Kamis, 27 Maret 2008

Dariku untuk Kampus Biru Ku...

Masih pengen nyambung cerita soal kuliah aaah….

Salah satu hal yang paling berkesan buat aku adalah waktu aku menjadi salah satu wakil UGM di PIMNAS 2004, waktu itu diselenggarakannya di STT Telkom Bandung. Kami satu kelompok bertiga, temen setimku Emilda Putriasih sama Arifatun Anifah. Sodara-sodara, seandainya anda melihat Emil sekilas saja, mungkin Anda tidak akan pernah menyangka betapa gadis lugu yang Sundaaaaa banget ini ternyata adalah jago pidato. Waktu SMA dulu Emil mewakili Jawa Barat tuh untuk Lomba Pidato P4 tingkat Nasional. Waktu PIMNAS kemaren juga Emil menunjukkan betapa dia ternyata bisa berkepribadian ganda...

Sebenernya sih, waktu PKM kami dinyatakan lolos ke PIMNAS, aku udah lulus dan udah balik ke Banjarmasin. Cuma Alhamdulillah...waktu itu belum punya kerjaan tetap selain jadi tentor di bimbel. Kalo udah kerja kantoran, mungkin susah kali yaaaa minta izin gitu... Jadilah aku balik ke Yogya untuk mempersiapkan diri.

Menang? Hehe... Kita kalah di sesi presentasi, tapi untuk display, kami berhasil menjadi salah satu juara.. Walopun cuma setara medali perak... Tetep bangga dooong bisa ngasih sesuatu untuk UGM.

Kenapa ini sangat berkesan bagi aku? Satu hal yang pasti, disini kerasa banget betapa nuansa kekeluargaan antar mahasiswa UGM tuh dalem banget. Kami satu-satunya wakil dari MIPA, jadi pas awal tuh bengong aja... Eh, tapi pas udah nyampe disana... Kita semua kompaaak banget. Okelah, mungkin nyaris tidak mungkin mengenali seluruh wajah dan menghafal nama seluruh kontingen UGM yang rombongannya ada 3-4 bis gitu. Tapi kita langsung penuh senyum ramah-tamah dan sapaan akrab begitu ngeliat ada yang sama-sama pake jas almamater UGM (dan percayalah...tidak ada yang menyamai warna jas almamater kami yang ’unik’ itu...). Kita bakal saling ngasih tau, ”Eh...si ini dari Fakultas ini sebentar lagi presentasi di ruangan...., nonton ya?’. Atau nanya: ”Udah maju? Kapan? Di ruangan mana?”. Pokoknya seru aja, kita berusaha sedapat mungkin setiap kali ada wakil UGM yang presentasi ada supporter yang siap memberikan kegegapgempitaan di barisan belakang. Kalo ga salah sih si Masrur tuh yang bakalan bertugas membagi-bagi kontingen supaya ada pemerataan dan distribusi yang baik untuk pendukung di setiap ruangan. Di kamar juga seru abis... Kebayang aja kalo satu ruangan ada 12 orang gitu... Di kamarku dulu, ada 9 yang dari UGM, 3 orang lagi dari Universitas apaaa... gitu lho... Tapi mereka tidak pernah bertahan lama di kamar selain utnuk tidur... Merasa terintimidasi kali yaaa.... Cuma mahasiswa? Hoho... Bahkan para bapak-bapak staf itu bakal berputar mengelilingi setiap ruangan mencari wakil yang lagi presentasi, dan teriakan-teriakan mereka betul-betul tak dinyana kalo melihat usia dan penampilan mereka.. Salah satu yang membuat aku terharu adalah begitu Pak Bambang Rusdiarso, dosen Kimia yang juga salah satu petinggi bidang Kemahasiswaaan di Rektorat mendatangi aku di stand kami pas acara pembukaan. Untuk apa coba? Mengucapkan : ”Terima kasih ya Mbak...udah mau jauh-jauh dateng dari Kalimantan demi UGM. Kami sangat menghargai kehadiran Mbak disini..”. Hiks. It really touches me.. Dan saat itu juga aku berjanji, I’ll do my best..

Tentu saja...peserta tidak hanya UGM dooongg... Nasional gitu lhooo.... Jadilah kami berkenalan dengan mahasiswa-mahasiswa dari seluruh penjuru Nusantara. Seru aja pokoknya... Tapi teteup... salah satu wakil dari IPB ngomong ke kami: ”Aku ngiri deh liat kekompakan kalian, kami kontingen dengan jumlah peserta terbanyak...jadi susah untuk bisa sekompak kontingen UGM”. Nah, waktu PIMNAS ini juga aku sempet ketemu sama Erick dan Gombloh, wakil dari Unlam. Dan aku ketemu mereka lagi setelah aku berstatus jadi dosen dan mereka masih mahasiwa di Unlam... Hehehe... Kamil juga jadi wakil Unlam waktu itu, dan dia bilang dia liat aku, tapi aku kok tidak merasa melihat dirinya ya??

Acaranya cuma 3 hari 4 malem. Tapi banyaaaaak banget pengalaman yang berkesan... Apalagi pas hari terakhir ada acara city tournya. Kami kebagian ke Kebun Strawberry di Ciwidey, dan Danau Situ Patenggang (kali ya, rada lupa gitu euy...). Malemnya, waktu acara penutupan dan pengumuman pemenang...teteup dong kontingen kami dengan penuh huru hara berfoto ria dan beraksi setiap kali ada kamera, walopun seringkali kamera itu ditujukan sama sekali bukan untuk kami...Kami dengan penuh percaya diri tetap bergaya, walaupun sebenarnya porsi kami hanyalah sebagai latar belakang alias pemeran figuran yang tidak diharapkan oleh yang punya kamera

PIMNAS 2004 itu berakhir dengan IPB sebagai juara umum. Kami dari UGM berada pada posisi keempat dari segi pengumpulan medali terbanyak. Tapi, apapun hasilnya, kami semua sudah merasa bangga bisa mewakili dan menyumbangkan sesuatu bagi UGM di tingkat nasional. Daaaan.... Semua peserta dari UGM berhasil memperoleh penghargaan lho... Jadi kami semua bisa berfoto bersama dengan setiap kelompok dengan bangganya mengangkat tinggi-tinggi sertifikat yang kami peroleh...

Sampai kapanpun juga...kenangan ini tidak akan pernah aku lupakan, dan justru menjadi penyemangat bagi aku untuk membimbing mahasiswaku di PKM. Insya Allah, semangat aku waktu membela UGM akan berusaha aku salurkan dalam bentuk semangat untuk meningkatakan Prestasi Unlam di PKM. Mudah-mudahan mahasiswa kami tetap bersemangat untuk terus berpartisipasi dalam PKM. Amiiiinnn...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kamis, 27 Maret 2008

Dariku untuk Kampus Biru Ku...

Masih pengen nyambung cerita soal kuliah aaah….

Salah satu hal yang paling berkesan buat aku adalah waktu aku menjadi salah satu wakil UGM di PIMNAS 2004, waktu itu diselenggarakannya di STT Telkom Bandung. Kami satu kelompok bertiga, temen setimku Emilda Putriasih sama Arifatun Anifah. Sodara-sodara, seandainya anda melihat Emil sekilas saja, mungkin Anda tidak akan pernah menyangka betapa gadis lugu yang Sundaaaaa banget ini ternyata adalah jago pidato. Waktu SMA dulu Emil mewakili Jawa Barat tuh untuk Lomba Pidato P4 tingkat Nasional. Waktu PIMNAS kemaren juga Emil menunjukkan betapa dia ternyata bisa berkepribadian ganda...

Sebenernya sih, waktu PKM kami dinyatakan lolos ke PIMNAS, aku udah lulus dan udah balik ke Banjarmasin. Cuma Alhamdulillah...waktu itu belum punya kerjaan tetap selain jadi tentor di bimbel. Kalo udah kerja kantoran, mungkin susah kali yaaaa minta izin gitu... Jadilah aku balik ke Yogya untuk mempersiapkan diri.

Menang? Hehe... Kita kalah di sesi presentasi, tapi untuk display, kami berhasil menjadi salah satu juara.. Walopun cuma setara medali perak... Tetep bangga dooong bisa ngasih sesuatu untuk UGM.

Kenapa ini sangat berkesan bagi aku? Satu hal yang pasti, disini kerasa banget betapa nuansa kekeluargaan antar mahasiswa UGM tuh dalem banget. Kami satu-satunya wakil dari MIPA, jadi pas awal tuh bengong aja... Eh, tapi pas udah nyampe disana... Kita semua kompaaak banget. Okelah, mungkin nyaris tidak mungkin mengenali seluruh wajah dan menghafal nama seluruh kontingen UGM yang rombongannya ada 3-4 bis gitu. Tapi kita langsung penuh senyum ramah-tamah dan sapaan akrab begitu ngeliat ada yang sama-sama pake jas almamater UGM (dan percayalah...tidak ada yang menyamai warna jas almamater kami yang ’unik’ itu...). Kita bakal saling ngasih tau, ”Eh...si ini dari Fakultas ini sebentar lagi presentasi di ruangan...., nonton ya?’. Atau nanya: ”Udah maju? Kapan? Di ruangan mana?”. Pokoknya seru aja, kita berusaha sedapat mungkin setiap kali ada wakil UGM yang presentasi ada supporter yang siap memberikan kegegapgempitaan di barisan belakang. Kalo ga salah sih si Masrur tuh yang bakalan bertugas membagi-bagi kontingen supaya ada pemerataan dan distribusi yang baik untuk pendukung di setiap ruangan. Di kamar juga seru abis... Kebayang aja kalo satu ruangan ada 12 orang gitu... Di kamarku dulu, ada 9 yang dari UGM, 3 orang lagi dari Universitas apaaa... gitu lho... Tapi mereka tidak pernah bertahan lama di kamar selain utnuk tidur... Merasa terintimidasi kali yaaa.... Cuma mahasiswa? Hoho... Bahkan para bapak-bapak staf itu bakal berputar mengelilingi setiap ruangan mencari wakil yang lagi presentasi, dan teriakan-teriakan mereka betul-betul tak dinyana kalo melihat usia dan penampilan mereka.. Salah satu yang membuat aku terharu adalah begitu Pak Bambang Rusdiarso, dosen Kimia yang juga salah satu petinggi bidang Kemahasiswaaan di Rektorat mendatangi aku di stand kami pas acara pembukaan. Untuk apa coba? Mengucapkan : ”Terima kasih ya Mbak...udah mau jauh-jauh dateng dari Kalimantan demi UGM. Kami sangat menghargai kehadiran Mbak disini..”. Hiks. It really touches me.. Dan saat itu juga aku berjanji, I’ll do my best..

Tentu saja...peserta tidak hanya UGM dooongg... Nasional gitu lhooo.... Jadilah kami berkenalan dengan mahasiswa-mahasiswa dari seluruh penjuru Nusantara. Seru aja pokoknya... Tapi teteup... salah satu wakil dari IPB ngomong ke kami: ”Aku ngiri deh liat kekompakan kalian, kami kontingen dengan jumlah peserta terbanyak...jadi susah untuk bisa sekompak kontingen UGM”. Nah, waktu PIMNAS ini juga aku sempet ketemu sama Erick dan Gombloh, wakil dari Unlam. Dan aku ketemu mereka lagi setelah aku berstatus jadi dosen dan mereka masih mahasiwa di Unlam... Hehehe... Kamil juga jadi wakil Unlam waktu itu, dan dia bilang dia liat aku, tapi aku kok tidak merasa melihat dirinya ya??

Acaranya cuma 3 hari 4 malem. Tapi banyaaaaak banget pengalaman yang berkesan... Apalagi pas hari terakhir ada acara city tournya. Kami kebagian ke Kebun Strawberry di Ciwidey, dan Danau Situ Patenggang (kali ya, rada lupa gitu euy...). Malemnya, waktu acara penutupan dan pengumuman pemenang...teteup dong kontingen kami dengan penuh huru hara berfoto ria dan beraksi setiap kali ada kamera, walopun seringkali kamera itu ditujukan sama sekali bukan untuk kami...Kami dengan penuh percaya diri tetap bergaya, walaupun sebenarnya porsi kami hanyalah sebagai latar belakang alias pemeran figuran yang tidak diharapkan oleh yang punya kamera

PIMNAS 2004 itu berakhir dengan IPB sebagai juara umum. Kami dari UGM berada pada posisi keempat dari segi pengumpulan medali terbanyak. Tapi, apapun hasilnya, kami semua sudah merasa bangga bisa mewakili dan menyumbangkan sesuatu bagi UGM di tingkat nasional. Daaaan.... Semua peserta dari UGM berhasil memperoleh penghargaan lho... Jadi kami semua bisa berfoto bersama dengan setiap kelompok dengan bangganya mengangkat tinggi-tinggi sertifikat yang kami peroleh...

Sampai kapanpun juga...kenangan ini tidak akan pernah aku lupakan, dan justru menjadi penyemangat bagi aku untuk membimbing mahasiswaku di PKM. Insya Allah, semangat aku waktu membela UGM akan berusaha aku salurkan dalam bentuk semangat untuk meningkatakan Prestasi Unlam di PKM. Mudah-mudahan mahasiswa kami tetap bersemangat untuk terus berpartisipasi dalam PKM. Amiiiinnn...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar