Kamis, 15 Mei 2014

Spring Semester - A Reflection

Sebelumnya, ada satu hal yang saya gak ngerti. Why do they call it Spring Semester when like, 75% of it is actually in winter? I just don’t get it. But yeah, the long and almost unbearable winter will be in another post. Karena tujuan utama dari posting ini adalah cerita soal Spring Semester yang berhasil saya lalui dalam keadaan hidup-hidup. *sujud syukur*.

Sebenernya, saya memulai Spring Semester ini dengan perasaan agak sedikit semacam lebih optimis dibanding Fall Semester. Karena gak ngambil Statistik. Karena sepertinya, mata kuliah yang saya ambil tidak seekstrim dan sebanyak semester kemaren. Lagian saya sempet mikir, toh, ini semester kedua saya. Sudah lewat masa adaptasi nih.
Then again, smooth is definitely not the correct and accurate word to describe my Spring Semester. Hard? Yes. A lot of hard work? Absolutely. Worth it? Definitely.

Jadi, kalo Fall semester kemaren saya ngambil 4 mata kuliah,1 kolokium wajib, plus lab rotation alias magang di lab salah satu profesor, semester ini saya ngambil 3 mata kuliah plus 1 kolokium. Mata kuliah yang saya ambil? Water Quality Modelling (CE559), Environmental Organic Chemistry (AGRY544) dan Water Chemistry (CE597). Huruf di depan kode mata kuliah itu menunjukkan departemen penyelenggara mata kuliah, jadi mata kuliah yang saya ambil itu mata kuliahnya Civil Engineering dan Agronomy.
Mari saya review satu-satu mata kuliah-mata kuliah ini.

CE559 – Water Quality Modelling
Instructor: Prof. Chad Jafvert
I absolutely LOVE this course. Jadi sebenernya mata kuliah ini gabung sama anak undergrad. Tapi kalo anak undergrad, kode dan nama mata kuliahnya jadi CE333, Environmental and Ecological System Modelling. Terus yang anak Grad yang ngambil CE559 ada sesi tambahan tiap Jum’at habis yang sesi bareng undergrad. This is the course where I really learn A LOT of new things. Sebenernya agak lucu sih, karena PR pertama kami justru menghitung bunga yang harus dibayar untuk pinjaman uang. Then again, sebenernya
Chad cuma ingin mengajari kami basic functions in Excel.
We studied about kinetics and fate of chemicals in lake and streams. Terus juga sempet diajarin VBA (yang mana sempat membuat saya panik karena saya sama sekali gak ngerti Visual Basic Application ini, padahal kata temen saya yang Computer Science, “it’s the most basic simplest programming language that doesn’t need any geek qualification to do it.”), sama MathCad jugaaa… Intinya sih, this is the course that is really really useful. And most of all, he’s such a nice professor. He is really helpful to students. Pernah saya stuck dengan salah satu PR, karena kebetulan materi untuk PR itu yang ngajar bukan dia, tapi TA (Teaching Assisstant alias asdos) dia. Ya, saya ngumpul PR nya sih, tapi sorenya saya dateng ke Prof. Jafvert, and he patiently explained how to solve the problem step by step to me. Pernah juga saya dateng ke dia untuk nanya soal PR. Ada 3 orang mahasiswa lain yang juga nanya ke dia, dan dia dengan sabarnya ngajarin mereka semua, walaupun yang mereka tanyakan adalah hal yang menurut saya sih, hal yang basic banget. Tapi sambil merhatiin dia ngejelasin ke anak-anak undergrad itu, saya salut. Seharusnya memang pendidik yang baik ya seperti itu ya, yang tidak akan membuat siswanya takut untuk bertanya.
Trus juga, kalo ngajar gitu dan kami udah pada diem, dia suka yang ngomong gini: “You look bored. Do you want me to tell you guys a joke?”. Ya…kadang-kadang joke-nya dia suka garing sih, but the thing is just…he’s funny when he’s telling joke.
Chad ini juga agak mengingatkan saya sama Abah saya. Dulu, Abah pernah ngomong gini ke saya, “Kalau sampai mahasiswa Abah bikin gedung dan runtuh, yang salah itu Abah. Karena seharusnya Abah yang mengajari dia soal konstruksi.”. And one day, Chad said this, “If you pass this course but you have no idea on how to write a first-order decay equation, that’s my fault of not teaching you properly about it.
Pernah nih, salah satu mahasiswa nanya, dan dia mengawali pertanyaannya gini: “I am going to ask you a question that may sound like a stupid question.
Dan tau nggak sih, Chad jawabnya gimana? “Wait. You are not gonna be stupid by asking question. In fact, you are risking yourself of being stupid by NOT asking question. Questions are good. They clarify things!”.
Oh..oh… dan Chad ini research advisor sayaaaa :D.

AGRY544 – Environmental Organic Chemistry
Instructor: Prof. Linda S. Lee
Tadinya sih, saya sempet paling pesimis dengan mata kuliah ini, karena kata ‘Organic’ yang muncul di mata kuliah itu. Secara ya, saya dan Kimia Organik entah kenapa sepertinya gak pernah akur satu sama lain. Ternyata sodara-sodara, nama mata kuliah ini menipuuu… It’s more like physical chemistry. Sebenernya inti dari mata kuliah ini, studi mengenai partisi senyawa organik di lingkungan, apakah lebih banyak di air, di udara, atau di tanah. And for this course, we just love Appendix C from the text book so much, because all the constants that we need for the calculation are there -_-. Saya suka sih mata kuliah ini, meskipun kalo ngerjain PR nya suka sakit kepala karena rumusnya banyaaaakkk… Dosennya juga baaaaiiiikkk :D. Dr. Lee ini ketua program saya, dan juga…academic advisornya saya. Ihik. Iya nih, semester ini kuliah bersama advisor nih judulnya (._.)/|| . Saya kalo ngerjain PR untuk mata kuliah ini biasanya suka bareng-bareng sama Sadia, Megan dan Helena. Biasanya kita suka ngerjain sendiri-sendiri dulu, trus nyocokin bareng-bareng. Because sometimes it’s just so easy to make stupid mistakes, like multiplying the numbers when you suppose to add them. Atau salah baca tabel. Saya sempet terharu lho, waktu Homework #5 dibagi, Megan dan Sadia dapet 100, sama kek saya. Dan saya inget, untuk PR yang itu memang kami ngerjainnya sampe yang 2 kali ketemuan, secara hitungannya lebih rumit. Megan dan Sadia bilang ke saya, “Oh, thank you very much, Ami! We wouldn’t be able to get this result for the homework if you didn’t help us.”
BUKAN tulisan tangan saya. Ya gini ini kalo PR AGRY544
Well, you know, it’s just… feels good to know that you’re not really bad in a subject, and even can be helpful to other.
Waktu mid exam pertama, saya ngerasa udah belajar habis-habisan. Bahkan sempat belajar bareng Sadia sehari sebelumnya. Limabelas menit sebelum ujian, I feel pretty sure that I know the equations. Tapi begitu soal dibagikan dan saya ngeliatin soal-soal itu…saya nge-blank. Bener-bener gak bisa mikir. Padahl udah dikasih Cribb Sheet (alias lembar yang isinya kumpulan rumus), but still I cannot associate which equations to be used for the problems. Panic attack. For the first 15 minutes I just stared blankly at the sheet. Padahal waktunya cuma 60 menit. And for the last 45 minutes I just wrote craps on my answer sheet. I was among the last people handing in my paper to Dr. Lee. Dan waktu Dr. Lee nanya, “How was it, Ami?”, saya…tiba-tiba saja nangis. Dan nangisnya bukan cuma yang mata berkaca-kaca. Nangis yang bener-bener sesenggukan. I was even trembling so hard, that one of my friends hugged me to calm me down.
Dr. Lee kayaknya sempet kaget liat saya nangis gitu, but she patted my shoulder, and said, “Look, it’s gonna be okay. I know how you feel, I once had the same experience. You’re going to be fine, I’m sure you did not really screw up. Now take a deep breathe, shrug it off your shoulder, and go on. You still have chances!”.
Udah gitu, kan sejam setelah itu saya masih ada kelas colloquium. Pas liat saya masuk kelas colloquium, Dr. Lee ngedatengin saya and hugged me and asked me, “Have you felt better now, Ami?”.
Isn’t she just the nicest instructor :”) ??

Water Chemistry – CE597
Instructor: that-other-professor
Kalo AGRY544 saya hadapi dengan pesimis tapi end up with me liking the subject, yang ini malah kebalikannya. Saya sebenernya awalnya semangat banget dengan mata kuliah ini. Secara ya, topik riset saya nantinya tentang kualitas air. Jadi ya pas banget dong?
Well, yes, the course is very useful. If you read the text book. The intsructor is just so very very smart.
Tapi ini kelas yang bagi saya malah akhirnya paling…ya paling gak saya senengin lah -_-. I just didn’t really like the way the class is being run. Dan terutama…work loadnya itu lho . Kalo untuk dua mata kuliah di atas tadi, kami ada dua kali mid-exam, one final exam, dan homework setiap 2 minggu sekali (total kami punya 6 PR). Untuk mata kuliah ini?
4 (iya, EMPAT) mid-exam. Satu final exam. One group project. One individual project. And 4 practice problem sets.
Boleh nelen pedang gak nih?
Trus waktu exam, gak boleh bawa kalkulator. Ya gak papa lahya kalo hitungannya cuma sekedar 278 x 45, misalnya. Atau logaritma sederhana. Lah, ini pernah nih ya harus ngitung Energi aktivasi reaksi, yang besarnya adalah: {(ln(k1/k2)8,314)}/(1/303-1/278) dimana harga k1 dan k2 nya sendiri mesti diitung lagi. Pengen garuk aspal gak sih rasanya?
And the thing is, saya kok ngerasanya instructornya cuma going through the text book witrhout really giving further explanation :(.
saking bosennya di kelas, saya bisa motrest suasana kelas -_-
Lucunya nih, kan yang ngambil CE559 ada 8 orang, dan 6 orang ngambil CE597 juga. Jadi pernah waktu graduate session untuk CE559, Prof. Jafvert nanya how was water chemistry going. Dan kami kompak langsung pada mengeluhkan work loadnya yang berasa lebih berat daripada manjat patung Liberty. Prof. Jafvert cuma ketawa, dan ngomong, “Oh well, she graduated from Cal Tech. Maybe that’s the background of her settings on the standard of the work load.”. Kita langsung pada ngomel-ngomel.Tapi Prof. Jafvert juga sempet mengerutkan kening sambil ngomong sih, “I wonder how the undergrads are doing with that course. They must be going crazy.” Dan nilai examnya… entahlah. Contohnya nih, untuk exam #3, I got 85 out of 105, dimana average score adalah 65, dan standar deviasi 21.6 . Speechless -_-.

GRAD5900
Ini kelas colloquium nya program studi sayaaaa :D. Kalo semester kemaren sih, sistemnya Cuma tiap minggu kami dikasih reading material, lalu tugas mingguannya bikin technical commentary alias semacam critical review gitu. Untuk semester ini, jadi ada semester project. I’m going to have another posting about this semester project. Terutama karena my hopeless crush sama si mentor yang gantengnya bikin istigfar itu.

Terlepas dari perasaan saya tentang mata kuliah, here’s my result:
CE 559: B ; CE597: A ; AGRY 544: A ; GRAD5900: A-

Saya sempet mikir itu ketuker nilainya antara CE559 sama CE597. Alhamdulillah, nilai saya untuk semester ini gak jelek-jelek amat, dan naik dibanding semester kemaren. Fall Semester kemaren IP saya cuma 3.14 . Well, sebenernya pengen juga sih kek temen-temen yang bisa dapet straight A’s gituuuu… huhuhu… Tapi ya mau gimana, Purdue emang pelit nilai. Pernah nih di Facebook muncul link ini, yang isinya adalah hasil penelitian yang menunjukkan bawha selama beberapa dekade, Purdue selalu jadi yang paling irit kalo ngasih nilai. Haha.

Waktu nelfon Mama dan curhat soal ini, kata Mama apa coba?
Ya udah Mi… udah biasa kok. Kamu memang semenjak dulu selalu sekolah di tempat yang susah buat nyari nilai…
Saya langsung ketawa. Oh, dear Mom. She always knows what to say to make me feel better :”).

Anyway, dengan berakhirnya Spring Semester, resmi sudah satu tahun pertama saya sebagai graduate student disini terlewatiiii :D.

Ami, over and out!

1 komentar:

  1. Seruuuuuuu..

    Keep posting cerita kuliahnya Mbak. hehehe

    BalasHapus

Kamis, 15 Mei 2014

Spring Semester - A Reflection

Sebelumnya, ada satu hal yang saya gak ngerti. Why do they call it Spring Semester when like, 75% of it is actually in winter? I just don’t get it. But yeah, the long and almost unbearable winter will be in another post. Karena tujuan utama dari posting ini adalah cerita soal Spring Semester yang berhasil saya lalui dalam keadaan hidup-hidup. *sujud syukur*.

Sebenernya, saya memulai Spring Semester ini dengan perasaan agak sedikit semacam lebih optimis dibanding Fall Semester. Karena gak ngambil Statistik. Karena sepertinya, mata kuliah yang saya ambil tidak seekstrim dan sebanyak semester kemaren. Lagian saya sempet mikir, toh, ini semester kedua saya. Sudah lewat masa adaptasi nih.
Then again, smooth is definitely not the correct and accurate word to describe my Spring Semester. Hard? Yes. A lot of hard work? Absolutely. Worth it? Definitely.

Jadi, kalo Fall semester kemaren saya ngambil 4 mata kuliah,1 kolokium wajib, plus lab rotation alias magang di lab salah satu profesor, semester ini saya ngambil 3 mata kuliah plus 1 kolokium. Mata kuliah yang saya ambil? Water Quality Modelling (CE559), Environmental Organic Chemistry (AGRY544) dan Water Chemistry (CE597). Huruf di depan kode mata kuliah itu menunjukkan departemen penyelenggara mata kuliah, jadi mata kuliah yang saya ambil itu mata kuliahnya Civil Engineering dan Agronomy.
Mari saya review satu-satu mata kuliah-mata kuliah ini.

CE559 – Water Quality Modelling
Instructor: Prof. Chad Jafvert
I absolutely LOVE this course. Jadi sebenernya mata kuliah ini gabung sama anak undergrad. Tapi kalo anak undergrad, kode dan nama mata kuliahnya jadi CE333, Environmental and Ecological System Modelling. Terus yang anak Grad yang ngambil CE559 ada sesi tambahan tiap Jum’at habis yang sesi bareng undergrad. This is the course where I really learn A LOT of new things. Sebenernya agak lucu sih, karena PR pertama kami justru menghitung bunga yang harus dibayar untuk pinjaman uang. Then again, sebenernya
Chad cuma ingin mengajari kami basic functions in Excel.
We studied about kinetics and fate of chemicals in lake and streams. Terus juga sempet diajarin VBA (yang mana sempat membuat saya panik karena saya sama sekali gak ngerti Visual Basic Application ini, padahal kata temen saya yang Computer Science, “it’s the most basic simplest programming language that doesn’t need any geek qualification to do it.”), sama MathCad jugaaa… Intinya sih, this is the course that is really really useful. And most of all, he’s such a nice professor. He is really helpful to students. Pernah saya stuck dengan salah satu PR, karena kebetulan materi untuk PR itu yang ngajar bukan dia, tapi TA (Teaching Assisstant alias asdos) dia. Ya, saya ngumpul PR nya sih, tapi sorenya saya dateng ke Prof. Jafvert, and he patiently explained how to solve the problem step by step to me. Pernah juga saya dateng ke dia untuk nanya soal PR. Ada 3 orang mahasiswa lain yang juga nanya ke dia, dan dia dengan sabarnya ngajarin mereka semua, walaupun yang mereka tanyakan adalah hal yang menurut saya sih, hal yang basic banget. Tapi sambil merhatiin dia ngejelasin ke anak-anak undergrad itu, saya salut. Seharusnya memang pendidik yang baik ya seperti itu ya, yang tidak akan membuat siswanya takut untuk bertanya.
Trus juga, kalo ngajar gitu dan kami udah pada diem, dia suka yang ngomong gini: “You look bored. Do you want me to tell you guys a joke?”. Ya…kadang-kadang joke-nya dia suka garing sih, but the thing is just…he’s funny when he’s telling joke.
Chad ini juga agak mengingatkan saya sama Abah saya. Dulu, Abah pernah ngomong gini ke saya, “Kalau sampai mahasiswa Abah bikin gedung dan runtuh, yang salah itu Abah. Karena seharusnya Abah yang mengajari dia soal konstruksi.”. And one day, Chad said this, “If you pass this course but you have no idea on how to write a first-order decay equation, that’s my fault of not teaching you properly about it.
Pernah nih, salah satu mahasiswa nanya, dan dia mengawali pertanyaannya gini: “I am going to ask you a question that may sound like a stupid question.
Dan tau nggak sih, Chad jawabnya gimana? “Wait. You are not gonna be stupid by asking question. In fact, you are risking yourself of being stupid by NOT asking question. Questions are good. They clarify things!”.
Oh..oh… dan Chad ini research advisor sayaaaa :D.

AGRY544 – Environmental Organic Chemistry
Instructor: Prof. Linda S. Lee
Tadinya sih, saya sempet paling pesimis dengan mata kuliah ini, karena kata ‘Organic’ yang muncul di mata kuliah itu. Secara ya, saya dan Kimia Organik entah kenapa sepertinya gak pernah akur satu sama lain. Ternyata sodara-sodara, nama mata kuliah ini menipuuu… It’s more like physical chemistry. Sebenernya inti dari mata kuliah ini, studi mengenai partisi senyawa organik di lingkungan, apakah lebih banyak di air, di udara, atau di tanah. And for this course, we just love Appendix C from the text book so much, because all the constants that we need for the calculation are there -_-. Saya suka sih mata kuliah ini, meskipun kalo ngerjain PR nya suka sakit kepala karena rumusnya banyaaaakkk… Dosennya juga baaaaiiiikkk :D. Dr. Lee ini ketua program saya, dan juga…academic advisornya saya. Ihik. Iya nih, semester ini kuliah bersama advisor nih judulnya (._.)/|| . Saya kalo ngerjain PR untuk mata kuliah ini biasanya suka bareng-bareng sama Sadia, Megan dan Helena. Biasanya kita suka ngerjain sendiri-sendiri dulu, trus nyocokin bareng-bareng. Because sometimes it’s just so easy to make stupid mistakes, like multiplying the numbers when you suppose to add them. Atau salah baca tabel. Saya sempet terharu lho, waktu Homework #5 dibagi, Megan dan Sadia dapet 100, sama kek saya. Dan saya inget, untuk PR yang itu memang kami ngerjainnya sampe yang 2 kali ketemuan, secara hitungannya lebih rumit. Megan dan Sadia bilang ke saya, “Oh, thank you very much, Ami! We wouldn’t be able to get this result for the homework if you didn’t help us.”
BUKAN tulisan tangan saya. Ya gini ini kalo PR AGRY544
Well, you know, it’s just… feels good to know that you’re not really bad in a subject, and even can be helpful to other.
Waktu mid exam pertama, saya ngerasa udah belajar habis-habisan. Bahkan sempat belajar bareng Sadia sehari sebelumnya. Limabelas menit sebelum ujian, I feel pretty sure that I know the equations. Tapi begitu soal dibagikan dan saya ngeliatin soal-soal itu…saya nge-blank. Bener-bener gak bisa mikir. Padahl udah dikasih Cribb Sheet (alias lembar yang isinya kumpulan rumus), but still I cannot associate which equations to be used for the problems. Panic attack. For the first 15 minutes I just stared blankly at the sheet. Padahal waktunya cuma 60 menit. And for the last 45 minutes I just wrote craps on my answer sheet. I was among the last people handing in my paper to Dr. Lee. Dan waktu Dr. Lee nanya, “How was it, Ami?”, saya…tiba-tiba saja nangis. Dan nangisnya bukan cuma yang mata berkaca-kaca. Nangis yang bener-bener sesenggukan. I was even trembling so hard, that one of my friends hugged me to calm me down.
Dr. Lee kayaknya sempet kaget liat saya nangis gitu, but she patted my shoulder, and said, “Look, it’s gonna be okay. I know how you feel, I once had the same experience. You’re going to be fine, I’m sure you did not really screw up. Now take a deep breathe, shrug it off your shoulder, and go on. You still have chances!”.
Udah gitu, kan sejam setelah itu saya masih ada kelas colloquium. Pas liat saya masuk kelas colloquium, Dr. Lee ngedatengin saya and hugged me and asked me, “Have you felt better now, Ami?”.
Isn’t she just the nicest instructor :”) ??

Water Chemistry – CE597
Instructor: that-other-professor
Kalo AGRY544 saya hadapi dengan pesimis tapi end up with me liking the subject, yang ini malah kebalikannya. Saya sebenernya awalnya semangat banget dengan mata kuliah ini. Secara ya, topik riset saya nantinya tentang kualitas air. Jadi ya pas banget dong?
Well, yes, the course is very useful. If you read the text book. The intsructor is just so very very smart.
Tapi ini kelas yang bagi saya malah akhirnya paling…ya paling gak saya senengin lah -_-. I just didn’t really like the way the class is being run. Dan terutama…work loadnya itu lho . Kalo untuk dua mata kuliah di atas tadi, kami ada dua kali mid-exam, one final exam, dan homework setiap 2 minggu sekali (total kami punya 6 PR). Untuk mata kuliah ini?
4 (iya, EMPAT) mid-exam. Satu final exam. One group project. One individual project. And 4 practice problem sets.
Boleh nelen pedang gak nih?
Trus waktu exam, gak boleh bawa kalkulator. Ya gak papa lahya kalo hitungannya cuma sekedar 278 x 45, misalnya. Atau logaritma sederhana. Lah, ini pernah nih ya harus ngitung Energi aktivasi reaksi, yang besarnya adalah: {(ln(k1/k2)8,314)}/(1/303-1/278) dimana harga k1 dan k2 nya sendiri mesti diitung lagi. Pengen garuk aspal gak sih rasanya?
And the thing is, saya kok ngerasanya instructornya cuma going through the text book witrhout really giving further explanation :(.
saking bosennya di kelas, saya bisa motrest suasana kelas -_-
Lucunya nih, kan yang ngambil CE559 ada 8 orang, dan 6 orang ngambil CE597 juga. Jadi pernah waktu graduate session untuk CE559, Prof. Jafvert nanya how was water chemistry going. Dan kami kompak langsung pada mengeluhkan work loadnya yang berasa lebih berat daripada manjat patung Liberty. Prof. Jafvert cuma ketawa, dan ngomong, “Oh well, she graduated from Cal Tech. Maybe that’s the background of her settings on the standard of the work load.”. Kita langsung pada ngomel-ngomel.Tapi Prof. Jafvert juga sempet mengerutkan kening sambil ngomong sih, “I wonder how the undergrads are doing with that course. They must be going crazy.” Dan nilai examnya… entahlah. Contohnya nih, untuk exam #3, I got 85 out of 105, dimana average score adalah 65, dan standar deviasi 21.6 . Speechless -_-.

GRAD5900
Ini kelas colloquium nya program studi sayaaaa :D. Kalo semester kemaren sih, sistemnya Cuma tiap minggu kami dikasih reading material, lalu tugas mingguannya bikin technical commentary alias semacam critical review gitu. Untuk semester ini, jadi ada semester project. I’m going to have another posting about this semester project. Terutama karena my hopeless crush sama si mentor yang gantengnya bikin istigfar itu.

Terlepas dari perasaan saya tentang mata kuliah, here’s my result:
CE 559: B ; CE597: A ; AGRY 544: A ; GRAD5900: A-

Saya sempet mikir itu ketuker nilainya antara CE559 sama CE597. Alhamdulillah, nilai saya untuk semester ini gak jelek-jelek amat, dan naik dibanding semester kemaren. Fall Semester kemaren IP saya cuma 3.14 . Well, sebenernya pengen juga sih kek temen-temen yang bisa dapet straight A’s gituuuu… huhuhu… Tapi ya mau gimana, Purdue emang pelit nilai. Pernah nih di Facebook muncul link ini, yang isinya adalah hasil penelitian yang menunjukkan bawha selama beberapa dekade, Purdue selalu jadi yang paling irit kalo ngasih nilai. Haha.

Waktu nelfon Mama dan curhat soal ini, kata Mama apa coba?
Ya udah Mi… udah biasa kok. Kamu memang semenjak dulu selalu sekolah di tempat yang susah buat nyari nilai…
Saya langsung ketawa. Oh, dear Mom. She always knows what to say to make me feel better :”).

Anyway, dengan berakhirnya Spring Semester, resmi sudah satu tahun pertama saya sebagai graduate student disini terlewatiiii :D.

Ami, over and out!

1 komentar:

  1. Seruuuuuuu..

    Keep posting cerita kuliahnya Mbak. hehehe

    BalasHapus