Jumat, 29 Juni 2012

I'm NOT Part of the Euphoria


Istilah Korean Wave kayaknya emang lagi happening banget deh ya… Dimana-mana segala sesuatu yang dianggap trendi itu yang berhubungan dengan K-Pop. Gak Cuma soal genre musik, tapi juga sampe soal gaya fashion, dan segala macam lah. Kemaren juga waktu ke toko buku, banyak deh novel teenlit yang nuansanya Korea-korea gitu. Sampe-sampe sekarang banyak yang dengan imutnya saling memanggil pake istilah eonnie, oppa, etc etc… And somehow, isi timeline saya di twitter juga cukup banyak didominasi oleh para K-Popers.

Tapi toh, tetep aja saya gak bisa ikut terlibat dalam euphoria K-Pop itu.

Waktu ribut-ribut konser Su-Ju itu, saya juga biasa aja. Btw, konsernya 3 hari kan ya? Mengutip istilah salah satu stand-up comedian di Metro TV, udah kayak Ujian Nasional aja ya dibikin 3 hari gitu… Ahahaha…

Gak suka K-Pop, bukan berarti saya antipasti terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan K-Pop. Malah saya salut dengan industri musik Korea, yang sukses banget bikin K-Wave melanda di dunia. In my opinion, euphoria K-Pop yang terjadi sekarang,  merupakan contoh nyata dari gimana musik digarap dan dikemas secara serius sebagai suatu industri. Liat aja deh, launching album mereka, pembuatan video klip lagu mereka, promosi artis, semua bener-bener dikonsep secara serius. Gak kayak disini yang album penyanyi dijual di restoran cepat saji dan di pompa bensin. Saya pernah nonton liputan di MetroTV, bahwa pemerintah Korea Selatan memang serius mempersiapkan agar seni di Negara mereka bisa dikenal dunia internasional. Apa yang terjadi beberapa tahun terakhir ini adalah hasil dari proses persiapan selama belasan tahun. Wow. If only pemerintah Indonesia juga mau melakukan hal yang sama ya. Secara menurut saya banyak musisi Indonesia yang layak banget untuk bisa bersaing secara kualitas di panggung internasional.

Anyway, I know that it’s a matter of personal taste. But really, lagu-lagu Korea model-model K-Pop itu gak membuat saya tertarik. Yeah, saya udah pernah iseng ngeliatin video klip mereka. Lucu sih, dancenya bagus. Tapi tetep aja, sekali lewat, udah. 

Mungkin salah satu alasan utama saya kenapa saya masih gak bisa menjadi penikmat K-Pop: masalah bahasa. I have no idea what the singers are saying through the song. Padahal untuk saya sendiri, lirik melupakan salah satu faktor utama yang membuat saya bisa jatuh cinta sama sebuah lagu. Iya, ada Google translate. Ada kamus. Banyak lah sebetulnya cara supaya bisa ngerti arti dari sebuah lagu Korea. But still, tetep aja feelnya beda. Mungkin karena memang saya gak ngerti bahasa Korea sama sekali ya. Dan sebuah bahasa terkadang kehilangan nuansanya kalau diterjemahkan ke bahasa lain. Gak usah jauh-jauh deh, bahasa daerah aja kadang-kadang sulit kan dicari padanannya ke dalam bahasa Indonesia?

Beda kalau lagu bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Banyak lagu-lagu favorit saya yang memang bagi saya liriknya to-the-jleb-nancep-abis. Kalau mau diistilahkan pake bahasa yang canggih, banyak yang liriknya berpotensi menimbulkan penggalauan massal. And  a number of songs have that inspirational lyrics that remind me to keep moving forward toward my dreams =).

Banyak yang juga jadi K-Popers karena penyanyinya ganteng dan cantik. Okay, no problem with that. Tapi kembali lagi, balik ke masalah personal taste. Dari dulu deh ya, saya memang gak pernah ‘klik’ sama wajah bertipe oriental. Inget jaman Meteor Garden ngetop abis? Saya purely nonton karena penasaran dengan ceritanya. Sementara temen-temen saya histeris aja liat si Dao Ming Se *or apapun deh itu namanya*, ya saya mah biasa aja. Lagian, mungkin memang sayanya yang gak tajem pengamatannya ya, tapi bagi saya, they all look the same -_-. Kayak orang kembar semua. Lagian nama-namanya susah buat dilafalkan.

Saya bukan penikmat K-Pop, tapi timeline saya di twitter malah banyak berisikan soal K-Pop. Saya gak masalah sih. Saya juga gak protes kalo banyak yang berfangirling ria di twit mereka. Wong saya juga begitu waktu jaman NKOTB *astaga, saya hidup di jaman lalu banget deh ya kesannya*. Gak usah jauh-jauh deh, sekarang pun saya masih suka nge-flood di TL kalo soal Duta, Vidi atau Febri Yoga. Saya ngerti waktu isi TL saya banyak yang galau karena gak bisa nonton konser Suju kemaren. Maybe what they felt is like what I felt waktu saya gak bisa nonton konsernya Maroon 5. Yang saya gak suka cuma 1 sih, kalo ada fanwar. Apalagi kalo udah menyumpah pake istilah-istilah kasar, pake perbendaharaan kata dari kebun binatang. Risih banget liatnya. Saya mungkin gak tau siapa yang dibela, siapa yang dicela. Tapi tetep aja, intinya saya gak suka kalo ada haters berkeliaran di TL saya. Biasanya saya langsung maen unfol aja. My timeline is not a zoo, and I plan to keep it that way.

Saya bukan bagian dari komunitas pecinta K-Pop. I’m not a part of the Korean Wave. Tapi bukan berarti saya gak mau temenan sama K-Popers. Kalau obrolan tentang hal di luar K-Pop masih bisa nyambung, kenapa enggak? Sekarang pun banyak kok temen saya di twitter yang K-Popers, tapi tetep temenan sama saya. Karena saya masih bisa ngobrol soal banyak hal lain dengan mereka. And luckily, mereka juga kekna asik-asik aja temenan sama saya yang sama sekali gak ngerti istilah bias, magna, saranghae, atau apapun deh. And I guess, that’s what makes us friends. Tidak memaksakan selera tertentu, dan tetep menghargai selera orang lain. Lucky to have you in my life, my friends :D 

Minggu, 24 Juni 2012

#20Facts About Me

Sebenernya, ini salah satu topik yang sempet jadi trending topic di twitter kemaren. Mau ikutan ngetwit tentang ini, tapi 140 karakter? Jelas saya si ratu komentar gini gak bakal puas cuma mengungkapkan diri saya dalam 140 karakter. Jadi ya udah atuh, saya bikin listnya disini ajaaa :D

#20FactsAboutMe No.1: I was born on Valentine’s Day. 
Iyaaa… Ini salah satu hal yang paling saya banggakan dari diri saya ;). Secara tanggal lahir saya 14 Februari, saya pun memiliki aura romantis yang tak terbantahkan

#20FactsAboutMe No.2: I enjoy reading
So much. Mungkin karena dari kecil saya suka membaca. I mean, saya dikelilingi oleh orang-orang yang suka membaca. There are a number of books from my childhood that I can still remember. My favourite genre? Fantasy! I am so in love with Riordan’s books. And of course, Bartimaeus, si jin songong itu adalah salah satu karakter fantasi favorit saya. That's why, I prefer to spend my time reading book. Last year, I finished around 100 books :D.

#20FactsAboutMe No.3: I like good music
Salah satu kebiasaan saya, kalo ngapa-ngapain mesti sambil denger musik. Saya suka yang easy listening aja sih. And for my personal taste, music-musik rock yang terlalu hingar binger malah bikin saya migren. My favourite? Hemmm… A LOT. Tapi dari dulu kala, saya suka Sheila On 7, dan Maroon 5.

#20FactsAboutMe No.4: I am a lecturer
Yeah. Saya itu… dosen. Iya, walopun saya sendiri kadang-kadang suka mengkategorikan diri saya sebagai dosen khilaf. Secara nih ya, temen-temen sesama dosen lain yang ada di prodi, bahkan di fakultas saya, kok kesannya jauh lebih dosen sekali dibanding saya. Pernah gak dianggep sebagai dosen sama staf akademik, tapi udah biasaa…itu mah. Belum lagi beberapa kejadian ajaib yang menjatuhkan integritas saya sebagai dosen. Ahahaha… Dari kecil, cita-cita saya memang jadi guru. Jadi Alhamdulillah, bagi saya, apa yang jadi pekerjaan saya saat ini adalah yang paling baik yang diberikan Tuhan untuk saya. Atuh say amah ngerasanya saya dosen yang galak. Tapi every once in a while, saya suka iseng. Misalnya… yang kayak gini nih ;).


#20FactsAboutMe No.5: A drama queen.
Drama queen is my middle name. Saya punya kecenderungan yang parah untuk over exaggerate anything that happens to me. Segala sesuatu jadi lebih dramatis aja kalo saya yang ngalamin. Mhehehehehe…. Kalo kata temen saya, sesuatu yang bisa disampaikan dalam satu paragraf singkat, bisa saya ceritakan menjadi 2 halaman spasi tunggal, ukuran font 11.

#20FactsAboutMe No.6: I laugh a lot
I like laughing. I smile on simple things. I can simply smile just to see a bright blue sky with patches of clouds. But one thing for sure, slapsticks joke is not the type of my sense of humour. Beberapa acara komedi yang ratingnya tinggi, malah sama sekali gak menarik bagi saya. I can’t get the idea, what is so funny about people hitting each other with styrofoams? Makanya saya seneng banget waktu akhir-akhir ini Stand Up Comedy mulai marak di Indonesia. It’s about time to have humor delivered in a smart way =).

#20FactsAboutMe No.7: Kepo
I am actually quite a curious person. But I have my own way to find out things that I want to know about. Denger-denger sih, kayak gini memang tipikal khas Aquarius nih. Nyiahahaha… However, I tend to keep the things I know to myself. So beware, people. I observe. I might not talk about it, but it doesn’t mean that I know nothing about it.

#20FactsAboutMe No. 8: Cerewet
Iya euy, gak tau kenapa -_-. Pasti adaaaa aja yang saya komentarin. Tapi kata temen-temen saya, *untungnya* kecerewetan saya ini baru nampak kalo memang udah kenal. Nyiahahaha… penampilan saya agak menipu ya?

#20FactsAboutMe No.9: Twitter-addicted
Pertama kali bikin twitter itu April 2010.



And now, look at my statistics! Around 40 tweets a day. Ya…pada dasarnya saya memang cerewet sih. Dan bagi saya, sejauh ini twitter merupakan sarana pelampiasan ber-fan girling yang paling pas. Mau follow saya? Think again. I’m such a spammer with unimportant tweets.


#20FactsAboutMe No.10: I enjoy writing
Mungkin awalnya cuma seneng membaca. Then I came to the moment when I realized, that I enjoy writing. Awalnya sih memang mulai dari nulis diary *sejak kelas 6 tuh*, sampe punya blog. Lalu mulai mencoba nulis fiksi. Here’s a sample of my writing. Ada yang pernah nanya, kenapa gak diseriusin aja sekalian? Ahahaha… I’m not confident enough for that. Sejauh ini, to know that someone else enjoy writing has already been my greatest pleasure in writing.

#20FactsAboutMe No.11: Coffee-holic
Sejak kelas 1 SMA, saya udah kecanduan minum kopi. Tapi bukan kopi item koook… Waktu S2 dulu malah pernah, Alberto, salah satu temen sekelas saya utnuk Environmental Revolution sampe ngomong gini: “You practically live on coffee, eh?”. Secara setiap kali ketemu dia, pasti saya lagi megang cangkir kopi.

#20FactsAboutMe No.12: Love Jogja and Melbourne
Saya lahir di Banjarmasin. Tapi Alhamdulillah, oleh Alloh SWT saya diberi kesempatan untuk menghabiskan waktu beberapa lama di dua kota ini. Waktu kuliah S1 dulu, saya kuliah di Jogja, di FMIPA UGM. Dan Alhamdulillah banget, saya pernah mendapatkan beasiswa AusAid untuk melanjtkan ke jenjang post graduate di Monash University, di Melbourne. One thing in common about these 2 cities: their diversity. Dan bagi saya pribadi, kedua kota inilah yang membentuk kepribadian saya sekarang.

#20FactsAboutMe No.13: An occasional-environmentalist
This term, occasional-environmentalist, is something that I picked up from my Environmental Revolution class. I love the natural environment, but I’m not the one who like to spend time camping in the open space. Ahahaha… Inget banget kata-katanya Gerry, dosen Environmental Governance saya dulu: “I love the natural environment, the trees and all that stuff. So just leave them where they are without us disturbing them playing houses with them…” katanya dengan kalem. Anyway, salah satu term favorit saya: “We are a part of the environment. Not apart from it.”

#20FactsAboutMe No.14: Agak-agak musuhan sama Biologi -_-
No offense ya, tapi seriously, saya dari dulu parah banget kalo harus berhadapan dengan mata pelajaran yang sifatnya hafalan. Waktu SMA dulu terselamatkan dari pelajaran IPS dengan masuk ke IPA. Tapi tetep ajaaaa ketemu Biologi yang bisa bikin saya pengen nelen dua kilo kerikil gara-gara materi hafalannya. Pas kuliah S1, berasa pengen nangis waktu tau harus ngambil Biokimia I DAN Biokimia II. Akhirnya ngambil mata kuliah Mikrobiologi, tapi dari 14 kali pertemuan, saya cuma kebangun 2 kali, waktu UTS dan UAS. Sisa yang 12 kali, saya selalu ketiduran 10 menit setelah kuliah berlangsung, dan baru bangun pas kuliah selesai.

#20FactsAboutMe No.15: SheilaGank, Vidies, Febriownies


Ihiii… Ini nih urusan fan girling ria. Saya itu ngefans abis sama Sheila On 7, Vidi Aldiano, dan Febri Yoga Sapta Rahardjo (finalis Indonesian Idol 2012).


Semenjak jaman kapan itu juga saya sudah lupa, saya udah menganggap bahwa yang namanya Duta Akhidyat Modjo, vokalisnya SO7, adalah manusia paling ganteng sejagad raya. Dia mau diapa-apain, memang pada dasarnya gantengnya udah melebihi batas normal gitu, ya tetep aja bikin saya histeris. Kalau Vidi sih, pertama kali suka memang purely suka suaranya. Waktu dia muncul dengan singlenya yang Nuansa Bening itu kan, saya masih sekolah dan cuma bisa streaming TV Indonesia, itupun saya biasanya cuma dengerin aja, karena sambil ngelamun gak jelas ngerjain tugas essay. Setelah beberapa lama, baru sadar bahwa orang yang satu ini manisnya parah ya? Mehehehe… Dan kayaknya dia hobi banget ketawa. Trus, gak tau kenapa, saya suka personality dia di Twitter. Kekna anaknya rame banget gitu…


Jadi waktu dia ke Banjarmasin… Saya poto sama dia. Berasa pengen meloncati Samudra Pasifik tau gak sih saking senengnya.
And lately, tentu saja… Ngefans banget sama si pria Tegal penuh pesona iniiii…



FEBRI YOGA SAPTA RAHARDJO! *ikon lope-lope bertebaran di udara*
Ganteng? Emmm.. Gak juga sih, tapi dia bagi saya unyu parah. Lirikan matanya itu. Dimple dia itu. Astaga. Dan tentu saja… Bagi saya, dia kontestan cowok paling berkualitas di Indonesian Idol 2012. Nggak sih, malah bagi saya, semenjak Idol Season 1, dia bakal masuk ke salah satu kontestan cowok paling bagus. Falsetnya juara abis. Dan dia kontestan paling versatile. Plus, goyangannya itu lhooo…
And here’s something that made me love him even more :-*


Apdet PM-nya Febri waktu diumumkan bahwa BIG 5 Idol 2012 dapet 70juta per-orang. Omaygaaatt... Anak soleh yang berbakti pada orang tua sekali dia iniii...

#20FactsAboutMe No.16: Nocturnal species
I’m definitely not a morning person. Dan inspirasi terbaik saya untuk hal apapun selalu datang di malem hari. Jadi aja kebiasaan begadang.

#20FactsAboutMe No.17: suka nonton bola
Agak lupa juga, gimana awalnya suka nonton bola. Kalo gak salah, semenjak Piala Eropa 2004. Waktu itu rasanya terkesan banget liat partai final antara Yunani dan Portugal. Berasa gimanaaa gitu lho liat Yunani, si tim yang sama sekali tidak diunggulkan habis-habisan melawan Portugal. And finally, Greece won the match.

Favourite team? Real Madrid, Chelsea, and Manchester City. Oh, and of coure, TimNas SPANYOL!!!

Favourite player? These people =)



#20FactsAboutMe No.18: Sleepy head
Iya, saya suka begadang, Saya kecanduan minum kopi. Tapi entah kenapa, sekalinya saya pengen banget tidur, udah aja saya bakal tidur.
Salah satu foto aib saya -_- 

Secara tempat kerja saya jaraknya 1,5 jam perjalanan naik angkot, ketiduran di angkot udah biasa banget bagi saya. Dan parahnya lagi, waktu rapat pun saya suka ketiduran -_-.






#20FactsAboutMe No.19: I don’t have that thing called photographic memory
Eh, jadi jangan menganggap saya sombong ya kalo waktu papasan atau ketemu gitu tampang saya lempeng aja. Masalahnya ya ituuu… Saya gampang sekali lupa nama dan wajah orang.

#20FactsAboutMe No.20: I don’t fake myself.
Perasaan saya gampang banget kebaca dari ekspresi muka saya. Makanya, kalo saya gak suka sama seseorang, suka keliatan. IYa, saya tau, mestinya gak boleh gitu, Makanya saya cenderung melipir aja kalo ada orang yang saya gak suka. Ahahahaha… Tapi lalu percayalah, kalo saya baik ke orang, ya artinya memang saya tulus ;)


MHUAHAHAHA… Banyak ya? See, seperti yang sudah saya bilang, I have my own way to talk about things. Betewe, list itu in a very random order ya... Not necessarily one fact is more important than the other ones just because it is listed earlier. Saya mah bikin seingetnya saya aja. After reading this drabbling about me and myself, still curious about me? Come on, let’s catch up sometimes :D!

Selasa, 19 Juni 2012

You Will See Me the Way I Am

Saya punya beberapa akun jejaring social. Tentu saja, akun soc-network saya yang pertama adalah… Friendster dong! Nyiahahaha… *saya lupa passwordnya -_-*. Trus, ada akun juga di Multiply, and of course, sebagai generasi yang sok-sokan ber virtual world, saya punya akun di Facebook dan Twitter. Goodreads bisa dianggap social network juga ga sih, baidewei? Saya juga punya akun disana.

Eeeeniweeeiii… I do like those virtual social network. Facebook membuat saya bisa menemukan teman-teman lama, bisa tau kabar teman-teman saya, dan bisa dijadikan ajang bernarsis ria. Lewat twitter, saya bisa dapet temen-temen baru. Awalnya memang karena minat yang sama, tapi beberapa dari teman tersebut juga akhirnya menjadi lebih dari sekedar teman hanya karena minat yang sama. Oh, dan tentu saja twitter merupakan sarana bagi saya untuk berhisteris jaya raya kalo lagi nonton atau lagi ber fangirling.Dan tentu sajaaaa… lewat Twitter saya ‘disapa’ oleh pria paling ganteng sejagad raya pujaan saya sepanjang masa.

Yep! Mention saya dibales Duta, vokalis Sheila On 7, idola saya sejak 1998. Gimana saya gak histeria jaya raya?

Still, a thing about making friends through these virtual words is, you don’t have to really meet those people in person to make friends with them. Jadi, ya….seperti yang sudah sering disarankan orang, jangan terlalu percaya dengan orang yang dikenal cuma lewat social network.

Saya pernah selintas membaca, bahwa orang yang aktifitasnya di virtual social network ini agak terlalu tinggi, seringkali adalah orang-orang yang dalam kehidupan nyata malah tidak puas dengan dirinya sendiri. Make sense. If you have a real life, then why you get drowned in a virtual world, ya kan? Saya juga suka mikir gitu. Yep, I do use Facebook and twitter to procrastinate. Tapi saya tidak mau virtual world takes over the control of my life. My real life.

Another thing, saya pernah baca status seseorang di Facebook, bahwa salah satu guna social network adalah untuk pencitraan. Nyiahahahaha… Yeah dude. You can say so. But for me, it’s a way to express.

Saya tidak pernah tahu, apa sebetulnya pendapat orang tentang saya. But if you know me from the wirtual world, and you happen to have the chance to really meet me in person, you won’t be surprised.

Sebenernya malah kadang-kadang menurut saya kalo di twitter saya gak perlu pake acar pencitraan dan berjaim-jaim segala lagi. Kalo di kampus, tengsin aja rasanya histeris jaya kalo liat ada Sheila On 7 di tivi, atau ada Vidi lagi nyanyi, atau ada liputan tentang Febri. Nah, kalo di twitter saya bisa lebay selebay-lebaynya. Mhuahahahaha…

So, do you happen to know me on virtual world? Why don’t we catch up sometimes? And you’ll see that I am the way I am, in the virtual world, in the real world :).

Minggu, 10 Juni 2012

And He Left the Competition :')

Barusan, lho. Barusan di posting yang sebelum ini saya posting soal si Pria Tegal ini



Dan ternyata, langkah calon-menantu-ibu-saya kuda-hitam-Idol2012  ini terpaksa harus menjadi korban sistem voting SMS dalam Indonesian Idol.

Iya sodara-sodara, Febri Yoga Sapta Rahardjo harus keluar dari Indonesian Idol setelah berhasil menembus jajaran Lima Besar.

Saya nangis.
Serius nangis abis, nangis yang pake acara sesenggukan sambil mukul-mukul bantal.

Padahal malam itu, Febri bawain Di Balik Awan keren banget. Falsetnya pas di bagian “sempat ku melihat…di balik awan… dan aku melihat, di balik hujan…” itu bikin merinding. Keren banget.
Pas dia nyanyi With Or Without You juga… Aaaa…. Rasanya jarang banget di panggung Idol ada lagu legendaris dengan aliran macam ini.

Makanya..begitu Febri dinyatakan dalam posisi tidak aman, saya udah mulai frustasi.
Apalagi waktu…Daniel..bilang…bahwa Febri harus pulang…
*nangis lagi*

Iya, saya emang drama queen yang suka kebawa emosi kalo nonton pertandingan atau apapun lah. Tapi terakhir kali yang saya serius jagoin kontestan di ajang kayak gini ya tahun 2010 itu, waktu jagoin Ozy di IC3. Sebelumnya lagi Ihsan di Idol 3. Trus Bojes di AFI berapa itu ya… Tapi kekna baru si Febri ini yang bikin saya bener-bener niat buat dukung dia. Saya sampe bela-belain beli pulsa *yeah, sue me for that people! but I do sent those votes*. Saya ngabis-ngabisin kuota modem buat download video dia. Nyari MP3 dia. Geez, me myself wonder, kok bisa ya sampe segitunya?

Anyway, pokoknya my heart broke into pieces deh. Sayanya nangis-nangis…
Dan Febri, dengan senyumnya masih nyanyi dengan tegar. Sumpah, kekna di antara semua kontestan yang tereliminasi, cuma Febri yang bisa setegar itu nyanyinya.

Beberapa temen sampe SMS saya, apalagi di twitter. Itu yang ngemention saya kekna udah pada tau betapa saya head over heels banget ya sama si Pria Tegal penuh pesona itu.
senyumnya...coklat dua kilo juga leleh deh...

Secara di te-el saya yang kekna sama-sama Febriownies akut cuma si Pute, jadi aja saya mention-mentionan penuh emosi sama dia. Huhuhuhu…padahal ya malam sebelumnya kami baru ngegosip soal calon-suami-kami kontestan-cowok-paling-kece ini. Malam sebelumnya kan aku sama Pute habis hysteria bersama pas dapet videonya Febri nyanyi If You’re Not The One *pas jaman sebelum audisi tuh*, dan DM-DM-an soal Febri yang kekna adalah cowok romantis. 


Tapi toh, saya gak sendirian. Banyak banget yang gak rela kalo Febri out. Bahkan “Kok Febri” sampe sempet masuk di TrendTop WorldWide lho. 

Anang pun, one of the judges, kekna gimanaaaa gitu lho dengan keluarnya Febri. Dia yang meluk Febri gitu, trus dari twitnya juga kayaknya dia kecewa bahwa Febri yang harus keluar *yowis toh Mas Anang, mbok diproduseri opo piye ngono lho si Febri iki ._.*



Ya sudahlah. Saya berusaha berpikir positif. Mungkin Tuhan memang menyiapkan jalan yang lebih baik buat Febri di luar jalur Idol ini. With all due respect, admit it. Yang juara Idol malah biasanya gak begitu eksis selepas dari ajang ini. Justru yang lebih popular yang jadi runner-up. Mudah-mudahan ajang ini cuma sekedar batu loncatan buat Febri =”).



Iya, masih ada Sean, jagoan saya yang lain. Tapi saya jadi males nonton idol lagi. Gak ada lagi the guy with those dimples yang bikin saya penasaran, bakal ngebawain lagunya kayak apa… Gak ada lagi Febri dengan tatapan dan lirikan matanya yang to-the-jleb-nancep-ke-hati-banget itu. Gak ada lagi bapak falsetnya Indonesia.
*nyari tisu*

Aaaaanywaaaay…. No matter what, the real competition is out there ya Feb :’), saya cuma salah satu dari sekian Febriownies dan orang lain yang berharap kamu bisa tetap eksis dan berkarya di dunia musik Indonesia.

Saya bakal selalu inget sama liukan suaranya waktu nyanyi Cinta, senyum lucunya waktu nyanyi Disco Lazy Time. Bakal selalu suka Tanjung Perak versi Febri, dan tentu saja, Rasa yang Tertinggal versi Febri yang jadi naik derajat dan lebih keren 10 kali lipat dibanding versi aslinya.

It’s not a farewell nor good bye for you Feb. It’s a welcome and Good luck to the real competition in Indonesian music industry.

video



He uploaded this picture on his twitter account after he was eliminated. Awww... isn't it so sweet of him? :") 


Jumat, 29 Juni 2012

I'm NOT Part of the Euphoria


Istilah Korean Wave kayaknya emang lagi happening banget deh ya… Dimana-mana segala sesuatu yang dianggap trendi itu yang berhubungan dengan K-Pop. Gak Cuma soal genre musik, tapi juga sampe soal gaya fashion, dan segala macam lah. Kemaren juga waktu ke toko buku, banyak deh novel teenlit yang nuansanya Korea-korea gitu. Sampe-sampe sekarang banyak yang dengan imutnya saling memanggil pake istilah eonnie, oppa, etc etc… And somehow, isi timeline saya di twitter juga cukup banyak didominasi oleh para K-Popers.

Tapi toh, tetep aja saya gak bisa ikut terlibat dalam euphoria K-Pop itu.

Waktu ribut-ribut konser Su-Ju itu, saya juga biasa aja. Btw, konsernya 3 hari kan ya? Mengutip istilah salah satu stand-up comedian di Metro TV, udah kayak Ujian Nasional aja ya dibikin 3 hari gitu… Ahahaha…

Gak suka K-Pop, bukan berarti saya antipasti terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan K-Pop. Malah saya salut dengan industri musik Korea, yang sukses banget bikin K-Wave melanda di dunia. In my opinion, euphoria K-Pop yang terjadi sekarang,  merupakan contoh nyata dari gimana musik digarap dan dikemas secara serius sebagai suatu industri. Liat aja deh, launching album mereka, pembuatan video klip lagu mereka, promosi artis, semua bener-bener dikonsep secara serius. Gak kayak disini yang album penyanyi dijual di restoran cepat saji dan di pompa bensin. Saya pernah nonton liputan di MetroTV, bahwa pemerintah Korea Selatan memang serius mempersiapkan agar seni di Negara mereka bisa dikenal dunia internasional. Apa yang terjadi beberapa tahun terakhir ini adalah hasil dari proses persiapan selama belasan tahun. Wow. If only pemerintah Indonesia juga mau melakukan hal yang sama ya. Secara menurut saya banyak musisi Indonesia yang layak banget untuk bisa bersaing secara kualitas di panggung internasional.

Anyway, I know that it’s a matter of personal taste. But really, lagu-lagu Korea model-model K-Pop itu gak membuat saya tertarik. Yeah, saya udah pernah iseng ngeliatin video klip mereka. Lucu sih, dancenya bagus. Tapi tetep aja, sekali lewat, udah. 

Mungkin salah satu alasan utama saya kenapa saya masih gak bisa menjadi penikmat K-Pop: masalah bahasa. I have no idea what the singers are saying through the song. Padahal untuk saya sendiri, lirik melupakan salah satu faktor utama yang membuat saya bisa jatuh cinta sama sebuah lagu. Iya, ada Google translate. Ada kamus. Banyak lah sebetulnya cara supaya bisa ngerti arti dari sebuah lagu Korea. But still, tetep aja feelnya beda. Mungkin karena memang saya gak ngerti bahasa Korea sama sekali ya. Dan sebuah bahasa terkadang kehilangan nuansanya kalau diterjemahkan ke bahasa lain. Gak usah jauh-jauh deh, bahasa daerah aja kadang-kadang sulit kan dicari padanannya ke dalam bahasa Indonesia?

Beda kalau lagu bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Banyak lagu-lagu favorit saya yang memang bagi saya liriknya to-the-jleb-nancep-abis. Kalau mau diistilahkan pake bahasa yang canggih, banyak yang liriknya berpotensi menimbulkan penggalauan massal. And  a number of songs have that inspirational lyrics that remind me to keep moving forward toward my dreams =).

Banyak yang juga jadi K-Popers karena penyanyinya ganteng dan cantik. Okay, no problem with that. Tapi kembali lagi, balik ke masalah personal taste. Dari dulu deh ya, saya memang gak pernah ‘klik’ sama wajah bertipe oriental. Inget jaman Meteor Garden ngetop abis? Saya purely nonton karena penasaran dengan ceritanya. Sementara temen-temen saya histeris aja liat si Dao Ming Se *or apapun deh itu namanya*, ya saya mah biasa aja. Lagian, mungkin memang sayanya yang gak tajem pengamatannya ya, tapi bagi saya, they all look the same -_-. Kayak orang kembar semua. Lagian nama-namanya susah buat dilafalkan.

Saya bukan penikmat K-Pop, tapi timeline saya di twitter malah banyak berisikan soal K-Pop. Saya gak masalah sih. Saya juga gak protes kalo banyak yang berfangirling ria di twit mereka. Wong saya juga begitu waktu jaman NKOTB *astaga, saya hidup di jaman lalu banget deh ya kesannya*. Gak usah jauh-jauh deh, sekarang pun saya masih suka nge-flood di TL kalo soal Duta, Vidi atau Febri Yoga. Saya ngerti waktu isi TL saya banyak yang galau karena gak bisa nonton konser Suju kemaren. Maybe what they felt is like what I felt waktu saya gak bisa nonton konsernya Maroon 5. Yang saya gak suka cuma 1 sih, kalo ada fanwar. Apalagi kalo udah menyumpah pake istilah-istilah kasar, pake perbendaharaan kata dari kebun binatang. Risih banget liatnya. Saya mungkin gak tau siapa yang dibela, siapa yang dicela. Tapi tetep aja, intinya saya gak suka kalo ada haters berkeliaran di TL saya. Biasanya saya langsung maen unfol aja. My timeline is not a zoo, and I plan to keep it that way.

Saya bukan bagian dari komunitas pecinta K-Pop. I’m not a part of the Korean Wave. Tapi bukan berarti saya gak mau temenan sama K-Popers. Kalau obrolan tentang hal di luar K-Pop masih bisa nyambung, kenapa enggak? Sekarang pun banyak kok temen saya di twitter yang K-Popers, tapi tetep temenan sama saya. Karena saya masih bisa ngobrol soal banyak hal lain dengan mereka. And luckily, mereka juga kekna asik-asik aja temenan sama saya yang sama sekali gak ngerti istilah bias, magna, saranghae, atau apapun deh. And I guess, that’s what makes us friends. Tidak memaksakan selera tertentu, dan tetep menghargai selera orang lain. Lucky to have you in my life, my friends :D 

Minggu, 24 Juni 2012

#20Facts About Me

Sebenernya, ini salah satu topik yang sempet jadi trending topic di twitter kemaren. Mau ikutan ngetwit tentang ini, tapi 140 karakter? Jelas saya si ratu komentar gini gak bakal puas cuma mengungkapkan diri saya dalam 140 karakter. Jadi ya udah atuh, saya bikin listnya disini ajaaa :D

#20FactsAboutMe No.1: I was born on Valentine’s Day. 
Iyaaa… Ini salah satu hal yang paling saya banggakan dari diri saya ;). Secara tanggal lahir saya 14 Februari, saya pun memiliki aura romantis yang tak terbantahkan

#20FactsAboutMe No.2: I enjoy reading
So much. Mungkin karena dari kecil saya suka membaca. I mean, saya dikelilingi oleh orang-orang yang suka membaca. There are a number of books from my childhood that I can still remember. My favourite genre? Fantasy! I am so in love with Riordan’s books. And of course, Bartimaeus, si jin songong itu adalah salah satu karakter fantasi favorit saya. That's why, I prefer to spend my time reading book. Last year, I finished around 100 books :D.

#20FactsAboutMe No.3: I like good music
Salah satu kebiasaan saya, kalo ngapa-ngapain mesti sambil denger musik. Saya suka yang easy listening aja sih. And for my personal taste, music-musik rock yang terlalu hingar binger malah bikin saya migren. My favourite? Hemmm… A LOT. Tapi dari dulu kala, saya suka Sheila On 7, dan Maroon 5.

#20FactsAboutMe No.4: I am a lecturer
Yeah. Saya itu… dosen. Iya, walopun saya sendiri kadang-kadang suka mengkategorikan diri saya sebagai dosen khilaf. Secara nih ya, temen-temen sesama dosen lain yang ada di prodi, bahkan di fakultas saya, kok kesannya jauh lebih dosen sekali dibanding saya. Pernah gak dianggep sebagai dosen sama staf akademik, tapi udah biasaa…itu mah. Belum lagi beberapa kejadian ajaib yang menjatuhkan integritas saya sebagai dosen. Ahahaha… Dari kecil, cita-cita saya memang jadi guru. Jadi Alhamdulillah, bagi saya, apa yang jadi pekerjaan saya saat ini adalah yang paling baik yang diberikan Tuhan untuk saya. Atuh say amah ngerasanya saya dosen yang galak. Tapi every once in a while, saya suka iseng. Misalnya… yang kayak gini nih ;).


#20FactsAboutMe No.5: A drama queen.
Drama queen is my middle name. Saya punya kecenderungan yang parah untuk over exaggerate anything that happens to me. Segala sesuatu jadi lebih dramatis aja kalo saya yang ngalamin. Mhehehehehe…. Kalo kata temen saya, sesuatu yang bisa disampaikan dalam satu paragraf singkat, bisa saya ceritakan menjadi 2 halaman spasi tunggal, ukuran font 11.

#20FactsAboutMe No.6: I laugh a lot
I like laughing. I smile on simple things. I can simply smile just to see a bright blue sky with patches of clouds. But one thing for sure, slapsticks joke is not the type of my sense of humour. Beberapa acara komedi yang ratingnya tinggi, malah sama sekali gak menarik bagi saya. I can’t get the idea, what is so funny about people hitting each other with styrofoams? Makanya saya seneng banget waktu akhir-akhir ini Stand Up Comedy mulai marak di Indonesia. It’s about time to have humor delivered in a smart way =).

#20FactsAboutMe No.7: Kepo
I am actually quite a curious person. But I have my own way to find out things that I want to know about. Denger-denger sih, kayak gini memang tipikal khas Aquarius nih. Nyiahahaha… However, I tend to keep the things I know to myself. So beware, people. I observe. I might not talk about it, but it doesn’t mean that I know nothing about it.

#20FactsAboutMe No. 8: Cerewet
Iya euy, gak tau kenapa -_-. Pasti adaaaa aja yang saya komentarin. Tapi kata temen-temen saya, *untungnya* kecerewetan saya ini baru nampak kalo memang udah kenal. Nyiahahaha… penampilan saya agak menipu ya?

#20FactsAboutMe No.9: Twitter-addicted
Pertama kali bikin twitter itu April 2010.



And now, look at my statistics! Around 40 tweets a day. Ya…pada dasarnya saya memang cerewet sih. Dan bagi saya, sejauh ini twitter merupakan sarana pelampiasan ber-fan girling yang paling pas. Mau follow saya? Think again. I’m such a spammer with unimportant tweets.


#20FactsAboutMe No.10: I enjoy writing
Mungkin awalnya cuma seneng membaca. Then I came to the moment when I realized, that I enjoy writing. Awalnya sih memang mulai dari nulis diary *sejak kelas 6 tuh*, sampe punya blog. Lalu mulai mencoba nulis fiksi. Here’s a sample of my writing. Ada yang pernah nanya, kenapa gak diseriusin aja sekalian? Ahahaha… I’m not confident enough for that. Sejauh ini, to know that someone else enjoy writing has already been my greatest pleasure in writing.

#20FactsAboutMe No.11: Coffee-holic
Sejak kelas 1 SMA, saya udah kecanduan minum kopi. Tapi bukan kopi item koook… Waktu S2 dulu malah pernah, Alberto, salah satu temen sekelas saya utnuk Environmental Revolution sampe ngomong gini: “You practically live on coffee, eh?”. Secara setiap kali ketemu dia, pasti saya lagi megang cangkir kopi.

#20FactsAboutMe No.12: Love Jogja and Melbourne
Saya lahir di Banjarmasin. Tapi Alhamdulillah, oleh Alloh SWT saya diberi kesempatan untuk menghabiskan waktu beberapa lama di dua kota ini. Waktu kuliah S1 dulu, saya kuliah di Jogja, di FMIPA UGM. Dan Alhamdulillah banget, saya pernah mendapatkan beasiswa AusAid untuk melanjtkan ke jenjang post graduate di Monash University, di Melbourne. One thing in common about these 2 cities: their diversity. Dan bagi saya pribadi, kedua kota inilah yang membentuk kepribadian saya sekarang.

#20FactsAboutMe No.13: An occasional-environmentalist
This term, occasional-environmentalist, is something that I picked up from my Environmental Revolution class. I love the natural environment, but I’m not the one who like to spend time camping in the open space. Ahahaha… Inget banget kata-katanya Gerry, dosen Environmental Governance saya dulu: “I love the natural environment, the trees and all that stuff. So just leave them where they are without us disturbing them playing houses with them…” katanya dengan kalem. Anyway, salah satu term favorit saya: “We are a part of the environment. Not apart from it.”

#20FactsAboutMe No.14: Agak-agak musuhan sama Biologi -_-
No offense ya, tapi seriously, saya dari dulu parah banget kalo harus berhadapan dengan mata pelajaran yang sifatnya hafalan. Waktu SMA dulu terselamatkan dari pelajaran IPS dengan masuk ke IPA. Tapi tetep ajaaaa ketemu Biologi yang bisa bikin saya pengen nelen dua kilo kerikil gara-gara materi hafalannya. Pas kuliah S1, berasa pengen nangis waktu tau harus ngambil Biokimia I DAN Biokimia II. Akhirnya ngambil mata kuliah Mikrobiologi, tapi dari 14 kali pertemuan, saya cuma kebangun 2 kali, waktu UTS dan UAS. Sisa yang 12 kali, saya selalu ketiduran 10 menit setelah kuliah berlangsung, dan baru bangun pas kuliah selesai.

#20FactsAboutMe No.15: SheilaGank, Vidies, Febriownies


Ihiii… Ini nih urusan fan girling ria. Saya itu ngefans abis sama Sheila On 7, Vidi Aldiano, dan Febri Yoga Sapta Rahardjo (finalis Indonesian Idol 2012).


Semenjak jaman kapan itu juga saya sudah lupa, saya udah menganggap bahwa yang namanya Duta Akhidyat Modjo, vokalisnya SO7, adalah manusia paling ganteng sejagad raya. Dia mau diapa-apain, memang pada dasarnya gantengnya udah melebihi batas normal gitu, ya tetep aja bikin saya histeris. Kalau Vidi sih, pertama kali suka memang purely suka suaranya. Waktu dia muncul dengan singlenya yang Nuansa Bening itu kan, saya masih sekolah dan cuma bisa streaming TV Indonesia, itupun saya biasanya cuma dengerin aja, karena sambil ngelamun gak jelas ngerjain tugas essay. Setelah beberapa lama, baru sadar bahwa orang yang satu ini manisnya parah ya? Mehehehe… Dan kayaknya dia hobi banget ketawa. Trus, gak tau kenapa, saya suka personality dia di Twitter. Kekna anaknya rame banget gitu…


Jadi waktu dia ke Banjarmasin… Saya poto sama dia. Berasa pengen meloncati Samudra Pasifik tau gak sih saking senengnya.
And lately, tentu saja… Ngefans banget sama si pria Tegal penuh pesona iniiii…



FEBRI YOGA SAPTA RAHARDJO! *ikon lope-lope bertebaran di udara*
Ganteng? Emmm.. Gak juga sih, tapi dia bagi saya unyu parah. Lirikan matanya itu. Dimple dia itu. Astaga. Dan tentu saja… Bagi saya, dia kontestan cowok paling berkualitas di Indonesian Idol 2012. Nggak sih, malah bagi saya, semenjak Idol Season 1, dia bakal masuk ke salah satu kontestan cowok paling bagus. Falsetnya juara abis. Dan dia kontestan paling versatile. Plus, goyangannya itu lhooo…
And here’s something that made me love him even more :-*


Apdet PM-nya Febri waktu diumumkan bahwa BIG 5 Idol 2012 dapet 70juta per-orang. Omaygaaatt... Anak soleh yang berbakti pada orang tua sekali dia iniii...

#20FactsAboutMe No.16: Nocturnal species
I’m definitely not a morning person. Dan inspirasi terbaik saya untuk hal apapun selalu datang di malem hari. Jadi aja kebiasaan begadang.

#20FactsAboutMe No.17: suka nonton bola
Agak lupa juga, gimana awalnya suka nonton bola. Kalo gak salah, semenjak Piala Eropa 2004. Waktu itu rasanya terkesan banget liat partai final antara Yunani dan Portugal. Berasa gimanaaa gitu lho liat Yunani, si tim yang sama sekali tidak diunggulkan habis-habisan melawan Portugal. And finally, Greece won the match.

Favourite team? Real Madrid, Chelsea, and Manchester City. Oh, and of coure, TimNas SPANYOL!!!

Favourite player? These people =)



#20FactsAboutMe No.18: Sleepy head
Iya, saya suka begadang, Saya kecanduan minum kopi. Tapi entah kenapa, sekalinya saya pengen banget tidur, udah aja saya bakal tidur.
Salah satu foto aib saya -_- 

Secara tempat kerja saya jaraknya 1,5 jam perjalanan naik angkot, ketiduran di angkot udah biasa banget bagi saya. Dan parahnya lagi, waktu rapat pun saya suka ketiduran -_-.






#20FactsAboutMe No.19: I don’t have that thing called photographic memory
Eh, jadi jangan menganggap saya sombong ya kalo waktu papasan atau ketemu gitu tampang saya lempeng aja. Masalahnya ya ituuu… Saya gampang sekali lupa nama dan wajah orang.

#20FactsAboutMe No.20: I don’t fake myself.
Perasaan saya gampang banget kebaca dari ekspresi muka saya. Makanya, kalo saya gak suka sama seseorang, suka keliatan. IYa, saya tau, mestinya gak boleh gitu, Makanya saya cenderung melipir aja kalo ada orang yang saya gak suka. Ahahahaha… Tapi lalu percayalah, kalo saya baik ke orang, ya artinya memang saya tulus ;)


MHUAHAHAHA… Banyak ya? See, seperti yang sudah saya bilang, I have my own way to talk about things. Betewe, list itu in a very random order ya... Not necessarily one fact is more important than the other ones just because it is listed earlier. Saya mah bikin seingetnya saya aja. After reading this drabbling about me and myself, still curious about me? Come on, let’s catch up sometimes :D!

Selasa, 19 Juni 2012

You Will See Me the Way I Am

Saya punya beberapa akun jejaring social. Tentu saja, akun soc-network saya yang pertama adalah… Friendster dong! Nyiahahaha… *saya lupa passwordnya -_-*. Trus, ada akun juga di Multiply, and of course, sebagai generasi yang sok-sokan ber virtual world, saya punya akun di Facebook dan Twitter. Goodreads bisa dianggap social network juga ga sih, baidewei? Saya juga punya akun disana.

Eeeeniweeeiii… I do like those virtual social network. Facebook membuat saya bisa menemukan teman-teman lama, bisa tau kabar teman-teman saya, dan bisa dijadikan ajang bernarsis ria. Lewat twitter, saya bisa dapet temen-temen baru. Awalnya memang karena minat yang sama, tapi beberapa dari teman tersebut juga akhirnya menjadi lebih dari sekedar teman hanya karena minat yang sama. Oh, dan tentu saja twitter merupakan sarana bagi saya untuk berhisteris jaya raya kalo lagi nonton atau lagi ber fangirling.Dan tentu sajaaaa… lewat Twitter saya ‘disapa’ oleh pria paling ganteng sejagad raya pujaan saya sepanjang masa.

Yep! Mention saya dibales Duta, vokalis Sheila On 7, idola saya sejak 1998. Gimana saya gak histeria jaya raya?

Still, a thing about making friends through these virtual words is, you don’t have to really meet those people in person to make friends with them. Jadi, ya….seperti yang sudah sering disarankan orang, jangan terlalu percaya dengan orang yang dikenal cuma lewat social network.

Saya pernah selintas membaca, bahwa orang yang aktifitasnya di virtual social network ini agak terlalu tinggi, seringkali adalah orang-orang yang dalam kehidupan nyata malah tidak puas dengan dirinya sendiri. Make sense. If you have a real life, then why you get drowned in a virtual world, ya kan? Saya juga suka mikir gitu. Yep, I do use Facebook and twitter to procrastinate. Tapi saya tidak mau virtual world takes over the control of my life. My real life.

Another thing, saya pernah baca status seseorang di Facebook, bahwa salah satu guna social network adalah untuk pencitraan. Nyiahahahaha… Yeah dude. You can say so. But for me, it’s a way to express.

Saya tidak pernah tahu, apa sebetulnya pendapat orang tentang saya. But if you know me from the wirtual world, and you happen to have the chance to really meet me in person, you won’t be surprised.

Sebenernya malah kadang-kadang menurut saya kalo di twitter saya gak perlu pake acar pencitraan dan berjaim-jaim segala lagi. Kalo di kampus, tengsin aja rasanya histeris jaya kalo liat ada Sheila On 7 di tivi, atau ada Vidi lagi nyanyi, atau ada liputan tentang Febri. Nah, kalo di twitter saya bisa lebay selebay-lebaynya. Mhuahahahaha…

So, do you happen to know me on virtual world? Why don’t we catch up sometimes? And you’ll see that I am the way I am, in the virtual world, in the real world :).

Minggu, 10 Juni 2012

And He Left the Competition :')

Barusan, lho. Barusan di posting yang sebelum ini saya posting soal si Pria Tegal ini



Dan ternyata, langkah calon-menantu-ibu-saya kuda-hitam-Idol2012  ini terpaksa harus menjadi korban sistem voting SMS dalam Indonesian Idol.

Iya sodara-sodara, Febri Yoga Sapta Rahardjo harus keluar dari Indonesian Idol setelah berhasil menembus jajaran Lima Besar.

Saya nangis.
Serius nangis abis, nangis yang pake acara sesenggukan sambil mukul-mukul bantal.

Padahal malam itu, Febri bawain Di Balik Awan keren banget. Falsetnya pas di bagian “sempat ku melihat…di balik awan… dan aku melihat, di balik hujan…” itu bikin merinding. Keren banget.
Pas dia nyanyi With Or Without You juga… Aaaa…. Rasanya jarang banget di panggung Idol ada lagu legendaris dengan aliran macam ini.

Makanya..begitu Febri dinyatakan dalam posisi tidak aman, saya udah mulai frustasi.
Apalagi waktu…Daniel..bilang…bahwa Febri harus pulang…
*nangis lagi*

Iya, saya emang drama queen yang suka kebawa emosi kalo nonton pertandingan atau apapun lah. Tapi terakhir kali yang saya serius jagoin kontestan di ajang kayak gini ya tahun 2010 itu, waktu jagoin Ozy di IC3. Sebelumnya lagi Ihsan di Idol 3. Trus Bojes di AFI berapa itu ya… Tapi kekna baru si Febri ini yang bikin saya bener-bener niat buat dukung dia. Saya sampe bela-belain beli pulsa *yeah, sue me for that people! but I do sent those votes*. Saya ngabis-ngabisin kuota modem buat download video dia. Nyari MP3 dia. Geez, me myself wonder, kok bisa ya sampe segitunya?

Anyway, pokoknya my heart broke into pieces deh. Sayanya nangis-nangis…
Dan Febri, dengan senyumnya masih nyanyi dengan tegar. Sumpah, kekna di antara semua kontestan yang tereliminasi, cuma Febri yang bisa setegar itu nyanyinya.

Beberapa temen sampe SMS saya, apalagi di twitter. Itu yang ngemention saya kekna udah pada tau betapa saya head over heels banget ya sama si Pria Tegal penuh pesona itu.
senyumnya...coklat dua kilo juga leleh deh...

Secara di te-el saya yang kekna sama-sama Febriownies akut cuma si Pute, jadi aja saya mention-mentionan penuh emosi sama dia. Huhuhuhu…padahal ya malam sebelumnya kami baru ngegosip soal calon-suami-kami kontestan-cowok-paling-kece ini. Malam sebelumnya kan aku sama Pute habis hysteria bersama pas dapet videonya Febri nyanyi If You’re Not The One *pas jaman sebelum audisi tuh*, dan DM-DM-an soal Febri yang kekna adalah cowok romantis. 


Tapi toh, saya gak sendirian. Banyak banget yang gak rela kalo Febri out. Bahkan “Kok Febri” sampe sempet masuk di TrendTop WorldWide lho. 

Anang pun, one of the judges, kekna gimanaaaa gitu lho dengan keluarnya Febri. Dia yang meluk Febri gitu, trus dari twitnya juga kayaknya dia kecewa bahwa Febri yang harus keluar *yowis toh Mas Anang, mbok diproduseri opo piye ngono lho si Febri iki ._.*



Ya sudahlah. Saya berusaha berpikir positif. Mungkin Tuhan memang menyiapkan jalan yang lebih baik buat Febri di luar jalur Idol ini. With all due respect, admit it. Yang juara Idol malah biasanya gak begitu eksis selepas dari ajang ini. Justru yang lebih popular yang jadi runner-up. Mudah-mudahan ajang ini cuma sekedar batu loncatan buat Febri =”).



Iya, masih ada Sean, jagoan saya yang lain. Tapi saya jadi males nonton idol lagi. Gak ada lagi the guy with those dimples yang bikin saya penasaran, bakal ngebawain lagunya kayak apa… Gak ada lagi Febri dengan tatapan dan lirikan matanya yang to-the-jleb-nancep-ke-hati-banget itu. Gak ada lagi bapak falsetnya Indonesia.
*nyari tisu*

Aaaaanywaaaay…. No matter what, the real competition is out there ya Feb :’), saya cuma salah satu dari sekian Febriownies dan orang lain yang berharap kamu bisa tetap eksis dan berkarya di dunia musik Indonesia.

Saya bakal selalu inget sama liukan suaranya waktu nyanyi Cinta, senyum lucunya waktu nyanyi Disco Lazy Time. Bakal selalu suka Tanjung Perak versi Febri, dan tentu saja, Rasa yang Tertinggal versi Febri yang jadi naik derajat dan lebih keren 10 kali lipat dibanding versi aslinya.

It’s not a farewell nor good bye for you Feb. It’s a welcome and Good luck to the real competition in Indonesian music industry.

video



He uploaded this picture on his twitter account after he was eliminated. Awww... isn't it so sweet of him? :")