Tampilkan postingan dengan label 30-day blog challenge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 30-day blog challenge. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Juni 2013

30 Day Challenge - Day 20

Day 20 – Concerts You Have Attended

Aaaa… Jadi kangen jaman kuliah S1 duluuuu! Secara ya, di Jogja dulu saya suka nonton acara musik kampus gitu.Secara itu salah satu hiburan yang murah meriah adalah nonton acara musik kampus gitu. Istilah kita waktu itu sih, nonton band-band-an. Jadi pernah juga liat The Rain, Shakey, Es Nanas, dan beberapa band indie lain. Iya, awal sampe pertengahan 2000an kan jamannya band indie gitu, dan Jogja adalah salah satu surganya band indie. (OMG how I miss those golden times)
Anyway, kalo memang yang dianggap konser disini adalah konser yang serius gitu…Hmm…
Baiklah.

1. KLa Project
Konser pertama yang pernah saya tonton di Jogja. Waktu itu konsernya di Kridosono. Dan tiketnya berapa? 15.000 perak. Waktu itu tahun 99 sih. Tapi tetep aja, rasanya kok murah yaaaa…. Puas banget. Memang ya, Katon itu walaupun udah tua, kualitas vokalnya gak boong deh

2. Sheila on 7 & KLa Project.

Jadi ya sodara-sodara. Saya itu sejak SMP itu udah jadi KLaNis. Dan semenjak mereka pertama kali muncul pun saya udah ngefans abis sama Sheila On 7. Jadi kebayang dong gimana saya nangis histeris waktu tau mereka bakal konser bareng? Iya. KLa DAN Sheila On 7. Konsernya di GSP. Tiketnya 20.000 perak. Waktu itu nontonnya berempat, bareng sama anak-anak kos.
PUAS BANGET SERIUS. Sumpah ya…. Yang muncul duluan Kla, sekitar 1,5 jam gitu. Lalu Sheila On 7. Dan saya ingeeeet banget, itu pertama kali lagu Sephia diperdengarkan di depan umum. Sheila On 7 nya kalo gak salah hampir 2 jam gitu. Dan senengnya nonton mereka adalah, beda sama yang di kaseeeetttt… Ahahahaha…maksud saya, mereka pinter deh bikin improvisasinya. Pas pertama kali masuk panggung, yang mereka mainkan adalah intronya My Heart Will Go On, tau-tau jadi lagu “Kita” gituuu. ..

3. Dewa
Ini adalah konser yang saya paling ingetnya kenapa coba? Karena gak bayar. Kita ngedobrak. Nyahahahahaha…. Waktu itu kan album Bintang 5 baru keluar. Dan percaya deh, album itu best of the bestnya Dewa banget-bangetan. Satu album bagus semuaaaaa lagunya. Jadi waktu tau mereka mau konser, kita satu kost pada mau nonton. Masalahnya, kita terlalu kompak. Kebayang gak sih susahnya nyari 8 tiket sekaligus??? Tentu saja kita kehabisan tiket dimana-mana.
Nah, pas malam konsernya, saya, Widia, Eka dan Ifan pada berangkat aja nonton tanpa bawa tiket. Berharap bakal dapet dari calo. Eh, Emil juga pergi sih, tapi sama pacarnya. Tapi sialan ya….tiket yang harusnya cuma 15.000 mereka jualnya sampe 60-75 ribu gitu. Tolong ya. Jual tiket apa ngajak miskin sih Bang?
Dalam keadaan hopeless, kita keliling ngider GSP. Eh, kok tau-tau kita nyampe di pintu dimana ternyata para personil Dewa pada datang dan masuk ya? ITU SAYA SEMPET DEKET BANGET SAMA ONCE LHO. Bening abis dia itu. Trus, lama-kelamaan, itu kok orang yang numpuk makin banyak ya di pintu itu? Dan kita pun akhirnyaaaa….ikut rombongan manusia itu mendobrak pintuuuu! YEAAAAYYY! Jadilah kita ikut menyerbu masuk ke dalam.
Jadi sodara-sodara, sensasinya bukan cuma di nonton konsernya, tapi cara masuknya yang brutal. Huahahahahaha…

4. Element

Konsernya di UPN Veteran. Ini saya agak heran deh kenapa saya nonton. Secara ya gak ngefans-ngefans amat sama Element. Yang saya inget cuma karena salah satu panitianya mantan pacar temen saya, jadi saya dapat tiket gratis dan temen-temen sekost saya dapet diskon. Udah. Gitu doang. Nontonnya juga jadinya biasa aja.

5. Soundrenaline 2003.

Yang paling seru nih. Secara Soundrenaline la yaaaa…. Jadi yang konser kan borongan gitu. Waktu itu kalo gak salah ada Jikustik, sama siapa lagi ya? Ada Iwan Fals, Dewa ya kalo nggak salah? Sama…Naif. Trus ada TIC Band (itu drummernya saya masih inget, Rama, gantengnya gak nyante). Trus siapa lagi ya? Aduh, lupa. Serius. Yah, pokoknya mah banyaaaakkk…. Kita kesana dari jam 1 siang, sampe jam 11 malam. Konsernya kan di Alun-alun gitu. Saya nonton sama anak-anak kost, dalam keadaan ceking dan item habis KKN selama 2 bulan di desa terpencil. Dekil abis lah pokoknya :)). Ini salah satu kenangan paling berkesan selama di Jogja, dan terakhir kali saya nonton konser-konseran di jaman S1 saya yang penuh huru-hara itu :)).

6. Sidney Meyer Concert With Melbourne Symphony Orchestra
Ihiiiyyy… Kosner ‘berbudaya’. Setelah sekian lama gak nonton band-band-an, nonton konser lagiii…. Tahun 2009 nih. Tahun terakhir saya sekolah S2. Konsernya…gratisan. Ahahahaha… Mungkin itulah salah satu alasan utama kenapa kami nonton. Lagian ya sayang aja, mumpung masih di Melbourne waktu itu, masa gak pernah sekalipun nonton konser disanaaa?
It was nice :). Siapa bilang musik klasik itu membosankan?




Well, yeah. Sepertinya masih ada beberapa lagi kali ya yang pernah saya tonton. Apalagi waktu di Jogja, hiburan murah meriah ya nonton band-band gituuu :D. Tapi untuk saat ini mah ingetnya itu doang. So yeah.
Day 20, finished!!!

Selasa, 16 April 2013

30 Day Challenge | Day 19


Day 19 - Name The Places that You Have Lived

Ahahahaha…. Jadi semacam bernostalgia gini ih temanya. Anyway, saya udah sempet tinggal di beberapa kota berbeda.

Banjarmasin


Kota tempat saya lahir. Tempat saya dibesarkan (berasa lirik lagu nasional gituuuu…hahahaha) sampe akhirnya lulus SMA. Banjarmasin ini… how should I describe it? 

Kota tua yang berusaha mengikuti zaman. And ended up dengan ribuan ruko disana-sini. Sering mati lampu. The public transport sucks.
Still, its my hometown. Kota dimana masih ada tukang jualan sayur yang bisa bergosip dengan para ibu-ibu. Masih ada tukang kredit keliling yang pembayarannya per hari. Yang dalam angkot tiba-tiba bisa ngobrol dengan sok akrabnya.It’s an old city anyway. An old city that will always be my hometown.

Not a perfect one, for sure. But it’s a place where I will always fond those familiar face with those familiar smiles, even from strangers on the street. Oh, and have I told you, bahwa yang namanya Soto Banjar itu adalah soto paling enak di antara berjenis-jenis soto se Nusantara?

Yogyakarta
 Lulus SMA, saya keterima PBUD di UGM. That’s one of my turning point in life: living in Yogyakarta. Satu yang paling saya suka dari Yogya: it’s a miniature of Indonesia. Begitu majemuk. Saya belajar banyak dari kota ini, terutama tentang perbedaan, tentang realitas hidup. Tentang persahabatan. Tentang gebetan.
Bagi saya, hidup selama di Yogya ini salah satu yang paling dominan dalam membentuk kepribadiannya saya.
Banyaaaak banget yang saya suka dari Yogya. Gampang nyari buku. Banyak acara musik. Banyak tontonan gratis. MURAH. Serius. Yogya itu, salah satu kota yang paling bersahabat dengan kantong.

Banjarbaru
Sempet tinggal disini, nge-kost, pas awal-awal nge-dosen. Secara rutenya waktu itu cuma Banjarmasin – kampus – kost – kampus –kost – Banjarmasin lagi, gak terlalu berasa aja tinggal disini. Ingetnya cuma seru-seruan bareng sama anak kost. Nyahahahaha….

Melbourne
Waktu S2 kemaren, I had this chance to live in this vibrant city. And I LOOOOVEEE this city. Great public transportation system. Dan seperti Jogja, I was amazed by how the city is so rich in cultural differences.


There’s something for everyone in the city. Di kota ini saya belajar banyak hal (di luar soal doing assignments for my study lho yaaa…). Dan salah satunya: respecting each other.

Oh, dan secara disini saya jadi Sekretaris MIIS, semacam organisasi untuk mahasiswa Indonesia di Monash, kampusnya saya, jadilah saya semakin banyak belajar tentang menghadapi berbagai macam orang yang berbeda-beda. Termasuk jadi ketua kelompengkargo alias pengiriman barang waktu kita pada balik ke Indonesia. Living in Jogja have  shaped my personality, I think that living in Mebourne added up some finishing touches on it =)

So, Day 19, FINISHED!

Sabtu, 06 April 2013

30 Day Challenge | Day 18


Day 18 – Name the TV Shows that You Have Been Addicted to

Wah, gampang kalo ini mah. Nyahahahaha…

Saya gak begitu suka nonton TV. Secara TV di kamar gak disambungin ke TV kabel. Jadi bisanya cuma TV lokal. Dan TV lokal isinya apa sodara-sodara? Tentu saja…sinetron!
Beuh.
Apaan sih pada ribut soal konser Lady Gaga lah, santet di masukin hukum pidana lah, infotainment lah diharamkan. Sinetron noh, diurusin. Sinetron Indonesia, entah karena tuntutan pasar apa tuntutan production house atau mungkin tuntutan jaksa, gak pernah masuk akal. Jalan ceritanya yang ajaib, zoom-in zoom-out wajah pemain yang harus banget disertai dengan sound effect. Enggak aja deh pokoknya. Dan tentu saja, sinteron Indonesia jarang banget ada yang realistis. Take for example, kalo memang beneran ada orang kayak gitu, mbok ya si Madun yang hobi main bola itu sama temen-temennya dimasukin jadi Timnas Indonesia deh. Dijamin deh, Timans negara lain juga bakal keder mau melawan Madun and friends.

Tapi toh, saya tetep nonton TV kalau acaranya… reality shows!


X Factor, Indonesian Idol (dimana saya menemukan si pria-Tegal-penuh-pesona), Master  Chef, ya pokoknya yang begitu deh. Oh, dan tentu saja Idola Cilik! Nyahahaha… Eh, tapi yang Idola Cilik 2013 ini saya udah gak nonton, secara Om Duta udah gak jadi komentator lagiii… Tapi biasanya sih saya lebih suka yang reality show produk luar, atau yang diadaptasi dari reality show luar. Yang paling suka itu dulu Amazing Race, sama The Apprentice. Dulu saya inget, Amazing Race Season 1 pernah ditayangkan di salah satu TV loka, dan saya sama adek saya yang nontonnya semangat banget, secara kita mendukung pasangan pengacara yang gantengnya bikin istigfar itu. 
Dan The Apprentice! 

Mulai dari The Apprentice yang reguler (eh, istilahnya berasa gak enak sih…) sama yang The Apprentice Celebrity. Biasanya saya dan adek saya bakal terbengong-bengong liat betapa Ivanka Trump itu terlihat begitu flawless sampe bikin saya pengen operasi plastik aja biar kayak die -_-.
Ivanka Trump as one of the judges. She's just too gorgeous.
Trus American Next Top Model juga saya sukaaaa… Saya pernah lho sampe beli set DVD nya yang season kapan itu. Seneng aja. Apalagi kalo para kontestannya udah pada berantem. 
Mhuahahaha…. Seru tuh, seruuu… Daripada berantemnya sepak bola Indonesia, hayooo?

Reality show yang asli Indonesia kadang-kadang ada sih yang saya tonton. Tapi ya tetep aja ujunng-ujungnya ya-gitu-deh. Pernah nih ya saya bengong kuadrat liat acara pemilihan Little Miss Indonesia. Dan Chibi cari Twibi (ngakak jaya). Astaga. Astaga banget deh pokoknya.

Aaanywaaay… Ya itu tadi. Saya senengnya acara reality show slash talent sho macam gini. Yang dibela-belain ngikutin gitu. Lagian talent show semacam X Factor atau Idol bikin saya bisa dengan sok pedenya ngasih-ngasih komentar ke kontestan.
Recently, talent show yang saya ikutin: X Factor Indonesia. Dan mungkin karena reputasi saya sebagai tukang begadang dan a devoted fan of this show, tiap Sabtu kalo saya kerja, itu temen-temen di kampus suka nanya ke saya siapa yang ter-eliminasi, siapa aja yang masuk bottpm two, siapa nyanyi lagu apa.
Beuh.
Emang ya, saya ini adalah sumber berita terpercaya.

Sebenernya, ada lagi sih acara TV yang saya juga suka dibela-belain nonton.
Siaran olahraga. Sepak bola, atau bulu tangkis.

Eh, gak masuk definisi disini ya? Oh well. Anyway, challenge day 18: FINISHED :D

Rabu, 27 Maret 2013

30 Day Challenge | Day 17


Day 17 – What do you want to be when you get older?

Lah, sayanya udah berusia mapan dan matang begini gimanaaa dooooonggg?
Nyahahahaha… Ih, tapi mari berimprovisasi. Mari kita berbicara dengan topik apa saja yang pernah menjadi cita-cita saya.

When I was 3 years old, saya pengen jadi sopir truk.
Waktu SD, saya pengen jadi guru.
Kelas 2 SMP, jadi lebih spesifik, pengen jadi guru Bahasa Inggris.
Kelas 3 SMP, karena suka sama gurunya, pengen jadi guru Sejarah.
Kelas 1 SMA, pengen jadi guru Fisika. 
Masih di kelas 1 SMA, pas tau ada jurusan Kriminologi, tiba-tiba sempet kepengen masuk jurusan itu dan jadi…detektif.
Kelas 2 SMA, tiba-tiba saja menyadari bahwa yang namanya Fisika ada ilmu tentang elektronika. Langsung berasa suram. Pindah haluan dikit, pengen jadi guru Kimia.
Kelas 3 SMA, masih konsisten, pengen jadi guru Kimia.
Pas kuliah, udah bodo amat deh ntar jadi apa, yang penting lulus dalam keadaan hidup-hidup dan bebas dari jeratan Kimia Organik. (Iya. I really suck at those carbon compounds.)


Alhamdulillah, sekarang jadi Dosen. Di Prodi Kimia. 
Talk about having dreams come true, eh ;)?

Tapi toh, sampai sekarang masih ada beberapa yang saya kepengen.
cute little book store, picture from here

Pengen punya toko buku sendiri. Toko buku kecil aja, yang saya sebagai pemilik dan 2-3 orang pegawainya tahu buku apa saja yang kami  sediakan. Yang bisa diajak ngobrol soal buku dengan para pelanggan. Pengennya kayak toko buku Borders (yang udah almarhum itu), jadi di tengah-tengahnya ada café gitu. Eh, tapi saya mah pengennya di halaman depan atau sampingnya sih ada café gitu. 



picture from here
Pengen nulis buku. I never consider myself good in writing. But one thing for sure, I do enjoy it. Iya, emang bukan academic writing like my colleagues and my employer expect me to do (maafkan saya wahai Dekan, KaProdi dan para petinggi Depdiknas).  Selama ini, saya cuma menuliskan all those rants and ramblings that I have in mind. Occasionally I write some fics to. Every now and then, the thought crossed my mind, bahwa mungkin lucu juga kali ya kalo yang satu ini diseriusin. Ahahahaha… Yeah, maybe, one day, I will have my very own book being published. 


Pengen jadi WAG. Particularly for David Silva. Lupakan. Abaikan.

Pengen jadi part of a creative production.
Entah ikut terlibat dalam penulisan skenario, atau mengkonsep suatu performance, or anything. Not to say that I am a creative one. Tapi jujur saja, saya suka terkagum-kagum dengan bagaimana sebuah film atau drama atau pertunjukan bisa berlangsung, melalui kerja keras orang-orang di proses kreatifnya. Saya bukan tipe orang yang suka being under the spotlight. But really, I think I would enjoy to be someone behind the scene :).

Selasa, 26 Maret 2013

30 Day Challenge | Day 16


Day 16 – If the world were to end tomorrow, what would you do with your remaining time on Earth?

Waduh. Serius ya topiknya. It’s not that I never really thought about the dooms day or something. Tapi saya sering kepikirannya sih, what would people think of me when I have died? What would they remember about me when I passed away?
Kok bukan itu aja sih yang ditanyain -_-

Anyway.

Kalau misalnya saya tau bahwa the world would end tomorrow (tiba-tiba ngerasa ada di film The Day After Tomorrow), emm… Saya cuma pengen menghabiskan waktu bersama keluarga saya. Sama orang tua dan adik saya. They have been the most important part of my life, the true love of my life, and the best part of life.

I would make a list of things that I really want to say to other people but I never have the chance to tell them. Dan entah dengan cara apapun, saya akan mencoba menyampaikan hal-hal itu pada mereka. 

Saya bakal melihat-lihat kembali foto, catatan, any memorabilia about my life, dan mengingat kembali bahwa hidup saya begitu penuh dengan berkah.

Eh, nulis ginian jadi mikir deh. No matter how short or how long life would be, what really matter is actually the things that really leave their marks on our life. That really taught us a thing or two or more about life. 
And still, our life always, always worth enough to live in. God makes it that way, as He is the best director of all scenarios =).

Senin, 25 Maret 2013

30 Day Challenge | Day 15

Day 15 – A Photo of someone you fancy at the moment

First of all, just A photo? Like, one, single photo? God, this is such a torture.

Gini ya, at the moment, someone that I fancy, is someone that I would refer as calon suami saya the love of my sad life, the light of my poor heart, tentu saja adalah…
David Josue Jimenez Silva

Protes? Silakan. I will still fancy him anyway.

Anyway, ini understatement banget nih disuruhnya cuma satu foto. I have one special folder titled “Silva” with 495 items in it (and each week, the number keep on increasing). Dan itu belum termasuk foto dia yang ikut keselip di folder MCFC dan Spain NT. I put a special link on my Tumblr on my posts about him. I made a series of posts on things that I love about him. Dan sekarang dimintanya cuma SATU foto?
Tolong ya.

Gimana caranya saya milih cuma SATU??? First world problem ini mah.

Atau gini aja.
SATU foto untuk satu tema tentang dirinya? Gimana?

Yeah, so once again, my blog will be spammed with his picture.


Silva’s shy smile
Silva’s genuine smile 

Silva in practice

Silva in City’s home jersey

  Silva in City’s away jersey

Silva in Spain NT”s jersey

Silva in suit

His stupid awkward face

His casual pose

Him not looking at the camera

Silva and his perfect fluffy hair

Silva celebrates his goal

Silva is angry

Silva with his magical action

Okay. Okay. I’ll stop. I try to stop at 14, as 14 is some kind of my lucky number. But really, it takes me quite a while just to pick which one is my favorite pictures of him for each theme.
How can one not love him!!!
*squealing*
Let’s end this post with…
A hug from David Silva!
ugh. That smile :")

Senin, 11 Maret 2013

30 Day Challenge | Day 14

Day 14 – Provide Pictures of five celebrity crushes
By celebrity here, I loosely translated it as someone famous enough, okay? So I guess that singer, actor, and athlete could fit into the category of celebrity, okay?
And let me warn you. This posting is going to be spammed with pictures. Wahai para fakir kuota, you’ve been warned.

Yang pertama…Tentu saajaaaa… 
AKHDIYAT DUTA MODJO
Paling ganteng sejagad raya. Anaknya udah dua.
Senyumnya itu lho. Astaga itu kalo dia senyum saya udah meleleh kagak karuan deh. Udah berasa bisa terbang melompati Monas.  Tapi udah punya istri.
My celebrity crush since 1999 up to now. Mau saya fangirling ke siapa aja, tetep aja mentok-mentok balik ke dia lagi. Kurang setia gimana lagi coba ya saya sama dia.
Gantengnya gas pol abis. Dia mau gaya gimana aja, mau diapain aja….tetep aja kalo aslinya emang udah ganteng ya tetep aja ganteng parah.
Yang kedua? Ini.
ADAM LEVINE
Jadi gini ya sodara-sodara. Saya gak suka sama tato. Serem. Tapi demi deh ya, beda kalo liat Adam.
Adam Levine ini satu-satunya orang yang badannya penuh dengan tato dan bagi saya dia keliatan so hot and sexy and so attractive. 
So effin’ hot. Astaga. Dia mah didenger aja, DIDENGER doang lho ya, udah seksi abis. APALAGI DILIATIN. Ya ampun itu bisa drooling tau liat dia. Hottest man alive.
Okay. Breathe. Let's go on to the third one.
DAVID JOSUE JIMENEZ SILVA
Look at him. No, I mean, seriusly, LOOK at him. 

So cute and adorable and… asdfghjll… I can’t. I just can’t, okay.  
Astaga, dia tuh keringetan aja udah bisa bikin saya histeris. 
Kalo dia protes ke wasit saya berasa pengen ikut nonjok wasit. Kalo dia ditekel pemain lawan saya pengen nendang si lawan. Kalo dia senyum saya pengen minta dikawinin.
SENYUM DIA ITU… Saya udah kehabisan analogi untuk menjelaskan gimana senyum dia bikin saya nyaris gak napas. NYARIS GAK NAPAS TAU KALO LIAT DIA SENYUM. 
WHAT IS BREATHING?
Dia senyum saya gak napas. Dia ketawa, saya serangan jantung. Dia kawin saya patah hati. Untung belum kawin. 


  And don’t make me start to talk about how fluffy his hair is. 
It’s just so distracting, you know, his messy hair that falls all over his head.

Some oxygen, please? So now we can go on to the next one. Yang keempat.

FEDI NURIL
Mukanya adem. Berasa hembusan angin musim semi gitu kali ya rasanya kalo ngeliatin dia. Berasa damai sentosa sejahtera dengan asas  kekeluargaan dan gotong royong.
Gak tau nih sejak kapan suka sama dia. Tau-tau suka ajaaaa… Waktu dia main Ayat-Ayat Cinta, I literally only look at the screen when he shows up. Secara saya gak suka bukunya dan gak berminat sama filmnya. 
Waktu ditayangin di tipi juga saya cuma ngeliatin dia doang. Dan waktu nonton 5 CM. itu saya yang sampe gigit tisu dan kunyah-kunya popcorn waktu liat diaaaa… 
Gantengnya gak nanggung. To the max.

Next, the 5th.
OXAVIA ALDIANO
PIIIDIIII…. VIIIIDIIIII…. Vidi Aldiano, sodara-sodaraaaaa!!!!
Dari semua, yang bener-bener bisa ketemu langsung dan foto bareng cuma dia doang. 
Asdfghjkl…. Manis ini mah si berondong. Manis banget. Tampang remaja rohis yang sayang sama Mama.  Tipe pacar ideal banget ini mah ya ampuuuunnn…
Dan suaranya. Suaranya. SUARANYA. Bening. Ini minta diculik banget tau.

And that’s it. Five celebrity crushes. Kalo kenal sama saya sih, bakal dengan skeptisnya nanya: Cuma itu?
LAH DIMINTANYA CUMAN LIMA DOANG PEGIMANE DONGGG??? 
Ya udah deh.
Ini posting foto-foto mereka aja saya udah cengar-cengir guling-guling gak karuan gak jelas.

So, day 14, FINISHED!!!
(I guess I can carry on doing the challenge for this particular one over and over again).
Tampilkan postingan dengan label 30-day blog challenge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 30-day blog challenge. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Juni 2013

30 Day Challenge - Day 20

Day 20 – Concerts You Have Attended

Aaaa… Jadi kangen jaman kuliah S1 duluuuu! Secara ya, di Jogja dulu saya suka nonton acara musik kampus gitu.Secara itu salah satu hiburan yang murah meriah adalah nonton acara musik kampus gitu. Istilah kita waktu itu sih, nonton band-band-an. Jadi pernah juga liat The Rain, Shakey, Es Nanas, dan beberapa band indie lain. Iya, awal sampe pertengahan 2000an kan jamannya band indie gitu, dan Jogja adalah salah satu surganya band indie. (OMG how I miss those golden times)
Anyway, kalo memang yang dianggap konser disini adalah konser yang serius gitu…Hmm…
Baiklah.

1. KLa Project
Konser pertama yang pernah saya tonton di Jogja. Waktu itu konsernya di Kridosono. Dan tiketnya berapa? 15.000 perak. Waktu itu tahun 99 sih. Tapi tetep aja, rasanya kok murah yaaaa…. Puas banget. Memang ya, Katon itu walaupun udah tua, kualitas vokalnya gak boong deh

2. Sheila on 7 & KLa Project.

Jadi ya sodara-sodara. Saya itu sejak SMP itu udah jadi KLaNis. Dan semenjak mereka pertama kali muncul pun saya udah ngefans abis sama Sheila On 7. Jadi kebayang dong gimana saya nangis histeris waktu tau mereka bakal konser bareng? Iya. KLa DAN Sheila On 7. Konsernya di GSP. Tiketnya 20.000 perak. Waktu itu nontonnya berempat, bareng sama anak-anak kos.
PUAS BANGET SERIUS. Sumpah ya…. Yang muncul duluan Kla, sekitar 1,5 jam gitu. Lalu Sheila On 7. Dan saya ingeeeet banget, itu pertama kali lagu Sephia diperdengarkan di depan umum. Sheila On 7 nya kalo gak salah hampir 2 jam gitu. Dan senengnya nonton mereka adalah, beda sama yang di kaseeeetttt… Ahahahaha…maksud saya, mereka pinter deh bikin improvisasinya. Pas pertama kali masuk panggung, yang mereka mainkan adalah intronya My Heart Will Go On, tau-tau jadi lagu “Kita” gituuu. ..

3. Dewa
Ini adalah konser yang saya paling ingetnya kenapa coba? Karena gak bayar. Kita ngedobrak. Nyahahahahaha…. Waktu itu kan album Bintang 5 baru keluar. Dan percaya deh, album itu best of the bestnya Dewa banget-bangetan. Satu album bagus semuaaaaa lagunya. Jadi waktu tau mereka mau konser, kita satu kost pada mau nonton. Masalahnya, kita terlalu kompak. Kebayang gak sih susahnya nyari 8 tiket sekaligus??? Tentu saja kita kehabisan tiket dimana-mana.
Nah, pas malam konsernya, saya, Widia, Eka dan Ifan pada berangkat aja nonton tanpa bawa tiket. Berharap bakal dapet dari calo. Eh, Emil juga pergi sih, tapi sama pacarnya. Tapi sialan ya….tiket yang harusnya cuma 15.000 mereka jualnya sampe 60-75 ribu gitu. Tolong ya. Jual tiket apa ngajak miskin sih Bang?
Dalam keadaan hopeless, kita keliling ngider GSP. Eh, kok tau-tau kita nyampe di pintu dimana ternyata para personil Dewa pada datang dan masuk ya? ITU SAYA SEMPET DEKET BANGET SAMA ONCE LHO. Bening abis dia itu. Trus, lama-kelamaan, itu kok orang yang numpuk makin banyak ya di pintu itu? Dan kita pun akhirnyaaaa….ikut rombongan manusia itu mendobrak pintuuuu! YEAAAAYYY! Jadilah kita ikut menyerbu masuk ke dalam.
Jadi sodara-sodara, sensasinya bukan cuma di nonton konsernya, tapi cara masuknya yang brutal. Huahahahahaha…

4. Element

Konsernya di UPN Veteran. Ini saya agak heran deh kenapa saya nonton. Secara ya gak ngefans-ngefans amat sama Element. Yang saya inget cuma karena salah satu panitianya mantan pacar temen saya, jadi saya dapat tiket gratis dan temen-temen sekost saya dapet diskon. Udah. Gitu doang. Nontonnya juga jadinya biasa aja.

5. Soundrenaline 2003.

Yang paling seru nih. Secara Soundrenaline la yaaaa…. Jadi yang konser kan borongan gitu. Waktu itu kalo gak salah ada Jikustik, sama siapa lagi ya? Ada Iwan Fals, Dewa ya kalo nggak salah? Sama…Naif. Trus ada TIC Band (itu drummernya saya masih inget, Rama, gantengnya gak nyante). Trus siapa lagi ya? Aduh, lupa. Serius. Yah, pokoknya mah banyaaaakkk…. Kita kesana dari jam 1 siang, sampe jam 11 malam. Konsernya kan di Alun-alun gitu. Saya nonton sama anak-anak kost, dalam keadaan ceking dan item habis KKN selama 2 bulan di desa terpencil. Dekil abis lah pokoknya :)). Ini salah satu kenangan paling berkesan selama di Jogja, dan terakhir kali saya nonton konser-konseran di jaman S1 saya yang penuh huru-hara itu :)).

6. Sidney Meyer Concert With Melbourne Symphony Orchestra
Ihiiiyyy… Kosner ‘berbudaya’. Setelah sekian lama gak nonton band-band-an, nonton konser lagiii…. Tahun 2009 nih. Tahun terakhir saya sekolah S2. Konsernya…gratisan. Ahahahaha… Mungkin itulah salah satu alasan utama kenapa kami nonton. Lagian ya sayang aja, mumpung masih di Melbourne waktu itu, masa gak pernah sekalipun nonton konser disanaaa?
It was nice :). Siapa bilang musik klasik itu membosankan?




Well, yeah. Sepertinya masih ada beberapa lagi kali ya yang pernah saya tonton. Apalagi waktu di Jogja, hiburan murah meriah ya nonton band-band gituuu :D. Tapi untuk saat ini mah ingetnya itu doang. So yeah.
Day 20, finished!!!

Selasa, 16 April 2013

30 Day Challenge | Day 19


Day 19 - Name The Places that You Have Lived

Ahahahaha…. Jadi semacam bernostalgia gini ih temanya. Anyway, saya udah sempet tinggal di beberapa kota berbeda.

Banjarmasin


Kota tempat saya lahir. Tempat saya dibesarkan (berasa lirik lagu nasional gituuuu…hahahaha) sampe akhirnya lulus SMA. Banjarmasin ini… how should I describe it? 

Kota tua yang berusaha mengikuti zaman. And ended up dengan ribuan ruko disana-sini. Sering mati lampu. The public transport sucks.
Still, its my hometown. Kota dimana masih ada tukang jualan sayur yang bisa bergosip dengan para ibu-ibu. Masih ada tukang kredit keliling yang pembayarannya per hari. Yang dalam angkot tiba-tiba bisa ngobrol dengan sok akrabnya.It’s an old city anyway. An old city that will always be my hometown.

Not a perfect one, for sure. But it’s a place where I will always fond those familiar face with those familiar smiles, even from strangers on the street. Oh, and have I told you, bahwa yang namanya Soto Banjar itu adalah soto paling enak di antara berjenis-jenis soto se Nusantara?

Yogyakarta
 Lulus SMA, saya keterima PBUD di UGM. That’s one of my turning point in life: living in Yogyakarta. Satu yang paling saya suka dari Yogya: it’s a miniature of Indonesia. Begitu majemuk. Saya belajar banyak dari kota ini, terutama tentang perbedaan, tentang realitas hidup. Tentang persahabatan. Tentang gebetan.
Bagi saya, hidup selama di Yogya ini salah satu yang paling dominan dalam membentuk kepribadiannya saya.
Banyaaaak banget yang saya suka dari Yogya. Gampang nyari buku. Banyak acara musik. Banyak tontonan gratis. MURAH. Serius. Yogya itu, salah satu kota yang paling bersahabat dengan kantong.

Banjarbaru
Sempet tinggal disini, nge-kost, pas awal-awal nge-dosen. Secara rutenya waktu itu cuma Banjarmasin – kampus – kost – kampus –kost – Banjarmasin lagi, gak terlalu berasa aja tinggal disini. Ingetnya cuma seru-seruan bareng sama anak kost. Nyahahahaha….

Melbourne
Waktu S2 kemaren, I had this chance to live in this vibrant city. And I LOOOOVEEE this city. Great public transportation system. Dan seperti Jogja, I was amazed by how the city is so rich in cultural differences.


There’s something for everyone in the city. Di kota ini saya belajar banyak hal (di luar soal doing assignments for my study lho yaaa…). Dan salah satunya: respecting each other.

Oh, dan secara disini saya jadi Sekretaris MIIS, semacam organisasi untuk mahasiswa Indonesia di Monash, kampusnya saya, jadilah saya semakin banyak belajar tentang menghadapi berbagai macam orang yang berbeda-beda. Termasuk jadi ketua kelompengkargo alias pengiriman barang waktu kita pada balik ke Indonesia. Living in Jogja have  shaped my personality, I think that living in Mebourne added up some finishing touches on it =)

So, Day 19, FINISHED!

Sabtu, 06 April 2013

30 Day Challenge | Day 18


Day 18 – Name the TV Shows that You Have Been Addicted to

Wah, gampang kalo ini mah. Nyahahahaha…

Saya gak begitu suka nonton TV. Secara TV di kamar gak disambungin ke TV kabel. Jadi bisanya cuma TV lokal. Dan TV lokal isinya apa sodara-sodara? Tentu saja…sinetron!
Beuh.
Apaan sih pada ribut soal konser Lady Gaga lah, santet di masukin hukum pidana lah, infotainment lah diharamkan. Sinetron noh, diurusin. Sinetron Indonesia, entah karena tuntutan pasar apa tuntutan production house atau mungkin tuntutan jaksa, gak pernah masuk akal. Jalan ceritanya yang ajaib, zoom-in zoom-out wajah pemain yang harus banget disertai dengan sound effect. Enggak aja deh pokoknya. Dan tentu saja, sinteron Indonesia jarang banget ada yang realistis. Take for example, kalo memang beneran ada orang kayak gitu, mbok ya si Madun yang hobi main bola itu sama temen-temennya dimasukin jadi Timnas Indonesia deh. Dijamin deh, Timans negara lain juga bakal keder mau melawan Madun and friends.

Tapi toh, saya tetep nonton TV kalau acaranya… reality shows!


X Factor, Indonesian Idol (dimana saya menemukan si pria-Tegal-penuh-pesona), Master  Chef, ya pokoknya yang begitu deh. Oh, dan tentu saja Idola Cilik! Nyahahaha… Eh, tapi yang Idola Cilik 2013 ini saya udah gak nonton, secara Om Duta udah gak jadi komentator lagiii… Tapi biasanya sih saya lebih suka yang reality show produk luar, atau yang diadaptasi dari reality show luar. Yang paling suka itu dulu Amazing Race, sama The Apprentice. Dulu saya inget, Amazing Race Season 1 pernah ditayangkan di salah satu TV loka, dan saya sama adek saya yang nontonnya semangat banget, secara kita mendukung pasangan pengacara yang gantengnya bikin istigfar itu. 
Dan The Apprentice! 

Mulai dari The Apprentice yang reguler (eh, istilahnya berasa gak enak sih…) sama yang The Apprentice Celebrity. Biasanya saya dan adek saya bakal terbengong-bengong liat betapa Ivanka Trump itu terlihat begitu flawless sampe bikin saya pengen operasi plastik aja biar kayak die -_-.
Ivanka Trump as one of the judges. She's just too gorgeous.
Trus American Next Top Model juga saya sukaaaa… Saya pernah lho sampe beli set DVD nya yang season kapan itu. Seneng aja. Apalagi kalo para kontestannya udah pada berantem. 
Mhuahahaha…. Seru tuh, seruuu… Daripada berantemnya sepak bola Indonesia, hayooo?

Reality show yang asli Indonesia kadang-kadang ada sih yang saya tonton. Tapi ya tetep aja ujunng-ujungnya ya-gitu-deh. Pernah nih ya saya bengong kuadrat liat acara pemilihan Little Miss Indonesia. Dan Chibi cari Twibi (ngakak jaya). Astaga. Astaga banget deh pokoknya.

Aaanywaaay… Ya itu tadi. Saya senengnya acara reality show slash talent sho macam gini. Yang dibela-belain ngikutin gitu. Lagian talent show semacam X Factor atau Idol bikin saya bisa dengan sok pedenya ngasih-ngasih komentar ke kontestan.
Recently, talent show yang saya ikutin: X Factor Indonesia. Dan mungkin karena reputasi saya sebagai tukang begadang dan a devoted fan of this show, tiap Sabtu kalo saya kerja, itu temen-temen di kampus suka nanya ke saya siapa yang ter-eliminasi, siapa aja yang masuk bottpm two, siapa nyanyi lagu apa.
Beuh.
Emang ya, saya ini adalah sumber berita terpercaya.

Sebenernya, ada lagi sih acara TV yang saya juga suka dibela-belain nonton.
Siaran olahraga. Sepak bola, atau bulu tangkis.

Eh, gak masuk definisi disini ya? Oh well. Anyway, challenge day 18: FINISHED :D

Rabu, 27 Maret 2013

30 Day Challenge | Day 17


Day 17 – What do you want to be when you get older?

Lah, sayanya udah berusia mapan dan matang begini gimanaaa dooooonggg?
Nyahahahaha… Ih, tapi mari berimprovisasi. Mari kita berbicara dengan topik apa saja yang pernah menjadi cita-cita saya.

When I was 3 years old, saya pengen jadi sopir truk.
Waktu SD, saya pengen jadi guru.
Kelas 2 SMP, jadi lebih spesifik, pengen jadi guru Bahasa Inggris.
Kelas 3 SMP, karena suka sama gurunya, pengen jadi guru Sejarah.
Kelas 1 SMA, pengen jadi guru Fisika. 
Masih di kelas 1 SMA, pas tau ada jurusan Kriminologi, tiba-tiba sempet kepengen masuk jurusan itu dan jadi…detektif.
Kelas 2 SMA, tiba-tiba saja menyadari bahwa yang namanya Fisika ada ilmu tentang elektronika. Langsung berasa suram. Pindah haluan dikit, pengen jadi guru Kimia.
Kelas 3 SMA, masih konsisten, pengen jadi guru Kimia.
Pas kuliah, udah bodo amat deh ntar jadi apa, yang penting lulus dalam keadaan hidup-hidup dan bebas dari jeratan Kimia Organik. (Iya. I really suck at those carbon compounds.)


Alhamdulillah, sekarang jadi Dosen. Di Prodi Kimia. 
Talk about having dreams come true, eh ;)?

Tapi toh, sampai sekarang masih ada beberapa yang saya kepengen.
cute little book store, picture from here

Pengen punya toko buku sendiri. Toko buku kecil aja, yang saya sebagai pemilik dan 2-3 orang pegawainya tahu buku apa saja yang kami  sediakan. Yang bisa diajak ngobrol soal buku dengan para pelanggan. Pengennya kayak toko buku Borders (yang udah almarhum itu), jadi di tengah-tengahnya ada café gitu. Eh, tapi saya mah pengennya di halaman depan atau sampingnya sih ada café gitu. 



picture from here
Pengen nulis buku. I never consider myself good in writing. But one thing for sure, I do enjoy it. Iya, emang bukan academic writing like my colleagues and my employer expect me to do (maafkan saya wahai Dekan, KaProdi dan para petinggi Depdiknas).  Selama ini, saya cuma menuliskan all those rants and ramblings that I have in mind. Occasionally I write some fics to. Every now and then, the thought crossed my mind, bahwa mungkin lucu juga kali ya kalo yang satu ini diseriusin. Ahahahaha… Yeah, maybe, one day, I will have my very own book being published. 


Pengen jadi WAG. Particularly for David Silva. Lupakan. Abaikan.

Pengen jadi part of a creative production.
Entah ikut terlibat dalam penulisan skenario, atau mengkonsep suatu performance, or anything. Not to say that I am a creative one. Tapi jujur saja, saya suka terkagum-kagum dengan bagaimana sebuah film atau drama atau pertunjukan bisa berlangsung, melalui kerja keras orang-orang di proses kreatifnya. Saya bukan tipe orang yang suka being under the spotlight. But really, I think I would enjoy to be someone behind the scene :).

Selasa, 26 Maret 2013

30 Day Challenge | Day 16


Day 16 – If the world were to end tomorrow, what would you do with your remaining time on Earth?

Waduh. Serius ya topiknya. It’s not that I never really thought about the dooms day or something. Tapi saya sering kepikirannya sih, what would people think of me when I have died? What would they remember about me when I passed away?
Kok bukan itu aja sih yang ditanyain -_-

Anyway.

Kalau misalnya saya tau bahwa the world would end tomorrow (tiba-tiba ngerasa ada di film The Day After Tomorrow), emm… Saya cuma pengen menghabiskan waktu bersama keluarga saya. Sama orang tua dan adik saya. They have been the most important part of my life, the true love of my life, and the best part of life.

I would make a list of things that I really want to say to other people but I never have the chance to tell them. Dan entah dengan cara apapun, saya akan mencoba menyampaikan hal-hal itu pada mereka. 

Saya bakal melihat-lihat kembali foto, catatan, any memorabilia about my life, dan mengingat kembali bahwa hidup saya begitu penuh dengan berkah.

Eh, nulis ginian jadi mikir deh. No matter how short or how long life would be, what really matter is actually the things that really leave their marks on our life. That really taught us a thing or two or more about life. 
And still, our life always, always worth enough to live in. God makes it that way, as He is the best director of all scenarios =).

Senin, 25 Maret 2013

30 Day Challenge | Day 15

Day 15 – A Photo of someone you fancy at the moment

First of all, just A photo? Like, one, single photo? God, this is such a torture.

Gini ya, at the moment, someone that I fancy, is someone that I would refer as calon suami saya the love of my sad life, the light of my poor heart, tentu saja adalah…
David Josue Jimenez Silva

Protes? Silakan. I will still fancy him anyway.

Anyway, ini understatement banget nih disuruhnya cuma satu foto. I have one special folder titled “Silva” with 495 items in it (and each week, the number keep on increasing). Dan itu belum termasuk foto dia yang ikut keselip di folder MCFC dan Spain NT. I put a special link on my Tumblr on my posts about him. I made a series of posts on things that I love about him. Dan sekarang dimintanya cuma SATU foto?
Tolong ya.

Gimana caranya saya milih cuma SATU??? First world problem ini mah.

Atau gini aja.
SATU foto untuk satu tema tentang dirinya? Gimana?

Yeah, so once again, my blog will be spammed with his picture.


Silva’s shy smile
Silva’s genuine smile 

Silva in practice

Silva in City’s home jersey

  Silva in City’s away jersey

Silva in Spain NT”s jersey

Silva in suit

His stupid awkward face

His casual pose

Him not looking at the camera

Silva and his perfect fluffy hair

Silva celebrates his goal

Silva is angry

Silva with his magical action

Okay. Okay. I’ll stop. I try to stop at 14, as 14 is some kind of my lucky number. But really, it takes me quite a while just to pick which one is my favorite pictures of him for each theme.
How can one not love him!!!
*squealing*
Let’s end this post with…
A hug from David Silva!
ugh. That smile :")

Senin, 11 Maret 2013

30 Day Challenge | Day 14

Day 14 – Provide Pictures of five celebrity crushes
By celebrity here, I loosely translated it as someone famous enough, okay? So I guess that singer, actor, and athlete could fit into the category of celebrity, okay?
And let me warn you. This posting is going to be spammed with pictures. Wahai para fakir kuota, you’ve been warned.

Yang pertama…Tentu saajaaaa… 
AKHDIYAT DUTA MODJO
Paling ganteng sejagad raya. Anaknya udah dua.
Senyumnya itu lho. Astaga itu kalo dia senyum saya udah meleleh kagak karuan deh. Udah berasa bisa terbang melompati Monas.  Tapi udah punya istri.
My celebrity crush since 1999 up to now. Mau saya fangirling ke siapa aja, tetep aja mentok-mentok balik ke dia lagi. Kurang setia gimana lagi coba ya saya sama dia.
Gantengnya gas pol abis. Dia mau gaya gimana aja, mau diapain aja….tetep aja kalo aslinya emang udah ganteng ya tetep aja ganteng parah.
Yang kedua? Ini.
ADAM LEVINE
Jadi gini ya sodara-sodara. Saya gak suka sama tato. Serem. Tapi demi deh ya, beda kalo liat Adam.
Adam Levine ini satu-satunya orang yang badannya penuh dengan tato dan bagi saya dia keliatan so hot and sexy and so attractive. 
So effin’ hot. Astaga. Dia mah didenger aja, DIDENGER doang lho ya, udah seksi abis. APALAGI DILIATIN. Ya ampun itu bisa drooling tau liat dia. Hottest man alive.
Okay. Breathe. Let's go on to the third one.
DAVID JOSUE JIMENEZ SILVA
Look at him. No, I mean, seriusly, LOOK at him. 

So cute and adorable and… asdfghjll… I can’t. I just can’t, okay.  
Astaga, dia tuh keringetan aja udah bisa bikin saya histeris. 
Kalo dia protes ke wasit saya berasa pengen ikut nonjok wasit. Kalo dia ditekel pemain lawan saya pengen nendang si lawan. Kalo dia senyum saya pengen minta dikawinin.
SENYUM DIA ITU… Saya udah kehabisan analogi untuk menjelaskan gimana senyum dia bikin saya nyaris gak napas. NYARIS GAK NAPAS TAU KALO LIAT DIA SENYUM. 
WHAT IS BREATHING?
Dia senyum saya gak napas. Dia ketawa, saya serangan jantung. Dia kawin saya patah hati. Untung belum kawin. 


  And don’t make me start to talk about how fluffy his hair is. 
It’s just so distracting, you know, his messy hair that falls all over his head.

Some oxygen, please? So now we can go on to the next one. Yang keempat.

FEDI NURIL
Mukanya adem. Berasa hembusan angin musim semi gitu kali ya rasanya kalo ngeliatin dia. Berasa damai sentosa sejahtera dengan asas  kekeluargaan dan gotong royong.
Gak tau nih sejak kapan suka sama dia. Tau-tau suka ajaaaa… Waktu dia main Ayat-Ayat Cinta, I literally only look at the screen when he shows up. Secara saya gak suka bukunya dan gak berminat sama filmnya. 
Waktu ditayangin di tipi juga saya cuma ngeliatin dia doang. Dan waktu nonton 5 CM. itu saya yang sampe gigit tisu dan kunyah-kunya popcorn waktu liat diaaaa… 
Gantengnya gak nanggung. To the max.

Next, the 5th.
OXAVIA ALDIANO
PIIIDIIII…. VIIIIDIIIII…. Vidi Aldiano, sodara-sodaraaaaa!!!!
Dari semua, yang bener-bener bisa ketemu langsung dan foto bareng cuma dia doang. 
Asdfghjkl…. Manis ini mah si berondong. Manis banget. Tampang remaja rohis yang sayang sama Mama.  Tipe pacar ideal banget ini mah ya ampuuuunnn…
Dan suaranya. Suaranya. SUARANYA. Bening. Ini minta diculik banget tau.

And that’s it. Five celebrity crushes. Kalo kenal sama saya sih, bakal dengan skeptisnya nanya: Cuma itu?
LAH DIMINTANYA CUMAN LIMA DOANG PEGIMANE DONGGG??? 
Ya udah deh.
Ini posting foto-foto mereka aja saya udah cengar-cengir guling-guling gak karuan gak jelas.

So, day 14, FINISHED!!!
(I guess I can carry on doing the challenge for this particular one over and over again).