Kamis, 02 Oktober 2008

Antara Lebaran dan General Inspection

Haloooo semuaaa…. Gimana Lebarannya niihh? Heuuuu… Yang mudik, betapa irinya saya pada anda-anda.. secara Lebaran sekaraaaaang…ku hanya titip salaaam… karena, ku tak mampu pulang, ke kampung halamaaan..

Well, anyway, mari bercerita tentang Lebaran pertama saya jauuuuh dariorang tua dan keluarga. Persiapan Lebaran tahun ini terasa begitu berbeda bagi saya, bukan hanya soal jauh dari keluarga, tapi oh tapi…tiba-tiba saja agen rumah yang meng-ageni rumah kami ini (what a waste of words…) tiba-tiba saja dengan isengnya pengen melakukan general inspection pada tanggal 2 Oktober barusan, alias hari kedua Lebaran! Haduh… Paniklah kita-kita… Sungguh bukan acara yang bersuasana Lebaran. Sebenernya kami dengan teganya sudah menuduh, bahwa sebenernya gara-gara para tetangga yang tinggal di unit 1 (pas berseberangan dengan unit kami) yang menginspirasi agen untuk melakukan inspeksi. Lha, mereka itu super berantakan!!! Halaman jatah mereka yang boro-boro diisi bunga-bunga yang bersemi, yang ada malah sampah bertebaran disana-sini. Bukannya saya yang sok iseng ngintip-ngintip, tapi dari celah pagar kan keliataaaan…

Hmm… Mungkin yang membuat kami agak sedikit deg-degan adalah karena kontrak untuk unit ini adalah untuk ditinggali 2 orang, tapi berdasarkan warisan dari para penghuni sebelumnya, lounge room disulap menjadi satu kamar tidur tambahan yang sekarang ditempati M’Erni. Maka berbekalkan informasi dari temen-temen di milis plus sedikit spekulasi, kita memutuskan untuk menyandarkan tempat tidur ke dinding dalam posisi berdiri dan menggeser lemari, plus M’Erni mengungsi barang 2 jam. Apakah masalah kamar tidur itu satu-satunya yang mewarnai persiapan Lebaran kami? Hoho.. Masih ada lagi dooong… Semenjak H-3 Lebaran, kami, The Northroaders yang terdiri dari 2 gadis dan satu M’Erni, menjelma menjadi… TUKANG RUMPUT! Dengan gagah perkasa kami membabat rumput-rumput dan tanaman merambat yang ditakdirkan mengakhiri hidupnya di ujung gunting rumput kami (yang masih baru lhoooo...).

*jauh-jauh kuliah ke luar negri untuk menjadi tukang rumput*

Malamnya kami semua mengalami sindrom yang sama: kejang tangan! Besok dan lusanya, alias H-2 dan H-1, persiapan Lebaran masih dalam episode merumput. Apalagi di H-1, episode merumput kami sepertinya semakin tragis, karena kami membabat rumput di bagian belakang yang bersatu padu menjalin akar kesana kemari. Kali ini, tidak hanya kejang tangan, tapi juga encok pinggang… Selesai menuntaskan hidup para rumput sialan liar tersebut, saya dan Iin masih punya misi Lebaran, yaitu…jeng jeeeengg… Berburu Kue Lebaran ke City! Yah, lumayanlah… Saya beli setoples putri salju dan kue coklat, Iin memboyong setoples nastar dan setoples kue lainnya.

Buka puasa terakhir, dan perasaan saya campur aduk. Bahagia karena bisa menyongsong Idul Fitri, juga sedih karena..yah, Ramadhan udah lewat lagi… hiks… dan terutamaaa.. KANGEN RUMAAAAHHHHH… Sempet berurai air mata pas sholat Maghrib, karena inget Abah, Mama dan Ita. Huhuhu…mana ga ada takbiran keliling pula… Yah, paling tidak ada suara takbir dari laptopnya Iin yang mengisi rumah ini dengan sentuhan warna khas Idul Fitri…

Habis sholat Maghrib… saya memasak sodara-sodaraa!! Dengan disaksikan Iin *lengkap dengan segala supportnya yang seringkali menjatuhkan semangat (lho??)* dan M’Erni, saya bereksperimen tidak jelas berkarya di dapur.

*menjadi chef terbuang*

Saya bukan satu-satunya yang berusaha mewujudkan suasana kuliner ala Lebaran di rumah mungil ini. M’Erni sudah dari siang mempersiapkan lontong sayur, opor dan rendang. Iin bikin gulai daging dan merebus ketupat instan. Bagaimana dengan saya? Opor ayam karya saya tidak akan saya ceritakan panjang lebar, karena cuma bermodalkan sekotak bumbu instan. Tapi selain opor ayam, dalam episode Lebaran tahun ini, setelah menginterogasi bertanya pada Mama, saya meneguhkan diri untuk mencoba membuat kue lapis daging. Kalau orang Banjar sih bilangnya wadai Ipau. Sempat frustasi karena saya boseeeen banget harus memotong-motong wortel sekecil-kecil kuaci.

*kepingan wortel yang malang*

Iin sempet mencela terpesona dengan kreativitas saya menggunakan 4 lembar daun seledri dari SEIKAT penuh seledri yang saya beli di Asian Groceries Store. Anyway, setelah berakrobat berkutat di dapur selama 3 jam, berhasil juga saya membuat si lapis daging. Berapa lapis? Ratusaaan… Enggak ding, cuma 7 lapis doang…

*lapis daging aka wadai Ipau*

Kelar mengobrak-abrik memasak di dapur, acara selanjutnya, apalagi kalo bukan tiduuur. Eh, saya ga langsung tidur sih sebenernya, browsing-browsing ga jelas dulu, tapi malah menemukan sesuatuuuu… Gyahahahaha..…

Daaannn akhirnyaaa… LEBARAAAAANNN…

Kita ikut Sholat Idul Fitri di Mulgrave, dan Alhamdulillah MIIS mengkoordinir transportasi kesana. Kami bertiga berangkat dari rumah menuju bus loop di kampus sebagai pick-up point. Dalam perjalanan ke bus loop, M’Erni sempat menjadi bukti nyata that sometimes wishes do come true… Heueeheheu…

Cukup banyak yang ikut Sholat Idul Fitri di Mulgrave, mulai dari student berikut para dependantsnya, para Permanent Residents berikut anak-anaknya yang ngomong Inggrisnya jauuuh lebih jago daripada saya, sampai para bule juga ada. Selesai Sholat Ied, pada salam-salaman… Heuuu… kalo sudah berstatus perantauan mah, memang seharusnya semua berasa saudara. Ada acara makan-makan juga di luar gedung. Pulang Sholat Ied, kita sempat bertandang ke rumah salah seorang teman yang mengadakan Open House. Alhamdulillah, bisa makan Cotto Makassar, blackforest yang sumpah enak banget, kaastengels yang sedap jaya (Iin ga kebagiaaaann…Iin ga kebagiaaan….), plus puding stroberi yang cantik di mata dan di lidah. Pulang ke rumah, nelfon keluarga, apa daya sungkem cuma bisa lewat telfon… hiks…

Malamnya kami isi dengan menggeser lemari… Iyaaa…masih dalam rangka General Inspection sang perusak suasana Lebaran! Daaaan….tahukan Anda sodara-sodaraaa… akhirnya datanglah hari yang membuat H-3 sampai H-1 Lebaran kami diisi dengan kegiatan-kegiatan perkasa. General Inspection! Agennya datang (seorang wanita cantik dengan sunglasses berlabelkan Dolce-Gabbana) jam 11.05, dan pulang....pada JAM 11.10!! CUMA LIMA MENIT!! Huh…. Padahal kami udah dengan mantapnya berdeg-degan ria menantikan dan mempersiapkan penyambutan General Inspection ini selama 3 hari...

Anyway, Selamat Lebaran semuanyaaaa…

3 komentar:

  1. owh, ada di sini juga ceritanya.
    huaaa... tadi lupa nama blog ini sih.
    aduh, aku susah banget mau komen di multiply-myuh itu, mi.
    sampe aku bela-belain bikin account loh!
    hehe... hidup general inspection!:P

    BalasHapus
  2. Koq ga ada cerita lanjutan ttg kue lapis dagingx,, brp hari di opname?
    Huahahahahahaha...

    BalasHapus

Kamis, 02 Oktober 2008

Antara Lebaran dan General Inspection

Haloooo semuaaa…. Gimana Lebarannya niihh? Heuuuu… Yang mudik, betapa irinya saya pada anda-anda.. secara Lebaran sekaraaaaang…ku hanya titip salaaam… karena, ku tak mampu pulang, ke kampung halamaaan..

Well, anyway, mari bercerita tentang Lebaran pertama saya jauuuuh dariorang tua dan keluarga. Persiapan Lebaran tahun ini terasa begitu berbeda bagi saya, bukan hanya soal jauh dari keluarga, tapi oh tapi…tiba-tiba saja agen rumah yang meng-ageni rumah kami ini (what a waste of words…) tiba-tiba saja dengan isengnya pengen melakukan general inspection pada tanggal 2 Oktober barusan, alias hari kedua Lebaran! Haduh… Paniklah kita-kita… Sungguh bukan acara yang bersuasana Lebaran. Sebenernya kami dengan teganya sudah menuduh, bahwa sebenernya gara-gara para tetangga yang tinggal di unit 1 (pas berseberangan dengan unit kami) yang menginspirasi agen untuk melakukan inspeksi. Lha, mereka itu super berantakan!!! Halaman jatah mereka yang boro-boro diisi bunga-bunga yang bersemi, yang ada malah sampah bertebaran disana-sini. Bukannya saya yang sok iseng ngintip-ngintip, tapi dari celah pagar kan keliataaaan…

Hmm… Mungkin yang membuat kami agak sedikit deg-degan adalah karena kontrak untuk unit ini adalah untuk ditinggali 2 orang, tapi berdasarkan warisan dari para penghuni sebelumnya, lounge room disulap menjadi satu kamar tidur tambahan yang sekarang ditempati M’Erni. Maka berbekalkan informasi dari temen-temen di milis plus sedikit spekulasi, kita memutuskan untuk menyandarkan tempat tidur ke dinding dalam posisi berdiri dan menggeser lemari, plus M’Erni mengungsi barang 2 jam. Apakah masalah kamar tidur itu satu-satunya yang mewarnai persiapan Lebaran kami? Hoho.. Masih ada lagi dooong… Semenjak H-3 Lebaran, kami, The Northroaders yang terdiri dari 2 gadis dan satu M’Erni, menjelma menjadi… TUKANG RUMPUT! Dengan gagah perkasa kami membabat rumput-rumput dan tanaman merambat yang ditakdirkan mengakhiri hidupnya di ujung gunting rumput kami (yang masih baru lhoooo...).

*jauh-jauh kuliah ke luar negri untuk menjadi tukang rumput*

Malamnya kami semua mengalami sindrom yang sama: kejang tangan! Besok dan lusanya, alias H-2 dan H-1, persiapan Lebaran masih dalam episode merumput. Apalagi di H-1, episode merumput kami sepertinya semakin tragis, karena kami membabat rumput di bagian belakang yang bersatu padu menjalin akar kesana kemari. Kali ini, tidak hanya kejang tangan, tapi juga encok pinggang… Selesai menuntaskan hidup para rumput sialan liar tersebut, saya dan Iin masih punya misi Lebaran, yaitu…jeng jeeeengg… Berburu Kue Lebaran ke City! Yah, lumayanlah… Saya beli setoples putri salju dan kue coklat, Iin memboyong setoples nastar dan setoples kue lainnya.

Buka puasa terakhir, dan perasaan saya campur aduk. Bahagia karena bisa menyongsong Idul Fitri, juga sedih karena..yah, Ramadhan udah lewat lagi… hiks… dan terutamaaa.. KANGEN RUMAAAAHHHHH… Sempet berurai air mata pas sholat Maghrib, karena inget Abah, Mama dan Ita. Huhuhu…mana ga ada takbiran keliling pula… Yah, paling tidak ada suara takbir dari laptopnya Iin yang mengisi rumah ini dengan sentuhan warna khas Idul Fitri…

Habis sholat Maghrib… saya memasak sodara-sodaraa!! Dengan disaksikan Iin *lengkap dengan segala supportnya yang seringkali menjatuhkan semangat (lho??)* dan M’Erni, saya bereksperimen tidak jelas berkarya di dapur.

*menjadi chef terbuang*

Saya bukan satu-satunya yang berusaha mewujudkan suasana kuliner ala Lebaran di rumah mungil ini. M’Erni sudah dari siang mempersiapkan lontong sayur, opor dan rendang. Iin bikin gulai daging dan merebus ketupat instan. Bagaimana dengan saya? Opor ayam karya saya tidak akan saya ceritakan panjang lebar, karena cuma bermodalkan sekotak bumbu instan. Tapi selain opor ayam, dalam episode Lebaran tahun ini, setelah menginterogasi bertanya pada Mama, saya meneguhkan diri untuk mencoba membuat kue lapis daging. Kalau orang Banjar sih bilangnya wadai Ipau. Sempat frustasi karena saya boseeeen banget harus memotong-motong wortel sekecil-kecil kuaci.

*kepingan wortel yang malang*

Iin sempet mencela terpesona dengan kreativitas saya menggunakan 4 lembar daun seledri dari SEIKAT penuh seledri yang saya beli di Asian Groceries Store. Anyway, setelah berakrobat berkutat di dapur selama 3 jam, berhasil juga saya membuat si lapis daging. Berapa lapis? Ratusaaan… Enggak ding, cuma 7 lapis doang…

*lapis daging aka wadai Ipau*

Kelar mengobrak-abrik memasak di dapur, acara selanjutnya, apalagi kalo bukan tiduuur. Eh, saya ga langsung tidur sih sebenernya, browsing-browsing ga jelas dulu, tapi malah menemukan sesuatuuuu… Gyahahahaha..…

Daaannn akhirnyaaa… LEBARAAAAANNN…

Kita ikut Sholat Idul Fitri di Mulgrave, dan Alhamdulillah MIIS mengkoordinir transportasi kesana. Kami bertiga berangkat dari rumah menuju bus loop di kampus sebagai pick-up point. Dalam perjalanan ke bus loop, M’Erni sempat menjadi bukti nyata that sometimes wishes do come true… Heueeheheu…

Cukup banyak yang ikut Sholat Idul Fitri di Mulgrave, mulai dari student berikut para dependantsnya, para Permanent Residents berikut anak-anaknya yang ngomong Inggrisnya jauuuh lebih jago daripada saya, sampai para bule juga ada. Selesai Sholat Ied, pada salam-salaman… Heuuu… kalo sudah berstatus perantauan mah, memang seharusnya semua berasa saudara. Ada acara makan-makan juga di luar gedung. Pulang Sholat Ied, kita sempat bertandang ke rumah salah seorang teman yang mengadakan Open House. Alhamdulillah, bisa makan Cotto Makassar, blackforest yang sumpah enak banget, kaastengels yang sedap jaya (Iin ga kebagiaaaann…Iin ga kebagiaaan….), plus puding stroberi yang cantik di mata dan di lidah. Pulang ke rumah, nelfon keluarga, apa daya sungkem cuma bisa lewat telfon… hiks…

Malamnya kami isi dengan menggeser lemari… Iyaaa…masih dalam rangka General Inspection sang perusak suasana Lebaran! Daaaan….tahukan Anda sodara-sodaraaa… akhirnya datanglah hari yang membuat H-3 sampai H-1 Lebaran kami diisi dengan kegiatan-kegiatan perkasa. General Inspection! Agennya datang (seorang wanita cantik dengan sunglasses berlabelkan Dolce-Gabbana) jam 11.05, dan pulang....pada JAM 11.10!! CUMA LIMA MENIT!! Huh…. Padahal kami udah dengan mantapnya berdeg-degan ria menantikan dan mempersiapkan penyambutan General Inspection ini selama 3 hari...

Anyway, Selamat Lebaran semuanyaaaa…

3 komentar:

  1. owh, ada di sini juga ceritanya.
    huaaa... tadi lupa nama blog ini sih.
    aduh, aku susah banget mau komen di multiply-myuh itu, mi.
    sampe aku bela-belain bikin account loh!
    hehe... hidup general inspection!:P

    BalasHapus
  2. Koq ga ada cerita lanjutan ttg kue lapis dagingx,, brp hari di opname?
    Huahahahahahaha...

    BalasHapus