperti biasa. Ga bisa dibaca. Tapiii….Hff….. bener ga sih? Lagian tadi kayaknya kamu sibuk nelfon gituuu…nelfon that special kind of someone ya? Aduuhhhh…ayo donggg… beneran nggak nih?? Mau nanya langsung ke kamu kok berat juga ya…Jadi rada nyesel…kenapa aku ga dari dulu ya ngomongin ini ke kamu. Ah, enggak ah. Gengsi. Tapi jadi rada nyesel niiihhh…. Hiks.
Rabu, 12 September 2007
Langit Biru di Hari Ini
Langit yang cantik di hari ini begitu biru... Karena aku menatapnya bersamamu...
Angin sore ini terasa sejuk...Karena ia menemaniku tertawa di sampingmu...
I know that those moments last only for a while... But what matter is, I spend it with you.
Dan kau menjadi seorang yang lepas... Tatapan damaimu, senyum sejukmu...
Untuk sesaat, impianku sempat menjadi nyata.
Untuk berada disisimu, membuatmu tertawa kembali...
Aku biarkan tawaku lepas bersama angin di angkasa...menata khayalan itu di atas awan...
Dan saat kutatap matahari yang dijemput senja, ada semburat wajahmu disana..
Sepotong tanya masih tersisa
Tapi biarkan, untuk saat ini pendam tanya itu dalam rinai gerimis yang membasahi
Untuk sesaat, biarkan aku lupa akan ragu itu
Aku hanya ingin mengingat saat ini
Ketika kita bisa berdampingan, saling tersenyum di langit biru hari ini...
Besok...kita kembali melangkah
Sendiri.
”Aku”, dan ”kamu”
Bukan ”kita”
Angin sore ini terasa sejuk...Karena ia menemaniku tertawa di sampingmu...
I know that those moments last only for a while... But what matter is, I spend it with you.
Dan kau menjadi seorang yang lepas... Tatapan damaimu, senyum sejukmu...
Untuk sesaat, impianku sempat menjadi nyata.
Untuk berada disisimu, membuatmu tertawa kembali...
Aku biarkan tawaku lepas bersama angin di angkasa...menata khayalan itu di atas awan...
Dan saat kutatap matahari yang dijemput senja, ada semburat wajahmu disana..
Sepotong tanya masih tersisa
Tapi biarkan, untuk saat ini pendam tanya itu dalam rinai gerimis yang membasahi
Untuk sesaat, biarkan aku lupa akan ragu itu
Aku hanya ingin mengingat saat ini
Ketika kita bisa berdampingan, saling tersenyum di langit biru hari ini...
Besok...kita kembali melangkah
Sendiri.
”Aku”, dan ”kamu”
Bukan ”kita”
Akankah??
Am I waiting, anyway? However...I’ll be here and there for you, if you want me to. All you have to do (which I never know, whether you’re going to do it or no) is just ask for it…
(Ungu - Disini Untukmu)
Seandainya kau tahu...betapa ku sangat inginkan diriku
Seandainya kau tahu apa yang ada di dalam isi hatiku...
Dan akankah bisa kunyatakan rasa cinta dalam hatiku
Dan akankah bisa kukatakan bahwa kaulah yang terindah untukku...
Masih disini menantimu..
Berharap kau akan memikirkanku
Masih disini menunggumu..
Menanti jawaban atas cintaku
Masih disini menantimu...
Berharap cinta kita kan bersatu
Masih disini menunggumu...
Menanti dirimu kembali...
Di tengah malam... thinking whether you’re thinking about me as I think about you...
(Maliq n D’Essentials - Untitled)
Ketika kurasakan sudah ada ruang di hatiku yang kau sentuh
Dan ketika kusadari sudah : tak selalu indah cinta yang ada...
Mungkin memang ku yang harus mengerti bila ku bukan yang ingin kau miliki
Salahkah ku bila kaulah yang ada di hatiku...
Adakah ku singgah di hatimu? Mungkinkah kau rindukan adaku?
Adakah ku sedikit di hatimu? Bilakah ku mengganggu harimu?
Mungkinkah kau inginkan adaku? Akankah ku sedikit di hatimu?
Bila memang ku yang harus mengerti mengapa cintamu tak dapat kumiliki...
Salahkah ku bila kaulah yang ada di hatiku...
Kau yang ada di hatiku...
Bila cinta kita takkan tercipta, ku hanya sekedar ingin tuk mengerti
Adakah diriku singgah dihatimu?
Dan bilakah kau tahu : kaulah yang ada di hatiku
Kau yang ada di hatiku...
Adakah ku di hatimu?
(Ungu - Disini Untukmu)
Seandainya kau tahu...betapa ku sangat inginkan diriku
Seandainya kau tahu apa yang ada di dalam isi hatiku...
Dan akankah bisa kunyatakan rasa cinta dalam hatiku
Dan akankah bisa kukatakan bahwa kaulah yang terindah untukku...
Masih disini menantimu..
Berharap kau akan memikirkanku
Masih disini menunggumu..
Menanti jawaban atas cintaku
Masih disini menantimu...
Berharap cinta kita kan bersatu
Masih disini menunggumu...
Menanti dirimu kembali...
Di tengah malam... thinking whether you’re thinking about me as I think about you...
(Maliq n D’Essentials - Untitled)
Ketika kurasakan sudah ada ruang di hatiku yang kau sentuh
Dan ketika kusadari sudah : tak selalu indah cinta yang ada...
Mungkin memang ku yang harus mengerti bila ku bukan yang ingin kau miliki
Salahkah ku bila kaulah yang ada di hatiku...
Adakah ku singgah di hatimu? Mungkinkah kau rindukan adaku?
Adakah ku sedikit di hatimu? Bilakah ku mengganggu harimu?
Mungkinkah kau inginkan adaku? Akankah ku sedikit di hatimu?
Bila memang ku yang harus mengerti mengapa cintamu tak dapat kumiliki...
Salahkah ku bila kaulah yang ada di hatiku...
Kau yang ada di hatiku...
Bila cinta kita takkan tercipta, ku hanya sekedar ingin tuk mengerti
Adakah diriku singgah dihatimu?
Dan bilakah kau tahu : kaulah yang ada di hatiku
Kau yang ada di hatiku...
Adakah ku di hatimu?
Rabu, 29 Agustus 2007
Unwritten
Hm. Judulnya salah kali ya. Buktinya sekarang written kan...? Untold kali ya... atau unsaid? Ah, whatever lah... yang aku maksud adalah, hal-hal inilah yang aku sebenernya pengeeeeen banget ngomong ke kamu, tapi ga nyampe. Ga nyampe hati sama diriku sendiri. Padahal aku pengen banget mengguncang-guncang bahu kamu sambil nanya...”Terus maksudmu apa sih?”. Iya, tau nggak sih, sikap kamu yang sekarang ini bikin bingung. Kamu yang suka sok cuek di depanku dan di depan dia, tapi berubah menjadi orang yang beda banget di setiap pesan yang kamu kirim. Gimana aku ga bingung, coba??? Bayangkan, aku sampe sempet konsultasi masalah hati gitu sama Eko, yang dengan serius ngomong gini : ”Kayaknya dia ga serius deh Mbak...”. Hah? Iya ya? Soalnya kalo aku ceritanya ke temen-temenku yang cewek...jawabannya beda. Mungkin itu masalahnya ya. Masalah gender. Ketika kau sebagai kaum lelaki menganggap bahwa apa yang kamu lakukan itu meaningless, kami ga bisa menganggap itu ga serius. Tapi, kalo memang ga serius...kamu sadar ga sih, bahwa ini sudah berlangsung selama satu tahun lebih???? Aku udah nyoba lagi, buat menganggap bahwa itu cuma sekedar intermezzo bagi aku, bagi kamu. Tapi setiap kali aku pengen seperti itu, kamu tiba-tiba tersenyum lagi padaku...dengan tatapan matamu itu. Iya. Tatapan mata yang sejuk. Yang begitu damai. Yang sempat aku inginkan, hanya untuk aku. Aku ga bakalan boong kalo bilang, aku suka deg-degan ga jelas sendiri setiap kali ada alasan dan kesempatan buat ketemu kamu. Buat ngeliat kamu. Dan tiap kali kamu senyum ke aku, ada sesuatu yang menari di dalam diriku. Rasanya aneh, tapi menyenangkan. Tiap kali aku bisa menatap wajahmu dan menemukan tatapan damaimu itu, jantungku membuat nafasku sesak. Tapi ada saat-saat dimana kau justru hanya menatapku sesaat, dan memalingkan wajah. Terutama saat ada dia. Maka rasa aneh yang menyenangkan itu tidak akan ada, hanya rasa nyeri, di dada sebelah kiri. Apa memang benar di sebelah situ hati kita berada? Karena jika iya, berarti hatikulah yang terasa sesak itu. Aku ga tau, kamu sadar atau enggak, bahwa seringkali, kamu bikin aku hampir nangis. Karena begitu putus asa untuk bisa mengerti, apa sebenernya maksud kamu. Apakah karena aku tidak ada apa-apanya dibandingkan dia yang dulu pernah bersamamu? Sekarang aku ngerti, gimana Radiohead bisa terdengar sangat desperate waktu nyanyi : ”I want you to notice when I’m not around... I wish I was special, so fucking special…”. Itu yang aku pengen sebenernya, bahwa kamu menyadari keberadaanku, dan peduli atas ketidakberadaanku. Apakah memang I don’t belong there, by your side? Kamu membuat aku seperti tokoh sinetron, yang tiba-tiba saja melamun mendengarkan lagu-lagu melankolis, yang langsung mikir : “Ih, ni lagu gue banget deh…” setiap kali mendengar lirik lagu yang mellow-mellow gitu… Aku dulu pernah bilang, bahwa aku cukup senang memilikimu sebagai “A Mysterious Friend of Mine”, dan kamu pun bilang bahwa :”lebih asyik begini..”. Aku pengen mencabut pernyataanku itu, karena misterius sudah terasa terlalu melelahkan… Rahasia yang ada bersamamu terlalu rumit untuk aku mengerti.
Seandainya bisa, aku pengen duduk berdua dengan kamu, hanya untuk bertanya, dan mendengar jawaban dari kamu. Tentang kenapa kamu memulai semua ini. Iya, akumasih dengan penuh percaya diri menganggap, bahwa semua ini kamu yang mengawali.Aku juga ingin bertanya tentang kenapa kamu pernah menghilang, dan muncul kembali. Aku ingin bertanya, tentang sikapmu yang tak tebaca. Aku ingin tahu, kamu pengen aku seperti apa...
I just wish that I could read you... Aku tidak sanggup membayangkan, apa yang akan terjadi selanjutnya, jika memang cerita antara kita itu tidak akan pernah tercipta….
Seandainya bisa, aku pengen duduk berdua dengan kamu, hanya untuk bertanya, dan mendengar jawaban dari kamu. Tentang kenapa kamu memulai semua ini. Iya, akumasih dengan penuh percaya diri menganggap, bahwa semua ini kamu yang mengawali.Aku juga ingin bertanya tentang kenapa kamu pernah menghilang, dan muncul kembali. Aku ingin bertanya, tentang sikapmu yang tak tebaca. Aku ingin tahu, kamu pengen aku seperti apa...
I just wish that I could read you... Aku tidak sanggup membayangkan, apa yang akan terjadi selanjutnya, jika memang cerita antara kita itu tidak akan pernah tercipta….
Langganan:
Postingan (Atom)